By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kasus Anak PRT Benhil, Institut Sarinah: Indikasi Kelalaian Serius Aparat, Kompolnas Harus Turun
Tamansiswa: Membangun Pedagogi Indonesia
Negeri Kaya, Buruh Sengsara: Saat Negara Menjadi Pelayan Modal
Aliansi PERISAI Tegaskan “MayDay Bukan Pesta”, Serukan Aksi Nasional di Berbagai Daerah
Mahasiswa Apatis, Ketua DPK GMNI STIE Indonesia Jakarta Soroti Sikap Individualis dan Pentingnya Kesadaran Kolektif

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Sarinah: Jiwa Besar dalam Tubuh Kecil, Refleksi Perempuan Indonesia Masa Kini

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 30 Maret 2024 | 21:38 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Ilustrasi Sarinah ditengah Persawahan Marhaen/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id – Bung Karno pernah menulis, “…Sarinah orang kecil tapi memiliki jiwa yang besar,…”. Kalimat ini merupakan bagian dari buku “Sarinah: Kewajiban Wanita dalam Perjuangan Republik Indonesia” yang ditulis oleh proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno.

Dalam buku tersebut, Soekarno menggambarkan Sarinah sebagai simbol perempuan Indonesia yang memiliki jiwa besar meski berada dalam “posisi” yang kecil.

Sarinah, dalam konteks ini, bukan hanya sekedar nama. Sarinah adalah representasi dari perempuan-perempuan Indonesia yang berjuang dalam kehidupan sehari-hari.

Sarinah adalah ibu rumah tangga yang mengurus keluarga, Sarinah adalah pekerja keras yang mencari nafkah, Sarinah adalah pelajar yang berusaha meraih cita-cita, dan Sarinah adalah setiap perempuan yang berjuang dalam hidupnya.

Meski seringkali berada pada posisi yang kecil atau dianggap sepele, Sarinah memiliki jiwa yang besar. Jiwa besar ini tercermin dari semangat juang, ketabahan, dan kegigihan yang dimiliki oleh perempuan-perempuan Indonesia. Meski menghadapi berbagai tantangan dan hambatan, mereka tetap berjuang dan tidak menyerah.

Dalam konteks Indonesia masa kini, pesan Soekarno tentang Sarinah semakin relevan. Di tengah berbagai tantangan dan masalah yang dihadapi oleh bangsa ini, peran perempuan sangat penting.

Perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga, masyarakat, dan bangsa. Perempuan memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan yang positif di masyarakat.

Namun, sayangnya, perempuan seringkali masih dianggap sebelah mata dan tidak mendapatkan hak serta kesempatan yang sama dengan laki-laki. Diskriminasi dan ketidakadilan gender masih sering terjadi di berbagai aspek kehidupan.

Oleh karena itu, kita perlu mengingat kembali pesan Soekarno tentang Sarinah. Kita perlu menghargai dan mengakui peran serta kontribusi perempuan dalam kehidupan kita.

Perempuan-perempuan Indonesia, seperti Sarinah, memiliki jiwa yang besar. Mereka memiliki kekuatan dan ketabahan yang luar biasa dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan. Mereka memiliki semangat juang yang tak pernah padam dalam berjuang untuk hak dan kesetaraan mereka.

Baca Juga:   Refleksi Hari Lahir Bapak Proklamator: Pemuda Harus Meneladani Ajaran Bung Karno

Sebagai bangsa, kita perlu memberikan penghargaan dan pengakuan yang setara kepada perempuan. Kita perlu memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan. Kita perlu memastikan bahwa hak dan kesetaraan gender dihormati serta dilindungi.

Pesan Soekarno tentang Sarinah bukan hanya tentang perempuan Indonesia di masa lalu, tetapi juga tentang perempuan Indonesia di masa kini dan masa depan.

Mari kita jadikan pesan Soekarno tentang Sarinah sebagai inspirasi bagi kita semua untuk terus berjuang demi hak dan kesetaraan gender. Mari kita jadikan pesan ini sebagai motivasi bagi kita semua untuk terus berjuang menciptakan Indonesia yang lebih baik dan lebih adil bagi semua orang, termasuk perempuan.***


Penulis: Sugeng Sjamsuri, Alumni GMNI Manado.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Kasus Anak PRT Benhil, Institut Sarinah: Indikasi Kelalaian Serius Aparat, Kompolnas Harus Turun
Jumat, 1 Mei 2026 | 10:29 WIB
Tamansiswa: Membangun Pedagogi Indonesia
Kamis, 30 April 2026 | 21:47 WIB
Negeri Kaya, Buruh Sengsara: Saat Negara Menjadi Pelayan Modal
Kamis, 30 April 2026 | 19:07 WIB
Aliansi PERISAI Tegaskan “MayDay Bukan Pesta”, Serukan Aksi Nasional di Berbagai Daerah
Kamis, 30 April 2026 | 18:56 WIB
Mahasiswa Apatis, Ketua DPK GMNI STIE Indonesia Jakarta Soroti Sikap Individualis dan Pentingnya Kesadaran Kolektif
Kamis, 30 April 2026 | 16:59 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Negara dan Jeritan Tangis Ibu yang Anaknya Bunuh Diri di Ngada NTT

Marhaenist.id - Tangis seorang ibu di Ngada, Nusa Tenggara Timur, tidak sekadar…

Resensi Ekologi Marx – John Belammy Foster

Marhaenist.id - Pendahuluan: Fenomena degradasi ruang hidup berupa kerusakan lingkungan menuntut kerangka…

Sarinah dan Cita-Cita Kesetaraan: Perempuan dalam Bingkai Nasionalisme

Marhaenist id - Hari Perempuan Internasional yang setiap tahunnya diperingati tanggal 8…

Ajaran Dasar Dalam Pendidikan Yang Terlupakan

Marhaenist.id -Setiap tanggal 2 mei kita memperingati hari pendidikan Nasional, tapi untuk…

Minim Subtansi, Maha Sakti Esa Jaya: Debat Pilkada Penajam Paser Utara Jadi Ajang Jual Program

Marhaenist.id, Penajam Paser Utara - Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Maha Sakti…

AS-Rusia dan Metamorfosis Perang Dingin

"Sejarah mencatat, Perang Dingin AS vs Uni Soviet dulu dimenangkan oleh AS.…

Putusan MK soal Kolegium dan Konsil Kesehatan: Apa Artinya bagi Dokter, Mahasiswa, dan Pasien?

Marhaenist.id - Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya memutuskan sebagian gugatan terhadap Undang-Undang Nomor…

Rifqi Sukarno (Founder Depok Youth Movement)/Marhaenist.id.

Founder Depok Youth Movement Ajak Masyarakat Berefleksi atas 25 Tahun Kota Depok dan Pentingnya Partisipasi Pemuda

Marhaenist.id, Depok - Dalam rangka merayakan 25 tahun berdirinya Kota Depok, pendiri…

Inilah Awal Mula Isu Jokowi Ingin Rebut PDIP Dari Megawati

MARHAENIST - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesi Perjuangan (Sekjen PDIP) Hasto Kristiyanto…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?