By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Jelang Konfercab GMNI Purwokerto 2026, Eks Ketua DPK GMNI Humaniora UMP Tekankan Tiga Pilar Regenerasi
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Artikel

Memahami KLB GMNI Medan dan Manuvernya di Politik Dualisme GMNI Tahun 2020

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 30 Juni 2025 | 14:19 WIB
Bagikan
Waktu Baca 9 Menit
Bendera GMNI/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Ditahun 2016, GMNI dirundung perpecahan karena adanya Kongres Luar Biasa (KLB) di Kota Medan yang dilaksanakan di Hotel Candy dan memilih Wonder sebagai Ketua dan Turedo Simbolon sebagai Sekretaris Jenderal.

KLB GMNI di Kota Medan adalah upaya untuk menggeser posisi hasil Kongres Sikka yang memilih Crisman Damanik dan Pius Fahik Bria sebagai pemimpin GMNI yang sah.

Kilas Sejarah KLB GMNI Medan

KLB GMNI Medan dilahirkan ditahun 2016 di Medan untuk mendelegitimasi kepemimpinan Crisman Damanik dan Pius Faik Bria. Kepemimpinan KLB GMNI Medan dianggap dilegal karena dibuat oleh orang-orang yang ada diluar DPC atau bukan mewakili mereka secara sah.

Dizaman itu KLB GMNI Medan mulai membentuk kepemimpinan didaerah dan memilik dibeberapa cabang dengan nama BARKERCAB atau Badan Kerja Cabang. Kini cabang-cabang tersebut mencari aman untuk menyatu pada salah satu GMNI yang dualisme akibat dari perpecahan di kongres Ambon.

Peta Pemain Isu KLB GMNI Medan

Dalam perjalanannya sebelum KLB GMNI Medan terlaksana, ada okmum-okmun yang memainkan issu itu seakan akan medelegitimasi kepemimpinan hasil Kongres GMNI di Kabupaten Sikka. Inilah okmun-okmun pemain issu KLB Medan:

1. Helmud Hector Simamora/mantan ketua DPC GMNI Bandung. Pada kongres XVIII di Blitar maju sebagai sekjend tetapi kalah. Pada kongres XIX di Sikka 2015 mau maju ketua tapi tidak dapat dukungan. Karena Chrisman dan Pius terpilih secara aklamasi sbg ketua dan sekjend Presideum GMNI. Helmud Dekat dengan Priston dan Fidelis Giawa. Beberapa waktu terakhir disupport Pamriadi yang kecewa terhadap Abdy Yohana/Sekretaris DPD PDIP Jabar. Helmud Punya barisan Sekretaris DPC GMNI Bandung, bung Danu dan komisariat Universitas Pasundan. Sedangkan Bung Fahmi sebagai Ketua DPC dan komisariat lainnya tidak setuju KLB.

2. Wonder Nainggolan/mantan sekretaris DPC GMNI Jakarta (sebelum pemekaran). Berambisi jadi presidium sejak kongres Blitar. Tidak didukung DPC GMNI Jakarta Timur‎ sehingga memainkan anak-anak komisariat dalam isu KLB. Sampai akhirnya menekan Sarinah Yohana/ketua DPC GMNI Jakarta Timur untuk mundur diri ketua DPC.
CATATAN: Helmud Hector dan Won‎der Nainggolan telah difasilitasi oleh seorang alumni GMNI dan Ahmad Rofiq (sekjend Perindo) untuk dapat DANA dari Hary Tanoesoedibjo (Ketua Umum partai PERINDO) untuk pembiayaan hotel dan tiket. Sehingga KLB nanti akan diarahkan untuk merubah LOGO GMNI dari banteng ke ganesha.

Baca Juga:   Etika Negara Demokrasi: Ketika Kekuasaan Harus Tunduk pada Kepercayaan Rakyat

3. Natalis Lapang Wada/‎mantan ketua DPC GMNI Samarinda. Berambisi jadi presidium sejak kongres Blitar. Pengurus REPDEM Kaltim. Dibina oleh Nanda Emira Moeis (sekretaris DPD PDIP Kaltim). Pada konfercab 2016 GMNI Samarinda, barisan Natalis kalah dalam konfercab.

4. Efendi Kardo Naibaho/GMNI Komisariat UNIKA Medan. Dalam konfercab Medan tidak terpilih. Dan bersama bung Lorensa Sianturi mengaku-ngaku sbg Ketua dan sekretaris DPC GMNI Medan. Efendi Kardo Nainggolan alias Black pernah melakukan pemalsuan tandatangan SK presidium GMNI bersama Turedo (mantan ketua korda GMNI Sumut yang telah dinonatktifkan) dlm rangka mempermulus pencairan dana bansos yang menjerat mantan Gubernur Sumut Gatot. Mereka berdua telah dipecat saat Kongres Sikka.

