By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Infokini

Akar Desa Indonesia Sayangkan Debat Cawapres Jadi Panggung Sindiran dan Minim Solusi Permasalahan Desa

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Rabu, 24 Januari 2024 | 23:37 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Ketua Umum Akar Desa Indonesia, Rifqi Nuril Huda/Marhaenis.id.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Debat kandidat calon wakil presiden yang kedua menjadi ujian kelayakan bagi para kandidat dalam menunjukkan kedalaman pengetahuan sekaligus kematangan sikap kepada calon pemilih untuk menentukan pilihan pada 14 Februari mendatang.

Namun, dalam debat keempat Pemilihan Presiden 2024, Minggu (21/1/2024) malam, strategi provokasi emosi masih cenderung mendominasi sehingga menimbulkan nilai mengaburkan substansi yang justru krusial untuk disimak.

Debat yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center pada Minggu malam itu bertema pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup, sumber daya alam dan energi, pangan, agraria, masyarakat adat, dan desa.

Di awal segmen, semua kandidat cawapres, Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD, relatif fokus pada substansi debat dan banyak saling sindir. Misalnya, cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, menyinggung implisit penguasaan ratusan ribu hektar lahan oleh salah seorang warga yang berbanding terbalik dengan kepemilikan lahan oleh petani lokal.

Topik yang sama juga sempat ditanyakan capres nomor urut 1, Anies Baswedan, kepada Prabowo Subianto pada debat capres sebelumnya.

Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD, juga membahas kontra narasi kebijakan mewujudkan kedaulatan pangan di rezim pemerintahan Presiden Jokowi. Di tengah masih besarnya impor pangan, menyusutnya jumlah petani, tetapi nilai subsidi pupuk kian tinggi.

Dalam konteks itu, Mahfud mengatakan Program Food Estate juga bermasalah.

”Food Estate gagal dan merusak lingkungan, yang benar saja. Rugi dong kita?,” ujar Mahfud.

Saat segmen pendalaman visi dan misi, cawapres nomor urut 2, Gibran, mulai menyerang kandidat lain. Saat menanggapi jawaban Muhaimin atas pertanyaan panelis soal dampak perubahan iklim & ketersediaan pangan, misalnya, Gibran menyebut Muhaimin menjawab dengan melihat catatan.

Baca Juga:   Presiden FIFA Minta Persiapan Piala Dunia U-20 Ditangani Secara Profesional

”Enak banget ya, Gus, jawabnya sambil baca catatan,” katanya.

Saat menjawab pertanyaan panelis soal subtema desa, Muhaimin membuka kalimatnya dengan menyatakan dirinya membuat sedikit catatan.

”Yang penting bukan catatan MK (Mahkamah Konstitusi),” ujarnya.

Pada segmen yang sama, Gibran membalas pernyataan Muhaimin.

”Nah, gitu dong, Gus. Jangan terlalu tegang kayak debat cawapres kemarin,” ucap Gibran.

Ketua Umum Akar Desa Indonesia, Rifqi Nuril Huda, melihat debat keempat capres/cawapres menjadi antiklimaks. walaupun diawal segmen semua calon wakil presiden tampil baik, ada kandidat yang selanjutnya cenderung berfokus pada provokasi emosi calon yang lainnya, sehingga menimbulkan saling terpancing situasi tersebut.

“Padahal, masyarakat desa mengharapkan debat yang lebih substantif dan mampu menjawab permasalahan yang ada di desa. Mulai dari akses pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan hingga keterlibatan pemuda dalam mengisis partisipasi ruang perencanaan di desa seperti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrembangdesa). apalagi tema desa sangat penting dan ditunggu bagi masyarakat desa, terutama generasi muda desa,” ucapnya.

Menurut Rifqi, dalam debat cawapres pada hari minggu lalu narasi saling serang yang dilakukan oleh para calon wakil presiden bukannya tidak boleh, tetapi malam itu terkesan mengurangi substansi pembahasan tema debat. Dan ada kecenderungan tujuan debat dimanfaatkan untuk potong memotong video sebagai bahan viral di media sosial pasca debat.

“Akibatnya, narasi yang muncul dalam debat tidak koheren. Padahal, dengan melihat data jumlah wilayah administrasi berbasis desa sekitar 74.000, harusnya para calon wakil presiden menyuguhkan kepada masyarakat desa terkhusus generasi muda desa dengan penyampaian bagaimana solusi atas permasalahan desa hingga formulasi tata kelola desa di seluruh Indonesia. Sehingga, masyarakat desa tau mana calon presiden yang berkomitmen dengan masyarakat desa untuk membangun desa,” ujar Rifqi.**

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Selasa, 21 April 2026 | 22:17 WIB
Ilustrasi Gambar tentang "Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan" karya Noufal Hanif (Desain AI)/MARHAENIST.
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Selasa, 21 April 2026 | 20:10 WIB
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Selasa, 21 April 2026 | 10:25 WIB
Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Indonesia Menggugat, DPC GMNI Jakarta Timur: Api Perjuangan Ermanto Usman Tidak Boleh Padam

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Survei Negara Paling Bahagia dan Paradoks Indonesia

Marhaenist.id - besar manusia Indonesia di panggung global hari ini terperangkap dalam…

DPC GMNI Binjai Soroti Dugaan Mark Up Dana Rutin di Dinas Kesehatan Kota

Marhaenist.id, Binjai - Kasus dugaan pemotongan dana rutin yang mencuat dibeberapa Organisasi…

Reshuffle Kabinet, Ugal-Ugalan Diakhir Masa Jabatan

MARHAENIST - Belum hilang hiruk-pikuk seputar pengunduran diri secara mendadak dari Ketua…

Tiga Ormek Cipayung Blitar Bantah Ikut-ikutan Dalam Audiensi FMR Dengan Kapolres Blitar

Marhaenist.id, Blitar - Tiga organisasi ekstra kampus (Ormek) di Blitar membantah soal…

Lima Variabel yang Menentukan Cepat Lamanya Perang Israel dan AS melawan Iran

Marhaenist.id - Perang Israel dan AS melawan Iran akan memasuki minggu kedua.…

Suharto dan Gelar Pahlawan: Penghargaan atau Penghinaan bagi Sejarah?

Marhaenist.id - Soeharto, nama yang sudah menjadi sebuah monumen yang terbuat dari…

Kembalikan Kedaulatan Aggraria di Desa Pamboborang

Marhsenist.id - Kedaulatan agraria adalah suatu kondisi di mana suatu negara, khususnya…

Diduga Kuat Dikriminalisasi, Inilah Kejanggalan Kasus Hukum Ibu Guru Supriyani!

Marhaenist.id - Kasus dugaan kriminalisasi seorang guru honorer di Kecamatan Baito sontak…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?