By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Talkshow Kartini Hari Ini, GERAK Jakarta: Perempuan Bisa Memimpin, Ruang Publik Harus Aman
Persatuan GMNI se-Indonesia: Belajar dari Konferda Persatuan GMNI Sulbar
Masyarakat Loloda Utara Keluhkan Tarif Angkutan Naik, GMNI Halut Ingatkan Pemda Jangan Diam
GMNI Bukan Milikmu: Kritik Sunyi dari Kader Akar Rumput
Kelas Menengah Diperas Biaya Hidup: Stabilitas yang Menipu

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Persatuan GMNI se-Indonesia: Belajar dari Konferda Persatuan GMNI Sulbar

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 27 April 2026 | 22:22 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Momentum Konferda Persatuan GMNI Sulbar, nampak dua Ketua DPD GMNI Sulbar demisioner bersama dengan Ketua dan Sekretaris terpilih sambil memegang bendera (Dok. GMNI Sulbar)/MARHAENIST.
Momentum Konferda Persatuan GMNI Sulbar, nampak dua Ketua DPD GMNI Sulbar demisioner bersama dengan Ketua dan Sekretaris terpilih sambil memegang bendera (Dok. GMNI Sulbar)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sebagai organisasi kader pejuang-pemikir pejuang memiliki sejarah panjang dalam menjaga nilai persatuan, ideologi, dan keberpihakan terhadap rakyat. Namun dalam beberapa tahun terakhir, dinamika internal organisasi di berbagai daerah kerap diwarnai oleh perpecahan, dualisme kepemimpinan, hingga tarik-menarik kepentingan yang justru menjauhkan GMNI dari cita-cita besarnya sebagai rumah perjuangan kaum marhaenis.

Di tengah situasi tersebut, Konferensi Daerah (Konferda) Persatuan GMNI Sulawesi Barat (Sulbar) menjadi contoh penting bagaimana semangat persatuan dapat diwujudkan secara nyata. Konferda ini bukan hanya sekadar agenda organisasi, melainkan momentum rekonsiliasi, konsolidasi, dan peneguhan kembali bahwa GMNI harus berdiri di atas kepentingan kader, bukan kepentingan kelompok tertentu.

Salah satu pelajaran paling berharga dari Konferda Persatuan GMNI Sulbar adalah keberanian untuk menempatkan organisasi pada jalurnya yang benar. Di Sulbar, para alumni dan senior tidak lagi masuk mengurusi GMNI secara langsung. Mereka memilih untuk memberi ruang kepada kader aktif menjalankan roda organisasi secara mandiri dan bertanggung jawab.

GMNI Sulbar secara tegas meminta para alumni dan senior agar fokus di ruang pengabdian masing-masing baik di pemerintahan, dunia akademik, profesi, maupun ruang sosial kemasyarakatan tanpa melakukan intervensi terhadap dinamika internal organisasi. Sikap ini menjadi langkah dewasa yang patut diapresiasi, karena organisasi kader harus dipimpin oleh kader, dibesarkan oleh kader, dan dipertanggungjawabkan oleh kader.

Keputusan untuk membatasi intervensi eksternal tersebut terbukti membawa dampak positif. Konferda Persatuan GMNI Sulbar berjalan lancar, kondusif, dan penuh semangat kebersamaan. Tidak ada dominasi kepentingan pribadi maupun kelompok senior tertentu yang berusaha mengendalikan arah organisasi. Yang hadir adalah semangat kolektif untuk menyatukan kembali GMNI sebagai alat perjuangan ideologis.

Baca Juga:   Pertumbuhan Ekonomi Yang Menyisakan Luka Sosial dan Ekologis

Fenomena ini patut menjadi refleksi bagi GMNI di seluruh Indonesia. Tidak sedikit persoalan organisasi justru muncul karena terlalu besarnya campur tangan pihak di luar struktur aktif organisasi. Ketika alumni atau senior terlalu dalam mengendalikan proses kaderisasi dan kepemimpinan, maka independensi organisasi menjadi terganggu. Kader muda kehilangan ruang belajar, kehilangan keberanian mengambil keputusan, bahkan kehilangan kemandirian politik organisasi.

