By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Teguhkan Marhaenisme, PPAB III Komisariat Bung Tomo Manajemen Konsolidasikan Gerakan Perubahan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Foto: Adi Maliano, Ketua DPP GMNI Bidang ESDM Saat Berorasi bersama DPP GMNI di Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Ekspansi tambang nikel di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, kian memperlihatkan dampak nyata yang merugikan masyarakat lokal.

Di balik narasi besar hilirisasi dan transisi energi, warga justru menghadapi tekanan serius: kehilangan ruang hidup, rusaknya lingkungan, serta terpinggirkannya hak atas tanah dan sumber daya alam.

Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan sikap tegas untuk bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa.

Langkah ini diambil sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi oligarki tambang yang dinilai semakin masif di wilayah tersebut.

Ketua DPP GMNI Bidang ESDM, Adi Maliano, menyebut kondisi di Routa sebagai gambaran nyata praktik kapitalisme ekstraktif di Indonesia.

“Ini bukan lagi soal pembangunan, ini perampasan. Rakyat Routa dipaksa mundur, sementara korporasi maju tanpa batas,” tegasnya, Rabu (15/4/2026).

Ia menyoroti bahwa aktivitas pertambangan di wilayah tersebut dikendalikan oleh korporasi besar, salah satunya PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), yang merupakan bagian dari jaringan Merdeka Battery Materials di bawah grup Merdeka Copper Gold.

Menurutnya, pola kerja oligarki tambang berlangsung secara sistematis.

“Oligarki tambang bekerja rapi: mereka menguasai izin, menguasai lahan, dan menguasai keuntungan. Rakyat hanya mewarisi kerusakan,” lanjut Adi.

GMNI juga menilai bahwa narasi “hilirisasi” yang selama ini digaungkan pemerintah telah mengalami distorsi dan cenderung dijadikan tameng politik untuk mempercepat eksploitasi sumber daya alam tanpa pengawasan yang memadai.

“Jika rakyat miskin di tanah yang kaya, itu bukan keberhasilan—melainkan kegagalan negara,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, DPP GMNI Bidang ESDM menyatakan sikap sebagai berikut:

  • Bergabung dalam Koalisi Save Routa
  • Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap izin tambang
  • Menuntut penghentian operasi yang merusak lingkungan
  • Mendorong pemulihan hak-hak masyarakat terdampak
  • Mengembalikan kedaulatan sumber daya alam sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945
Baca Juga:   GMNI Desak Kejari segera Tersangkakan Pelaku Tambak Udang di Bengkalis

Adi Maliano menegaskan bahwa sikap ini merupakan pilihan ideologis dan keberpihakan organisasi.

“Ini adalah pilihan sikap: berdiri bersama rakyat atau menjadi bagian dari sistem yang menindas. GMNI memilih melawan,” tutupnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Rabu, 20 Mei 2026 | 15:32 WIB
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:23 WIB
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Selasa, 19 Mei 2026 | 18:30 WIB
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB
Teguhkan Marhaenisme, PPAB III Komisariat Bung Tomo Manajemen Konsolidasikan Gerakan Perubahan
Senin, 18 Mei 2026 | 23:28 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Gelar PPAB Ke 3, DPK GMNI FISIP UHO Kendari Berharap Lahirkan SDM yang Berkualitas

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

DPP GMNI: LPDP Gagal Cetak Pejuang-Pemikir Bangsa, Rekrutmen dan Pembinaan Harus Dievaluasi Total

Marhaenist.id, Jakarta -  Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

GMNI Desak Kejari segera Tersangkakan Pelaku Tambak Udang di Bengkalis

Marhaenist.id, Bengkalis - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

GMNI Penajam Paser Utara Nilai Pilkada DPRD Langgar Putusan MK dan Legalkan Politik Dagang Sapi

Marhaenist.id, Penajam Paser Utara - Wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan…

Benarkah Koperasi Desa Merah Putih Butuh Mobil Pick Up?

Marhaenist.id - Rencana pengadaan 105.000 mobil pick up untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah…

Perajin membersihkan kedelai di salah satu rumah industri di Jakarta, Kamis (6/10). Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Gakopindo) Aip Syarifuddin mengatakan kenaikan harga kedelai impor satu bulan terakhir rata-rata berada di kisaran Rp6.900 - Rp7.000 per kilogram di tingkat koperasi yang sebelumnya Rp6.300 - Rp6.500 sedangkan harga di pasaran lebih tinggi yakni Rp10.597 per kilogramnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pras/16.

Pemerintah Berikan Subsidi Kedelai Rp1.000 Hingga Akhir Tahun

Marhaenist - Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang program subsidi kedelai sebesar Rp1.000 per…

Sikapi Unras Kawal Putusan MK Atas UU PKPU Diberbagai Daerah, Komnas HAM Desak Aparat Tidak Gunakan Kekerasan

Marhaenist.id, Jakarta- Komnas HAM mencermati bahwa gelombang aksi Unjuk Rasa (Unras) yang terjadi…

Bayu Sasongko: Jika Laut Diberi Harga, Siapa yang Menguasai Dunia?

Marhaenist.id, Singapura — Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan menegaskan bahwa negaranya tidak…

Konfercab Ke-I GMNI Kotawaringin Timur, Momentum Regenerasi dan Kebersamaan

Marhaenist.id, Kotawaringin Timur - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?