By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Medan Darurat Sindikat Maling Motor: Dugaan Perencanaan Terorganisir yang Sudah Jadi Bisnis Rapi

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 25 Februari 2026 | 18:35 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Samuel Adrian Sihombing, Kader GMNI Kota Medan (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Belum genap sebulan yang lalu di tahun 2026, Polda Sumut kembali mengumumkan penangkapan sindikat curanmor residivis yang sudah puluhan kali beraksi, menjadi bukti nyata bahwa kejahatan pencurian sepeda motor di Medan telah berevolusi menjadi jaringan terencana dan berlapis.

Bukan kebetulan jika target utama adalah parkiran gereja, mesjid, minimarket, kampus dan rumah kos. Tapi inilah realitas pahit warga Medan akhir akhir ini, pencurian sepeda motor bukan lagi aksi oportunis, melainkan operasi yang terorganisir yang meresahkan ribuan masyarakat.

Medan bukan lagi kota yang “aman” bagi pemilik sepeda motor, tapi sudah menjadi playground sindikat curanmor. Pertanyaan nya bukan lagi “mengapa sering terjadi?”, melainkan “mengapa sindikat ini terus bangkit dan berjalan dengan lancar meski pelakunya sudah ditangkap berulang kali?”

Kita sudah masuk ke fase darurat sindikat curanmor terorganisir. Ini bukan lagi kejahatan oportunis atau “maling kelas kakap” yang bertindak sendirian. Pola yang sering berulang kali terjadi menunjukan adanya struktur organisasi, mulai dari tim survei yang memantau target selama berhari-hari, tim eksekusi yang ahli mematahkan stang atau memotong kunci dalam hitungan detik, hingga tim penada dan distribusi yang mengalirkan motor curian lintas kabupaten bahkan provinsi. Residivis yang berusia belasan tahun saja sudah mencatat puluhan aksi, menandakan rekrutmen dan pelatihan yang sistematis.

Mereka tidak takut ditangkap karena tahu hukuman sering ringan, remisi mudah, dan jaringan pendukung (penadah, bengkel modifikasi, pasar gelap) tetap utuh. Ini sudah level industri kriminal bukan lagi sekedar tindak pidana biasa.

Pada 17 Februari 2026, Mission Impossible Team (MIT) Subdit III Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Sumut berhasil menangkap dua residivis berusia 18 tahun, inisial RC dan IF, di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Penangkapan ini berawal dari laporan korban PN yang kehilangan motor pada 7 Februari 2026 di wilayah Polsek Medan Sunggal.

Baca Juga:   Diplomasi Kesehatan Indonesia di Masa Transisi Global Pasca Keluarnya AS Dari WHO

Kedua pelaku mengakui telah beraksi secara berulang di tiga wilayah: Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Langkat. Khususnya pelaku RC tercatat sudah melakukan puluhan kali aksi curanmor di ketiga daerah tersebut. Mereka merupakan residivis (pernah dipidana sebelumnya), dan dalam aksi terakhir ini terdapat pembagian peran: RC sebagai eksekutor utama, sementara IF berperan sebagai joki atau pendukung. Barang bukti yang diamankan meliputi dua unit sepeda motor, tiga handphone, serta pakaian dan barang pendukung lainnya.

Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh, secara tegas menyebut kasus ini sebagai “sindikat pelaku pencurian kendaraan bermotor lintas kabupaten dan kota yang sudah puluhan kali beraksi”.

Yang lebih mengkhawatirkan, pola ini menunjukkan kegagalan sistemik. Hukuman yang ringan bagi residivis, minimnya pengawasan pasca-bebas, serta lemahnya penegakan hukum terhadap penadah membuat “bisnis” ini tetap menguntungkan. Kalau satu sindikat dibongkar, biasanya muncul yang baru dalam waktu singkat, seperti hydra yang kepalanya dipotong tapi tumbuh lagi.

Medan memang sedang darurat sindikat curanmor. Bukan sekadar darurat kejahatan, tapi darurat ekonomi kriminal yang sudah terorganisir. Ini soal ekonomi ilegal yang mengancam stabilitas sosial kota. Kalau tidak ditangani serius dengan pendekatan komprehensif (pencegahan, penindakan tegas, pemutusan rantai pasok, dan pemulihan korban), sindikat motor ini akan terus berkembang jadi “perusahaan” yang semakin rapi dan sulit diberantas.

Jangan biarkan Medan kalah dari sindikat yang pelakunya masih berusia belasan tahun, tapi operasinya sudah seperti perusahaan mapan. Waktunya bertindak sekarang, sebelum motor kita, motor keluarga, atau motor tetangga menjadi korban berikutnya dalam bisnis rapi yang terus merajalela ini.

Medan berhak hidup aman, bukan was-was setiap memarkir kendaraan. Mari kita akhiri darurat ini bersama, dengan tindakan nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar razia sesaat atau janji kosong. Karena keamanan bukan hak istimewa, melainkan hak dasar setiap warga kota ini.***

Baca Juga:   Ijazah yang Cacat, Rekam Akademik yang Tak Lagi Menyelamatkan

Penulis: Samuel Adrian Sihombing, Kader GMNI Kota Medan sekaligus Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Katolik Santo Thomas Medan.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Rabu, 15 April 2026 | 14:58 WIB
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Rabu, 15 April 2026 | 14:13 WIB
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Selasa, 14 April 2026 | 20:54 WIB
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan
Selasa, 14 April 2026 | 19:26 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Paulus Yohanes Yorit Poni, Dari Penjaga Kantor Partai Menuju DPRD Manggarai Timur

Marhaenist.id, Manggarai Timur - Sebuah peristiwa sejarah bagi seorang anak muda sederhana…

Marhaenist.id: Gus, Ahlak Lebih Mulia dari Pada Ilmu

Marhaenist.id - Sunhaji (38), Penjual Es Teh keliling viral karena diledek atau…

Penjarahan & Anarkisme: Berdasarkan Narasi Rakyat vs Narasi Negara

Marharnist.id - (Pengantar) Kekerasan massa (termasuk penjarahan oleh segelintir orang) kerap muncul…

Islamisme dan Komunisme, Haji Misbach 1925

Marhaenist - Apabila kita berbicara mengenai Islam dan Komunisme di Indonesia, kita…

Kapitalisme Menurut Karl Marx, Che Guevara, dan Bung Karno

Marhaenist.id - Dari penelusuran Asisten IA, yakni Miscrosoft Copilot, Kapitalisme adalah sistem…

Waketum DPP GMNI: Sugiono Punya Modal Lengkap Pimpin Menko PMK

Marhaenist.id, Jakarta — Di tengah menguatnya isu reshuffle kabinet, nama Sugiono kian…

Pahlawan Soeharto dan Negara Amnesia

Marhaenist.id - "Perjuangan manusia melawan kekuasaan adalah perjuangan ingatan melawan lupa." Ungkapan…

Save Raja Ampat? Gugat Kolonialisme Ekologis, Kembalikan Kedaulatan ke Tanah Papua!

Marhaenist.id - Di ujung timur Indonesia, tersembunyi sebuah mahakarya alam yang kerap…

Selamat Datang di “AI New Normal”

Marhaenist.id - Ketika membaca Penyambung Lidah Rakyat (PLR), penulis melihat cover belakang…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?