Padahal, tugas utama alumni seharusnya adalah menjadi penopang moral, pemberi nasihat ketika dibutuhkan, serta membuka ruang-ruang strategis bagi kader muda untuk berkembang bukan menjadi pengendali utama organisasi. Organisasi mahasiswa harus tetap menjadi laboratorium kepemimpinan yang sehat, bukan arena reproduksi kekuasaan kelompok tertentu.

Konferda Persatuan GMNI Sulbar mengajarkan bahwa persatuan tidak lahir dari paksaan, melainkan dari kesadaran kolektif untuk menempatkan kepentingan organisasi di atas ego personal. Persatuan juga membutuhkan keberanian untuk membangun batas yang sehat antara kader aktif dan alumni, antara ruang perjuangan mahasiswa dan ruang pengabdian senior.

Jika semangat ini dapat ditiru oleh seluruh DPD dan DPC GMNI se-Indonesia, maka bukan tidak mungkin GMNI akan kembali menjadi kekuatan ideologis yang solid, progresif, dan relevan dalam menjawab tantangan zaman. Persatuan bukan sekadar slogan, tetapi keputusan politik organisasi yang harus diperjuangkan bersama.

GMNI harus kembali pada jati dirinya: organisasi kader, organisasi perjuangan, dan organisasi yang berdiri tegak tanpa intervensi kepentingan sempit. Dari Sulbar, kita belajar bahwa persatuan itu mungkin, asal semua pihak mau menahan ego dan mengutamakan masa depan organisasi.***


Catatan Redaksi, Ditulis Oleh La Ode Mustawwadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Talkshow Kartini Hari Ini, GERAK Jakarta: Perempuan Bisa Memimpin, Ruang Publik Harus Aman
Selasa, 28 April 2026 | 14:52 WIB
Masyarakat Loloda Utara Keluhkan Tarif Angkutan Naik, GMNI Halut Ingatkan Pemda Jangan Diam
Senin, 27 April 2026 | 18:09 WIB
GMNI Bukan Milikmu: Kritik Sunyi dari Kader Akar Rumput
Senin, 27 April 2026 | 09:36 WIB
Kelas Menengah Diperas Biaya Hidup: Stabilitas yang Menipu
Minggu, 26 April 2026 | 17:00 WIB
Gelar Halal Bihalal, PA GMNI Serukan Penguatan Karakter dan Gotong Royong Hadapi Tekanan Global
Minggu, 26 April 2026 | 13:51 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Kasus Raya: Alarm Keras untuk Indonesia

Marhaenist.id - Raya adalah seorang bocah 4 tahun asal Sukabumi, harus meregang…

Akar Desa Indonesia Sayangkan Debat Cawapres Jadi Panggung Sindiran dan Minim Solusi Permasalahan Desa

Marhaenist.id, Jakarta - Debat kandidat calon wakil presiden yang kedua menjadi ujian kelayakan bagi…

Didukung Alumni GMNI, Ganjar Tegaskan Siap Bergerak Bersama Rakyat

Marhaenist.id, Jakarta - Ikatan keluarga besar alumni dan aktivis yang tergabung dalam…

Ketua PA GMNI: Transisi Demokrasi Tak Boleh Mundur ke Era Sebelum Reformasi

Marhaenist.id, Jakarta - Ketua Umum DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Demokrasi Ditangan Jokowi: Tantangan Etika Politik dan Moralitas

Marhaenist.id - Dinamika politik Indonesia kembali memunculkan sorotan dengan berkembangnya situasi seputar…

Jalan Pulang Pemuda Desa Menuju Kedaulatan Pangan Nasional

Marhaenist.id - Di balik hamparan sawah hijau di Dusun Alas Kebong, Desa…

Banyaknya Kepentingan di Balik Perpanjangan Kenaikan HET Beras

Marhaenist.id, Jakarta - Keputusan pemerintah melanjutkan relaksasi harga eceran tertinggi (HET) beras…

Gelar FDG, DPD PA GMNI Jakarta Raya Dorong Pemprov Lakukan Reforma Agraria Perkotaan

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Pernyataan Sikap SP-NTT: Polemik Geothermal Flores-Lembata dan Polemik Investasi di Pulau Padar Taman Nasional Komodo

Marhaenist.id, Jakarta - Serikat Pemuda Nusa Tenggara Timur (SP-NTT) menilai gempuran investasi…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?