By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Adi Maliano Satu-Satunya dalam Catatan Sejarah Kader GMNI Kendari yang Menjabat sebagai Ketua KNPI Kendari
DPP GMNI Desak Pemerintah Segera Benahi Ketimpangan Infrastruktur dan Akses Pendidikan di Daerah 3T
Peta Baru Kekuasaan Kazakhstan Pasca-Referendum
Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNIOpini

Refleksi Hari Lahir Bapak Proklamator: Pemuda Harus Meneladani Ajaran Bung Karno

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 5 Juni 2025 | 18:59 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Bagikan

Marhaenist.id – Bangsa Indonesia kembali diingatkan oleh sejarah bahwa tanggal 06 Juni merupakan hari lahir seseorang yang menjadi tokoh penting dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Tidak lain ialah Bung Karno, lahir di Surabaya dari seorang ayah dan ibu yang memiliki latar berbeda. Ayah Bung Karno merupakan penganut kejawen tulen sedangkan ibu berdarah Bali.

Namun, latar berbeda itu yang justru mencetak kepribadian Bung Karno menjadi seorang pluralis dan terbuka terhadap perbedaan-perbedaan. Menjadi berbeda dari kebanyakan, kelahiran Bung Karno tepat pada saat fajar menyingsing diikuti peristiwa alam berupa meletusnya Gunung Kelud yang melengkapi keyakinan masyarakat jawa.

Ada satu keyakinan yang berkembang dalam tradisi masyarakat Jawa yaitu ketika bayi lahir pada saat fajar menyingsing dan di saat pergantian abad menandakan bayi tersebut takdirnya sudah ditentukan dan kelak akan menjadi orang yang besar.

Tidak hanya sekadar mistifikasi, Bung Karno dalam mengarungi perjalanan hidup penuh dengan perjuangan sehingga keyakinan terhadap seorang bayi yang kelak akan menjadi orang besar dan memberikan keteladanan dapat terwujud. Fase remaja Bung Karno dipenuhi dengan dunia belajar dan buku.

Bung Karno merupakan seorang pembelajar yang disiplin, memiliki gairah terhadap ilmu pengetahuan yang tinggi, hingga H. O. S Cokroaminoto seorang gurunya kagum terhadap Bung Karno.

Dari buku-buku, Bung Karno mengenali ide dari Thomas Jefferson. Seorang berdarah Amerika yang menggagas _Declaration of Independence_ pada tahun 1776 tentang deklarasi kemerdekaan Amerika dari Kolonialisme Inggris. Gagasan Jefferson sedikit banyak mengilhami pemikiran Bung Karno yang selanjutnya dipraktekkan untuk memperjuangkan dan memerdekakan Indonesia.

Meskipun selanjutnya ada kritikan tajam dari Bung Karno bahwa gagasan Jefferson tersebut dipakai untuk melegitimasi modus operandi kapitalisme Amerika yang menekankan ideologi liberalisme dalam praktek politik dan ekonomi Amerika.

Baca Juga:   Penangkapan Nicolas Maduro dan Intervensi di Venezuela Bukti Nyata Kebiadapan Amerika Serikat Ingin Memonopoli Dunia

Di tengah pergolakan multi-ideologi yang menyemai dalam arena pertarungan politik sebagai upaya saling ingin menancapkan pengaruh dari masing-masing kelompok, Bung Karno tetap teguh membawa Indonesia di bawah ideologi nasionalisme.

Alasan yang dipakai Bung Karno cukup rasional. Indonesia ditakdirkan menjadi negara yang beragam, multi-agama, suku, budaya, dan bahasa. Bagi Bung Karno dari sekian ideologi yang ada hanya nasionalisme yang mampu mengakomodasi keberagaman yang dimiliki Indonesia tersebut.

Irisan-irisan perjalanan hidup Bung Karno dapat dimaknai sebagai warisan untuk generasi muda terus meneladaninya agar seluruh pemikiran, ide, dan cita-cita Bung Karno tidak pernah lekang.

Bung Karno cukup lengkap menjadi representasi patronase para pemuda dalam menempatkan kiblat pemikiran dan cita-citanya. Sorot Bung Hendra, tantangan bangsa hari ini salah satunya ialah krisis identitas yang mendalangi hilangnya kesadaran berbangsa bagi para pemuda.

Salah satu faktor krisis identitas ditandai oleh terbukanya arus informasi yang dijembatani oleh transformasi digital. Moral bangsa ditantang untuk menghadapi perubahan zaman.

