By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Pertanyakan Transparansi Impor, Ribuan Pick up Mahindra Sudah Tiba di Tanjung Priok
Ketika Kapital Nasional Menguat: Apakah Marhaen Ikut Bangkit?
DPP GMNI: LPDP Gagal Cetak Pejuang-Pemikir Bangsa, Rekrutmen dan Pembinaan Harus Dievaluasi Total
GMNI Palopo Anggap Polres Abai terhadap Dugaan Adanya Penyalahgunaan BBM Subsidi
Dugaan Perzinahan Seret Oknum Polisi di Halut, GMNI Minta Kapolres Lakukan Evaluasi dan Pembinaan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

DPP GMNI: LPDP Gagal Cetak Pejuang-Pemikir Bangsa, Rekrutmen dan Pembinaan Harus Dievaluasi Total

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Selasa, 24 Februari 2026 | 19:29 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Hizkia Rantung. Wakil Sekretaris DPP GMNI
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta –  Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem rekrutmen dan pembinaan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Desakan ini disampaikan menyusul polemik publik terkait perubahan kewarganegaraan anak dari penerima beasiswa negara.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP GMNI, Hizkia Rantung, menilai polemik tersebut tidak dapat dipandang sebagai persoalan personal semata.

Ia menyebut peristiwa itu sebagai alarm serius bagi negara dalam merancang sistem pembinaan kebangsaan.

“Ini bukan sekadar soal pilihan individu, tetapi indikator bahwa desain pembinaan kebangsaan dalam skema LPDP belum sepenuhnya kokoh,” ujar Hizkia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Menurut dia, negara melalui LPDP memikul mandat strategis untuk membangun sumber daya manusia unggul sebagai fondasi kedaulatan nasional.

Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya hak konstitusional sebagaimana diamanatkan Pasal 31 UUD 1945, melainkan juga instrumen pembentukan karakter dan orientasi kebangsaan.

Hizkia menilai, apabila negara membiayai pendidikan hingga ke pusat-pusat akademik dunia tanpa memastikan komitmen ideologis penerimanya tetap berpihak pada kepentingan nasional, maka yang perlu dievaluasi bukan hanya individu penerima beasiswa, tetapi juga arsitektur kebijakannya.

“Jika investasi publik ini tidak melahirkan pejuang-pemikir yang berkapasitas intelektual sekaligus setia pada proyek kebangsaan, maka ada yang keliru dalam desainnya,” tegasnya.

DPP GMNI berpandangan bahwa LPDP tidak boleh direduksi menjadi sekadar subsidi mobilitas global.

Program tersebut, kata Hizkia, merupakan investasi strategis bangsa yang dibiayai dari dana publik dan harus berorientasi pada kepentingan nasional jangka panjang.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam perspektif pembangunan bangsa, pendidikan merupakan alat perjuangan. Nasionalisme, lanjutnya, tidak berhenti pada identitas administratif, melainkan pada keberpihakan sadar dan konsisten terhadap tanah air.

Baca Juga:   Konflik Agraria di Kawasan Transmigrasi Kotabaru, DPP GMNI Soroti Dugaan Penyerobotan Lahan dan Kriminalisasi Warga

“Negara membangun pertahanan melalui militer, membangun kemandirian lewat ekonomi, dan membangun ketahanan jangka panjang melalui kualitas manusianya. Kalau dimensi kebangsaan ini melemah, kita menghadapi risiko kehilangan orientasi ideologis dalam pembangunan SDM,” katanya.

Atas dasar itu, DPP GMNI mendesak evaluasi total terhadap sistem seleksi dan pembinaan penerima LPDP.

Hizkia menyatakan bahwa seleksi tidak cukup hanya mengukur kecerdasan akademik dan kapasitas profesional, tetapi juga kedalaman integritas ideologis.

“Penguatan regulasi bukan pembatasan hak konstitusional. Justru ini langkah menjaga agar dana publik benar-benar melahirkan SDM unggul yang setia pada kepentingan nasional,” ujarnya.

GMNI menekankan bahwa Indonesia membutuhkan generasi yang mampu bersaing di tingkat global tanpa tercerabut dari akar kebangsaan.

Menurut Hizkia, kecerdasan harus berjalan beriringan dengan kesetiaan agar investasi strategis negara di bidang pendidikan tidak kehilangan makna ideologisnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Cahyono.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Pertanyakan Transparansi Impor, Ribuan Pick up Mahindra Sudah Tiba di Tanjung Priok
Selasa, 24 Februari 2026 | 22:09 WIB
Ketika Kapital Nasional Menguat: Apakah Marhaen Ikut Bangkit?
Selasa, 24 Februari 2026 | 20:53 WIB
GMNI Palopo Anggap Polres Abai terhadap Dugaan Adanya Penyalahgunaan BBM Subsidi
Selasa, 24 Februari 2026 | 19:26 WIB
Dugaan Perzinahan Seret Oknum Polisi di Halut, GMNI Minta Kapolres Lakukan Evaluasi dan Pembinaan
Selasa, 24 Februari 2026 | 15:22 WIB
Foto: Deodatus Sunda Se & S. Abraham Christian, Ketua dan Sekertaris DPD GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
GMNI DKI Jakarta Sampaikan Duka atas Meninggalnya Anak di Maluku, Desak Investigasi Transparan dan Reformasi Kultural Kepolisian
Selasa, 24 Februari 2026 | 05:40 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Rencana Perluas Perkebunan Sawit, Kader GMNI Kota Tangsel Kritik Presiden

Marhaenist.id, Tangsel – Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong perluasan perkebunan…

Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965

Marhaenist.id - Sejumlah dokumen kabel diplomatik Amerika soal tragedi 1965 kembali dibuka…

GMNI: KTT ASEAN Harus Menjiwai Doktrin Soekarno-Macapagal

Marhaenist - Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi pada Rabu pagi, 10…

Dua Tujuh Juli, Peristiwa Besar Yang Dikerdilkan

27 Juli menjadi semakin kerdil, lewat begitu saja dan seakan tak bermakna.…

Bung Karno: Roh dan Semangat Muda adalah Dasar Mencapai Tujuan

Marhaenist.id - Semangat juang tidak boleh mati dalam jiwa setiap pemuda. Roh…

Gelar Diskusi Bersama Para Pakar, GMNI Jaksel Bahas Otoritarianisme Legal: Antara Hukum dan Kekuasaan

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Ganjar: Jaga Perdamaian, Gunakan Hak Pilih Tanpa Takut Ditekan

Marhaenist.id, Klaten - Lapangan Merdeka di Delangu Klaten mendadak ramai, Rabu (07/02/2023)…

Masyarakat Rempang kembali Diserang, Banyak Korban Luka dan Kendaraan Dirusak

Marhaenist, Batam - Untuk kesekian kalinya, masyarakat Pulau Rempang menjadi korban kekerasan. Kali…

Empat Syarat untuk Menegakkan Demokrasi di Indonesia

Marhaenist.id, Jakarta - Terdapat 4 syarat yang harus terpenuhi agar demokrasi bisa…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?