By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Jelang Konfercab GMNI Purwokerto 2026, Eks Ketua DPK GMNI Humaniora UMP Tekankan Tiga Pilar Regenerasi

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Mis Heldy Zahri, Ketua DPD PA GMNI Kaltim (Foto Istimewa)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Samarinda — Menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar Aliansi Perjuangan Kalimantan Timur pada 21 April 2026, Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kalimantan Timur (PA GMNI Kaltim) menyampaikan sikapnya terkait agenda tersebut.

Ketua DPD PA GMNI Kaltim, Mis Heldy Zahri, menilai aksi demonstrasi merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang sehat serta bentuk kepedulian masyarakat terhadap pembangunan daerah.

Menurutnya, kritik yang disampaikan kepada pemerintah bukanlah ancaman, melainkan bentuk gotong royong dalam upaya membangun Kalimantan Timur yang lebih baik.

“Demonstrasi itu hal yang biasa dalam negara demokrasi. Itu menandakan adanya proses evaluasi dan perbaikan yang sedang berjalan. Koreksi dari masyarakat justru penting agar pemerintah bisa bekerja lebih baik,” ujar Heldy, Minggu (19/4/2026).

Ia menegaskan, substansi aksi seharusnya menjadi fokus utama, bukan justru tenggelam oleh berbagai framing negatif yang berpotensi mengaburkan tujuan perjuangan.

Menurut Heldy, tiga tuntutan yang dibawa Aliansi Perjuangan Kaltim sangat relevan dan tidak mengandung unsur yang membahayakan stabilitas daerah. Sebaliknya, tuntutan tersebut dinilai sebagai bentuk dukungan moral agar kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur dapat berjalan lebih baik dan akuntabel.

“Yang disuarakan mahasiswa itu sangat jelas, mulai dari evaluasi kebijakan Pemprov Kaltim, penghentian praktik KKN, hingga mendesak DPRD agar menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal. Ini bukan ancaman, tapi bentuk kepedulian terhadap masa depan Kaltim,” lanjutnya.

Heldy juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang justru mencoba menghalangi pemerintah untuk mendengar aspirasi masyarakat. Ia menilai kondisi tersebut justru dapat menciptakan persoalan baru bagi pemerintah daerah.

“Banyak yang sibuk menyerang aksi ini tanpa melihat substansinya. Bahkan ada yang mencoba menghalangi agar Rudy-Seno tidak mendengar langsung kritik dari rakyatnya. Ini justru bisa menjadi masalah baru,” tegasnya.

Baca Juga:   Berharap Dualisme Segera Berakhir, Dua Alumni GMNI Dukung adanya Kongres Persatuan

Terkait potensi gangguan keamanan, Heldy percaya bahwa mahasiswa dan masyarakat yang turun dalam aksi memiliki kesadaran penuh untuk menjaga kondusivitas serta memahami batas-batas hukum dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Ia juga secara khusus berpesan kepada kader-kader GMNI yang akan terlibat dalam aksi agar mampu mengambil peran penting dalam menjaga jalannya demonstrasi tetap sesuai tujuan awal serta tidak terkontaminasi oleh kepentingan pihak lain yang membawa agenda di luar substansi perjuangan.

“Kawan-kawan mahasiswa harus mengambil peranan penting dalam aksi ini. Jangan sampai aksi yang lahir dari keresahan rakyat justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dengan agenda lain. Jaga marwah mahasiswa dan pergerakan di Kalimantan Timur,” pesannya.

Heldy menegaskan, apabila di lapangan terdapat potensi yang dapat mencederai perjuangan mahasiswa, maka kader GMNI diminta untuk tidak ikut terlibat, apalagi menjadi inisiator.

“Jika ada sesuatu yang berpotensi mencoreng perjuangan, tidak perlu diikuti. Jangan ikut-ikutan, apalagi berinisiatif. Tetap fokus pada tujuan utama perjuangan,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Heldy berharap aksi 21 April benar-benar menjadi momentum bersama untuk memperkuat demokrasi, memperbaiki tata kelola pemerintahan, dan menghadirkan Kalimantan Timur yang lebih adil serta berpihak kepada rakyat.

“Sekali lagi, kita percaya niat kawan-kawan baik, maka aksinya pun harus baik. Jika semua berjalan sesuai harapan, maka benar adanya—habis gelap terbitlah terang,” pungkasnya.

Diketahui, aksi Aliansi Perjuangan Kaltim diperkirakan akan diikuti ribuan massa dengan dua titik utama konsentrasi, yakni di depan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Demonstrasi ini menjadi perhatian publik karena membawa isu strategis terkait tata kelola pemerintahan dan pengawasan terhadap jalannya pembangunan daerah.***

Baca Juga:   Pancasila sebagai Working Ideology: MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai Jalan Praksis “Rakyat Sejahtera dan Cerdas” pada Pemerintahan Prabowo

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Minggu, 19 April 2026 | 19:29 WIB
Jelang Konfercab GMNI Purwokerto 2026, Eks Ketua DPK GMNI Humaniora UMP Tekankan Tiga Pilar Regenerasi
Sabtu, 18 April 2026 | 17:53 WIB
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Sabtu, 18 April 2026 | 10:23 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Alumni GMNI Ingatkan Gagasan Soekarno untuk Mengatasi Situasi Global

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Eros Djarot Resmi Rilis Buku Berjudul “Autobiografi Erros Djarot jilid 1” dan “Erros Djarot: Apa Kata Sahabat”

Marhaenist.id, Jakarta - Politikus dan budayawan Soegeng Rahardjo Djarot yang akrab disapa…

Di Forum MKRI–MK Mesir, Prof. Arief Hidayat Angkat Marhaenisme sebagai Etika Konstitusi

Marhaenist.id, Kairo — Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI) kembali menegaskan perannya dalam…

Sikapi Situasi Politik Nasional, Raden Hernawan Tuntut Pemakzulan Gibran dan Copot Kapolri

Marhaenist.id, Jakarta – Aktivis Indonesia yang juga merupakan Kader Gerakan Mahasiswa Nasional…

Ahmad Basarah Resmi Ditunjuk Jadi Jubir PDIP, Inilah Tugasnya!

Marhaenist.id, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan…

Bapak Bangsa dan Pancasila-nya

Marhaenist.id - Bung Karno pernah bertanya kepada Presiden Yugoslavia, Josef Broz Tito,…

Diduga Dikeroyok, Kader GMNI di Sukabumi Tewas Mengenaskan

Marhaenist.id, Sukabumi - Seorang mahasiswa di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) berinisial RR…

Reforma Agraria dan Krisis Keadilan Sosial

Marhaenist.id - Persoalan agraria di Indonesia bukan isu baru, tetapi luka lama…

Gerakan Pemuda Marhaenis: Panji Gumilang Salah Memahami Ajaran Bung Karno Soal Agama

Marhaenist - Bikin Gaduh, Panji Gumilang gencar mengaku bermadzhab Bung Karno (Soekarno).…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?