By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Malaka Strait: Kebangkitan Ekonomi Indonesia
Talkshow Kartini Hari Ini, GERAK Jakarta: Perempuan Bisa Memimpin, Ruang Publik Harus Aman
Persatuan GMNI se-Indonesia: Belajar dari Konferda Persatuan GMNI Sulbar
Masyarakat Loloda Utara Keluhkan Tarif Angkutan Naik, GMNI Halut Ingatkan Pemda Jangan Diam
GMNI Bukan Milikmu: Kritik Sunyi dari Kader Akar Rumput

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Teror Kepala Babi dan Intimidasi Terhadap Pers

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 21 Maret 2025 | 16:45 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Apriansyah, Kader GMNI Kota Tangsel/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Kita hidup di era di mana pertarungan ideologi dan kepentingan material tidak lagi tersamar dari balik layar. Kejadian pengiriman paket berisi kepala babi ke kantor Tempo pada Rabu, 19 Maret 2025, jika benar merupakan sebuah bentuk intimidasi, maka ini bukan hanya soal simbol kekerasan, melainkan cerminan dari permainan kekuasaan yang selalu berusaha membungkam suara-suara yang menantang status quo.

Aksi teror ini, yang ditujukan kepada seorang jurnalis yang selalu berani menyuarakan kebenaran, merupakan salah satu bentuk perlawanan terhadap kekuatan yang merasa terancam oleh eksposur realitas yang menyakitkan.

Setiap bentuk intimidasi terhadap pers harus kita pahami dalam konteks hubungan antara kekuatan dan struktur sosial. Dibalik setiap tindakan represif, terdapat kepentingan ekonomi dan politik yang ingin mempertahankan dominasi mereka.

Ketika pers, sebagai “pilar keempat demokrasi”, mulai membuka ruang bagi kritik dan pengawasan, para elit yang telah nyaman dengan kekuasaan mereka merasa terpojok. Mereka pun menggunakan berbagai cara baik yang halus maupun yang brutal untuk mengekang kebebasan berekspresi, sehingga kebenaran tidak sempat mengusik tatanan yang telah mereka rakit.

Dari sudut pandang teori politik, tindakan-tindakan seperti ini bisa dipahami sebagai upaya mempertahankan hegemoni yakni dominasi satu kelompok terhadap kelompok lainnya melalui pengendalian informasi.

Ketika kekuasaan merasa terganggu oleh kritik yang terus mengalir, mereka kerap menggunakan simbol-simbol kekerasan untuk menakut-nakuti dan menciptakan iklim ketakutan. Ini bukan saja soal membungkam satu suara, tetapi upaya untuk menyegel ruang publik agar tidak ada lagi alternatif narasi yang bisa menggerakkan perubahan sosial.

Pengalaman sejarah mengajarkan bahwa kekuasaan selalu mencari cara untuk mempertahankan eksistensinya, meskipun harus melalui tindakan yang tidak manusiawi. Pers yang berani menggali dan mengungkap fakta merupakan ancaman bagi kekuatan yang sudah mapan.

Baca Juga:   Pilkada Lewat DPRD, Bentuk Perampasan Hak Rakyat untuk Berdaulat Secara Politik

Masing-masing insiden baik yang berupa kiriman kepala babi atau pembakaran rumah wartawan adalah potongan dari gambaran besar tentang bagaimana sistem beroperasi untuk mengamankan kepentingannya.

Dalam gelombang informasi yang terus bergerak, kita harus belajar untuk melihat lebih jauh daripada permukaan peristiwa. Kita perlu menyadari bahwa setiap simbol teror yang muncul adalah gambaran nyata dari pertarungan antara kekuatan yang ingin mempertahankan dominasi dan mereka yang berani menyuarakan kebenaran.

Jika kita membiarkan intimidasi seperti ini berjalan tanpa perlawanan, maka suara kebenaran akan semakin terkekang.***


Penulis: Apriansyah Wijaya, Kader DPC GMNI Kota Tangerang Selatan, Aktivis Komite Mahasiswa dan Pemuda Anti Kekerasan.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Malaka Strait: Kebangkitan Ekonomi Indonesia
Rabu, 29 April 2026 | 21:09 WIB
Talkshow Kartini Hari Ini, GERAK Jakarta: Perempuan Bisa Memimpin, Ruang Publik Harus Aman
Selasa, 28 April 2026 | 14:52 WIB
Momentum Konferda Persatuan GMNI Sulbar, nampak dua Ketua DPD GMNI Sulbar demisioner bersama dengan Ketua dan Sekretaris terpilih sambil memegang bendera (Dok. GMNI Sulbar)/MARHAENIST.
Persatuan GMNI se-Indonesia: Belajar dari Konferda Persatuan GMNI Sulbar
Senin, 27 April 2026 | 22:22 WIB
Masyarakat Loloda Utara Keluhkan Tarif Angkutan Naik, GMNI Halut Ingatkan Pemda Jangan Diam
Senin, 27 April 2026 | 18:09 WIB
GMNI Bukan Milikmu: Kritik Sunyi dari Kader Akar Rumput
Senin, 27 April 2026 | 09:36 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Foto:

IUP bagi Perguruan Tinggi Menyalahi Tridharma Perguruan Tinggi

Marhaenist.id - Setelah sebelumnya ormas keagamaan mendapat karpet merah dalam pengajuan Izin…

DPP GMNI Dorong Hilirisasi Adil dan Berkelanjutan untuk Bangsa

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Selamatkan Demokrasi: DPC GMNI Jeneponto Desak Usut Tuntas Teror Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrien Yunus

Marhaenist.id, Jeneponto – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI)…

Bangkitnya Massa Marhaen Penentu Kemenangan Ganjar

Banyak kalangan dari kaum Nasionalis menilai bahwa transisi kepemimpinan kali ini punya…

Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual

Marhaenist.id, Palu — Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Palu, Sahrul…

Kampus sebagai Arena Produksi Kesadaran: Riset, Marhaenisme, dan Perlawanan terhadap Kapitalisme

Marhaenist.id - Kampus tidak pernah netral. Ia merupakan bagian integral dari struktur…

Ekonomi Rakyat dan Pasar Modal, Bayu Sasongko: Tafsir Marhaenisme Atas IHSG

Marhaenist.id, Semarang – Pengamat Budaya Ekonomi Geopolitik Nusantara, Bayu Sasongko, menilai gejolak…

DPD PA GMNI Jakarta Raya Bakal Gelar Diskusi Publik Edisi Khusus Pra-Konferda V

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

GMNI Jakarta Selatan Bedah Pemikiran Tan Malaka dan Soekarno dalam Dialog Sejarah dan Ideologi

Marhaenist.id, Jakarta — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan kembali menunjukkan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?