By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan
Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat
Ibu Pertiwi Dilanda Musibah
IMIP, Investasi, dan Kehancuran
Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Sarinah dan Cita-Cita Kesetaraan: Perempuan dalam Bingkai Nasionalisme

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 12 Maret 2025 | 19:18 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Sarinah Suriandini, Wakabid Kesarinahan GMNI Penajam/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist id – Hari Perempuan Internasional yang setiap tahunnya diperingati tanggal 8 Maret, bukan cuma sekadar peringatan, tapi lebih dari itu. Sebuah panggilan untuk kita semua merenung dan bertindak. Di Indonesia, merenungkan arti Hari Perempuan ini tidak bisa lepas dari pemikiran Bung Karno yang dituangkan dalam buku Sarinah. Buku ini bukan cuma buku sejarah biasa, tapi lebih seperti pedoman hidup, khususnya tentang bagaimana perempuan seharusnya punya peran penting dalam kemerdekaan dan kemajuan bangsa kita.

Bung Karno, lewat Buku Sarinah, menolak keras pandangan kuno yang membatasi perempuan cuma di rumah tangga. Beliau melihat perempuan sebagai pribadi utuh, sekuat dan sepintar laki-laki, dan mampu berkontribusi besar untuk negeri ini. Pandangan Bung Karno ini sangat maju untuk zamannya, melawan habis-habisan kebiasaan masyarakat yang menghambat kemajuan perempuan. Beliau tidak cuma bicara kesetaraan, tapi juga peran aktif perempuan dalam membangun Indonesia, sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek.

Tapi kenyataannya, kita masih jauh dari harapan? Walaupun sudah banyak kemajuan, kesenjangan gender masih terasa sekali. Diskriminasi dalam berbagai bentuk,dari gaji yang tidak adil sampai kekerasan terhadap perempuan, masih jadi masalah besar di Indonesia. Hal seperti ini harus kita hadapi bersama, agar cita-cita yang digambarkan di dalam buku Sarinah benar-benar terwujud.

Saya Sar Dini Menegaskan betapa pentingnya pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Perempuan yang berpendidikan dan punya kekuatan sendiri pasti bisa berkontribusi lebih banyak untuk masyarakat dan negara. Kesempatan yang sama dalam pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan adalah kunci utama untuk mencapai kesetaraan gender yang sesungguhnya. Ini sejalan dengan semangat Hari Perempuan: perubahan besar untuk dunia yang lebih adil dan setara.

Baca Juga:   Cara Melawan Kapitalisme (2): Sang Karyawan Hemat

Emansipasi perempuan dalam konteks nasionalisme kita bukan cuma soal keadilan, tapi juga kekuatan bangsa. Negara yang memberdayakan semua warganya, termasuk perempuan, pasti akan lebih kuat dan maju. Maka, perjuangan kesetaraan gender ini harus jadi bagian utama dari perjuangan membangun Indonesia yang lebih baik.

Di Hari Perempuan Internasional ini. Mari kita jadikan semangat emansipasi perempuan sebagai kompas kita menuju Indonesia yang lebih adil dan setara. Ini bukan cuma tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua.Bersama-sama, mari kita wujudkan cita-cita kesetaraan gender yang diimpikan Bung Karno.***


Penulis: Sarinah Suriandini, Wakabid Kesarinahan GMNI Penajam.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan
Rabu, 17 Desember 2025 | 00:13 WIB
Perajin membersihkan kedelai di salah satu rumah industri di Jakarta, Kamis (6/10). Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Gakopindo) Aip Syarifuddin mengatakan kenaikan harga kedelai impor satu bulan terakhir rata-rata berada di kisaran Rp6.900 - Rp7.000 per kilogram di tingkat koperasi yang sebelumnya Rp6.300 - Rp6.500 sedangkan harga di pasaran lebih tinggi yakni Rp10.597 per kilogramnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pras/16.
Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat
Selasa, 16 Desember 2025 | 19:45 WIB
Ibu Pertiwi Dilanda Musibah
Selasa, 16 Desember 2025 | 14:06 WIB
IMIP, Investasi, dan Kehancuran
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:18 WIB
Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:16 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

GMNI Minta Jokowi Evaluasi Kinerja Menkominfo Terkait Amburadulnya Penghentian Siaran TV Analog

Marhaenist - Kebijakan penghentian siaran TV analog atau Analog Swicth Off (ASO)…

Selamat Mengemban Amanah Bung Gede dan Bung Gendon Sebagai Komisioner KIP 2022-2026

Marhaenist - Selamat telah dilantik sebagai Komisioner Komisi Informasi Pusat 2022-2026, kawan…

Cara Melawan Kapitalisme (2): Sang Karyawan Hemat

Marhaenist.id - Ini adalah adalah sebuah cerita yang saya adopsi dari praktik nyata…

Hadiri Sidang Palti Hutabarat, Ganjar: Ini Soal Persaudaraan dan Kemanusiaan

Marhaenist - Mantan Capres dan politisi PDIP, Ganjar Pranowo hadir langsung dalam…

Ganjar; Ahok Menambah Kekuatan Kita, Semakin Optimis!

Marhaenist.id, Jakarta - Capres 2024 nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengapresiasi mundurnya…

Politik Inklusif Ganjar Pranowo

Perhelatan kontestasi politik melalui Pemilihan Umum 2024 semakin dekat dan berjalan dinamis.…

Resensi Ekologi Marx – John Belammy Foster

Marhaenist.id - Pendahuluan: Fenomena degradasi ruang hidup berupa kerusakan lingkungan menuntut kerangka…

Negara Darurat Intoleransi!!!

Marhaenist.id - Delapan Puluh Tahun Indonesia telah  bebas dari kolonialisme dan Imperialisme,…

Pseudo-Democracy di Indonesia: Upaya Mengembalikan Marwah Demokrasi di Pilkada 2024

Latar Belakang Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) yang digelar…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?