5. Desta Lesmana/mantan sekretaris DPC GMNI Bogor. Pada konfercab GMNI Bogor mau maju sebagai ketua tetapi kalah. Akhirnya membuat sempalan dan mengklaim diri sebagai ketua DPC GMNI Bogor Raya. Dibina oleh Advokat Sugeng Teguh Santosa

6. Dimas/mengklaim sbg Ketua DPC GMNI Surabaya Perjuangan (sempalan). Berkepentingan untuk isu KLB untuk mendapatkan legitimasi. Dimas cs dibina oleh namanya Budi Tandes

7. Kevrent Sidabutar/mantan pengurus DPC GMNI Manado yang dibina oleh alumni bernama Markus Wantania dan Sonny Pankey yang sakit hati krn dipecat oleh James Sumendap/Bupati Minahasa Tenggara. Kevrent dibantu oleh Rangga (sekretaris BMI Sulawesi Utara) dan Alvin Sumual (Ketua GMNI Manado Sempalan). Kevren dan Alvian selama ini mendukung isu KLB dgn memuat berita KLB di media online di Sulut secara massif. Mereka mengarahkan kader GMNI Manado yang tinggal di Jakarta yang bernama Richard Bimbing dan Immanuel Marsion beserta beberapa orang anggota GMNI Manado yang tinggal di Jakarta untuk ikut KLB. Selanjutnya akan diklaim sebagai DPC GMNI Manado, Minahasa Utara, Sangihe, Tomohon, Bitung, Kotamubagu, Minahasa dan Gorontalo.

Baca Juga:   Bung Karno Bukanlah Komunisme!

Calon Peserta KLB GMNI Medan

1. Komisariat Hukum UKI yang diklaim sebagai DPC GMNI Jakarta Timur. Selanjutnya akan diklaim juga sebagai DPC GMNI Jakarta Pusat, Selatan dan Barat.

2. Desta Lesmana yang mengaku sebagai ketua DPC GMNI Bogor Raya beserta anak komisariat DPC GMNI Bogor yang pro Desta Lesmana.

3. Komisariat Universitas Pasundan dipimpin oleh sekretaris DPC GMNI Bandung‎, bung Danu dan Klaim sebagai DPC GMNI Bandung.

4. Komisariat UNIKA yang dipimpin oleh Efendi Kardo Naibaho dan Lorenza Sianturi yang mengklaim sebagai ketua dan sekretaris DPC GMNI Medan.

5. Beberapa anggota GMNI dari beberapa daerah yang KALAH dalam konfercab‎. Seperti dari Ambon, Manado, Malang, Pontianak dan Palangkaraya.

6. Beberapa daerah yang tiba-tiba ada DPC GMNI seperti Gresik, Mojokerto dll.

7. DPC Caretaker yang mau kena sanksi organisasi karena tidak dapat menjalankan tugas organisasi shingga perlu ambil jalan selamat lewat KLB. Seperti DPC GMNI (CT) Ciamis dan Tasikmalaya.

8. DPC GMNI Minahasa Utara yang telah dibekukan Presidium GMNI karena tidak punya anggota ASLI mahasiswa yang kuliah di Minahasa Utara karena anggotanya adalah mahasiswa Manado yang tinggal di Minahasa Utara.

9. Ada DPC GMNI yg legal terindikasi mau ikut KLB karena patronnya kecewa dengan Hasil Kongres Sikka NTT 2015.

Meski gambaran peta pemain KLB adalah orang-orang KALAH dan SAKIT HATI di konfercab dan kongres, mereka masih cukup pintar membungkus gerakan mereka dengan bahasa-bahasa Ideologis utk menarik simpati DPC-DPC GMNI yang legal. Sayangnya, dari 143 DPC GMNI yang legal, tidak ada DPC yang setuju dengan KLB.

Menapak Legalitas KLB GMNI Medan

KLB GMNI Medan dinyatakan sebagai KLB yang ilegal karena tidak memenuhi persyaratan mestinya KLB. Hal itu diuraikan sebagai berikut:

1. Tidak mendapatkan satupun legitimasi resmi dari 144 DPC Se-Indonesia.

Baca Juga:   Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso

2. Para Pelaku didalamnya adalah Kader GMNI yang berada diluar DPC dan hanya mengatasnamakan DPC.

3. Dua orang Pengurusnya termasuk Sekretaris Jenderalnya adalah Kader yang telah dipecat melalui forum kongres dihadapkan perserta kongres (Turedo dan Efendi Kardo).

4. Kepemimpinan KLB GMNI Medan tidak mampu menggeser posisi GMNI hasil Kongres Sikka untuk mendapatkan Legitimasi dari publik dan pemerintah.