Alih-alih transformasi digital menawarkan efisiensi untuk mempermudah suatu pekerjaan, tapi di sisi lain pemuda cenderung dapat tergiring oleh opini dan narasi yang tidak sehat sehingga rentan membentuk menjadi pribadi pesimis, kesejahteraan psikologi yang terganggu hingga berdampak pada mudahnya depresi dan merasa terisolasi dan mudah pantang menyerah. Mentalitas yang seperti ini kontras dengan mentalitas para pendiri bangsa, khususnya Bung Karno.

Sebagai pemuda, tanggal 06 Juni tidak boleh berhenti hanya dimaknai sebagai hari kelahiran Bung Karno saja. Tanggal 06 Juni merupakan peristiwa penting di mana lahir seorang anak bernama Bung Karno yang telah memberikan keteladanan bagi para pemuda untuk menjadi agen penggerak bangsa dan menentukan arah bangsa. Pemuda tidak boleh terkontaminasi oleh semangat yang bersebrangan dengan cita-cita bangsa.

Baca Juga:   Gelar Musyakom, GMNI Unidha Teguhkan Marhaenisme di Tengah Krisis Bangsa sebagai Panggung Regenerasi dan Konsolidasi Ideologis

Semangat nasionalisme Indonesia serta penjelmaannya menjadi identitas bangsa harus mempelopori seluruh perilaku dan tindakan daripada para pemuda. Semangat untuk merefleksikan hari kelahiran Bung Karno dimaksudkan untuk menavigasi arah pemikiran dan tindakan para pemuda agar tidak keluar dari cita-cita yang telah digagas oleh Bung Karno.***


Penulis: Hendro Prayogi, Ketua DPD GMNI Jatim.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Adi Maliano Satu-Satunya dalam Catatan Sejarah Kader GMNI Kendari yang Menjabat sebagai Ketua KNPI Kendari
Senin, 13 April 2026 | 12:29 WIB
DPP GMNI Desak Pemerintah Segera Benahi Ketimpangan Infrastruktur dan Akses Pendidikan di Daerah 3T
Minggu, 12 April 2026 | 23:11 WIB
Foto: Fauzan Luthsa, Analis Geopolitik Eurasia Strategi Institute (Dokpri)/MARHAENIST.
Peta Baru Kekuasaan Kazakhstan Pasca-Referendum
Minggu, 12 April 2026 | 16:52 WIB
Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Minggu, 12 April 2026 | 13:37 WIB
Foto: Benediktus Aquino, Alumni GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Sabtu, 11 April 2026 | 22:02 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Gotong Royong dan Kolaborasi Dorong Wujudkan Masyarakat Adil Makmur

Marhaenist - Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP…

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD

Marhaenist.id, Situbondo — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Pancasila, Ramai Dibicarakan Sepi Diterapkan!

Marhaenist - Setiap menjelang dan pada hari lahirnya Pancasila, 1 Juni,  di…

Demokrasi Ditangan Jokowi: Tantangan Etika Politik dan Moralitas

Marhaenist.id - Dinamika politik Indonesia kembali memunculkan sorotan dengan berkembangnya situasi seputar…

Rezim Jokowi Sudah Jatuh Secara Moral dan De Facto

Tidak Diperlukan Lagi Pemilu, Tetapi Pemerintahan Transisi! Marhaenist.id - Walau sesungguhnya telah…

Inilah Awal Mula Isu Jokowi Ingin Rebut PDIP Dari Megawati

MARHAENIST - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesi Perjuangan (Sekjen PDIP) Hasto Kristiyanto…

Foto: Deodatus Sunda Se, Direktur Institut Marhaenisme 27 (Dokpri)/MARHAENIST

Reformasi Sigit dan Reformasi Kepolisian

Marhaenist.id - Beberapa waktu yang lalu, pasca momentum tragedi Agustus kelabu–bukti nyata…

Tegas Inginkan Persatuan, DPC GMNI Lubuklinggau Nyatakan Sikap Tak Hadiri Kongres GMNI di Bandung

Marhaenist.id, Lubuklinggau - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Teror Kepala Babi dan Tikus: Pembungkaman Jurnalisme Investigatif yang Kritik Terhadap Kekuasaan

Marhaenist.id - Terlihat beberapa bangkai tikus yang telah dipenggal sebagai bagian dari…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?