2021 KLB GMNI Medan Dibangkitkan dari Kubur 

KLB GMNI MEDAN yang selama ini mati dan menjadi Antitesa daripada Kongres GMNI di Sikka, mulai dibangunkan kembali dari Kuburnya oleh orang-orang yang ingin memanfaatkannya untuk menambah Kekuatan salah satu kubu GMNI demi untuk menumbangkan kekuatan kubu GMNI lainnya (Mengisi posisi diantara satu yang sedang dualisme akibat dari perpecahan di Kongres Ambon 2019). Cara yang mereka lakukan untuk membangunkan KLB GMNI MEDAN yang sudah terkubur.

Matinya KLB GMNI MEDAN dikarenakan Kepemimpinan Pusat dengan nama Presidium tak lagi aktif satu sama lain sehingga tuntutan untuk menyelenggarakan organisasi sebagainama amanah KLB di Medan tak lagi terpenuhi. Dari situlah Kepemimpinan Pusat KLB GMNI Medan bubar dengan sendirinya lalu MATI.

Daftar Dukungan BAKERCAB GMNI KLB Medan terhadap GMNI Hasil Kongres Ambon 20219

Inilah Daftar DPC yang tergabung dalam KLB GMNI Medan yang kini telah bergabung di GMNI hasil Kongres Ambon:

1. BAKERCAB GMNI Medan bergabung dengan Imanuel-Sojari.

2. BAKERCAB GMNI Surabaya bergabung dengan Arjuna-Dendy.

3. BAKERCAB GMNI Malang bergabungll dengan Imanuel-Sojari.

4. BAKERCAB GMNI Ambon bergabung dengan Arjuna-Dendy.

5. BAKERCAB GMNI Jakarta Timur bergabung dengan Imanuel-Sojari.

6. BAKERCAB GMNI Pontianak = ?

7. BAKERCAB GMNI Bandung tidak bergabung dengan siapapun dan sampai saat ini masih bertahan (2025).

7. Selebihnya BAKERCAB didaerah lain hanya berada diawal tahun 2016 setelah masuk 2017 mereka lalu mati karena tidak lagi berkembang.***


Penulis: La Ode Mustawwadhaar, Redaksi Marhaenist.id.

Disclaimer: Tulisan ini dihimpun dari berbagai sumber platfrom media sosial.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Minggu, 19 April 2026 | 19:29 WIB
Jelang Konfercab GMNI Purwokerto 2026, Eks Ketua DPK GMNI Humaniora UMP Tekankan Tiga Pilar Regenerasi
Sabtu, 18 April 2026 | 17:53 WIB
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Sabtu, 18 April 2026 | 10:23 WIB
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Sabtu, 18 April 2026 | 10:01 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Audiensi DPC GMNI Ogan Ilir: Sinergi Dengan Polres Untuk Keamanan Bersama

Marhaenist.id- Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa…

Melawan Lupa: Mengapa Rakyat Indonesia, Pengagum Bung Karno, hingga GMNI harus Menolak Soeharto Menjadi Pahlawan Nasional?

Marhaenist.id - Isu penganugerahan Pahlawan Nasional untuk Soeharto memang sering menimbulkan perdebatan…

Peduli Warga TPA Sampah Batu Layang, PA GMNI Pontianak Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Marhaenist - Dalam rangka Dies Natalies Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke-68…

Dari Desa Hadapi Perubahan Iklim, Akar Desa Indonesia Teken MoU dengan Kemendes PDT

Marhaenist.id, Jakarta – Komitmen bersama dalam menghadirkan desa sebagai pusat perubahan kembali…

Bahas Demokrasi dan HAM, DPD PA GMNI Sumut Gelar Diskusi Publik

Marhaenist.id, Medan - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Cegah Provokasi dan Anarkisme, GSNI Surabaya Tegaskan Komitmen Gerakan Damai

Marhaenist.id, Surabaya - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Kota…

Bulan Bung Karno: Ini Bukan tentang Persatuan, Tapi tentang Siapa yang Punya Kepentingan!

Marhaenist.id - Bulan Juni selalu menjadi bulan yang istimewa bagi bangsa Indonesia.…

Jadi Pembicara Diskusi yang Digelar PA GMNI Jakarta Raya, Soni Sumarsono: Kota Global Harus Punya Ideologi Keadilan Sosial

Marhaenist.id, Jakarta - Penjabat Gubernur DKI Jakarta periode 2016–2017, Soni Sumarsono, menegaskan…

Che Guevara – Sosialisme dan Manusia di Kuba

Kawan tercinta: Meskipun terlambat, saya tetap berusaha menyelesaikan catatan ini dalam rangkaian…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?