By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Ekonomi Nasional
Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
ArtikelOpini

Kepemimpinan Baduy Menjaga Pangan Indonesia

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 14 Januari 2026 | 22:52 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Karikatur Jan Prince Permata, Ketua Komite Bidang Komunikasi dan Media Sosial DPP PA GMNI (AI)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Di tengah krisis iklim dan ketergantungan pangan pada pasar global, masyarakat Baduy Dalam di Banten justru memperlihatkan model ketahanan pangan yang kokoh, berdaulat, dan berkelanjutan. Rahasianya bukan teknologi mahal, melainkan kepemimpinan ekosistem yang berakar pada adat, pengetahuan ekologis, dan tata kelola kolektif.

Dalam sistem Baduy, kepemimpinan tidak bertumpu pada satu tokoh. Ia dijalankan melalui duet Puun–Jaro, lembaga adat yang mengatur pertanian, hutan, dan relasi dengan dunia luar berdasarkan pikukuh—hukum adat yang menekankan keseimbangan alam, seperti prinsip “gunung tidak boleh dirusak, lembah tidak boleh dihancurkan”.

Pikukuh itu bukan simbol, melainkan pedoman operasional yang mengatur kapan menanam, varietas apa yang digunakan, hingga bagaimana hasil panen disimpan. Semua keputusan didasarkan pada kalender tatanén, sistem pengetahuan berbasis tanda langit, angin, dan hujan yang telah diwariskan lintas generasi.

Salah satu pilar ketahanan pangan Baduy adalah leuit—lumbung padi adat. Leuit bukan hanya tempat menyimpan beras, melainkan juga bank benih alami. Di sinilah ratusan keluarga Baduy menjaga puluhan bahkan nyaris seratus varietas padi lokal, memastikan benih tersedia untuk musim berikutnya sekaligus melindungi keanekaragaman genetik.

Di era perubahan iklim, sistem ini menjadi sangat penting. Keragaman varietas membuat Baduy tidak bergantung pada satu jenis padi saja. Jika satu gagal karena cuaca atau hama, yang lain masih bisa tumbuh. Inilah bentuk asuransi ekologis yang tidak dimiliki pertanian monokultur modern.

Namun, ketahanan ini kini menghadapi tekanan serius. Perubahan iklim mulai menggeser pola hujan. Pariwisata yang tidak terkendali berisiko mengganggu ruang ritual dan siklus bertani. Di sisi lain, konflik tenurial dan ketidakjelasan batas wilayah adat bisa menggerus ruang hidup Baduy.

Baca Juga:   Sikap GMNI Bandung: Bandung Bukan Arena Konsolidasi Patologi, Tetapi Historis Manifestasi Persatuan Ideologi

Penelitian ini menunjukkan bahwa kunci bertahan Baduy bukan menutup diri, tetapi memilih dengan cermat hubungan dengan dunia luar. Program pemerintah, LSM, atau kampus diterima jika sejalan dengan adat; ditolak atau dinegosiasikan jika berpotensi merusak tatanan sosial-ekologis.

Dari pemetaan kondisi tersebut, sejumlah strategi penting muncul. Pertama, leuit perlu diakui sebagai bank benih komunitas adat, sehingga dapat diperkuat tanpa menghilangkan kendali adat. Kedua, padi Baduy layak memperoleh indikasi geografis, agar nilai ekonominya meningkat tanpa memicu industrialisasi. Ketiga, pariwisata harus diatur dengan kode etik berbasis daya dukung, termasuk pembatasan pengunjung dan zona sakral yang tidak boleh difoto atau dimasuki.

Yang paling penting, pengakuan negara terhadap masyarakat adat tidak boleh berhenti di atas kertas. Ia harus disertai pengawalan implementasi, perlindungan wilayah, dan dukungan teknis yang menghormati cara hidup lokal.

Baduy Dalam mengajarkan satu hal penting bagi Indonesia: ketahanan pangan sejati tidak lahir dari pupuk kimia dan benih impor, tetapi dari kepemimpinan yang mampu menjaga hubungan antara manusia, benih, dan alam. Di saat dunia mencari sistem pangan yang lebih tangguh, Baduy telah lama memilikinya-dan kita seharusnya belajar, bukan menggantikannya.***


Disclaimer:

• Tulisan ini diringkas oleh Redaksi Marhaenist.id yang diambil dari Jurnal dengan judul “KEPEMIMPINAN EKOSISTEM DALAM MEMPERKOKOH KETAHANAN PANGAN DI BADUY DALAM”

• Tulisan ini diringkas tanpa menghilangkan gagasan utama dari tulisan aslinya.

• Penulis Jurnal: Jan Prince Permata, Ketua Komite Bidang Komunikasi dan Media Sosial DPP Persatuan Alumni GMNI.

• Jurnal ini telah diterbitkan di Jurnalpersatuannasional.id yang dikelola oleh DPP PA GMNI.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Ekonomi Nasional
Rabu, 20 Mei 2026 | 17:01 WIB
Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Rabu, 20 Mei 2026 | 15:32 WIB
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:23 WIB
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Selasa, 19 Mei 2026 | 18:30 WIB
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial

Marhaenist id - Di tengah derasnya arus perubahan sosial, politik, dan kultural…

Pilkada Mau Ditarik, Rakyat Mau Diparkir

Marhaenist.id - Tukang sablon, tukang jahit, pemasang baliho, digital printing, biro iklan,…

Beredar Rancangan Perubahan PKPU Yang Sesuai Putusan MK, PETANI: Ayo Rakyat Kawal Sampai Tuntas!

MARHAENIST - Setelah ramai usai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) serta beredarnya surat…

Populisme dan Krisis Musyawarah dalam Demokrasi Kita

Marhaenist.id - Dalam beberapa tahun terakhir, populisme semakin menonjol dalam praktik politik…

Hadiri Sidang Palti Hutabarat, Ganjar: Ini Soal Persaudaraan dan Kemanusiaan

Marhaenist - Mantan Capres dan politisi PDIP, Ganjar Pranowo hadir langsung dalam…

GMNI UM-Purwokerto Ditribusikan Kadernya Menjadi Tim Pemantau Pilkada Banyumas 2024

Marhaenist.id, Purwokerto - Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto…

Kader PMII Diserang OTK, DPD GMNI Sultra Desak Aparat Kepolisian Segera Tangkap Pelaku

Marhaenist.id, Kendari - Seorang bernama Awaludin Sisila (28) yang merupakan Kader dan…

GMNI Soroti Debat Pilkada Bantaeng di Makassar: Bikin Malu, Ricuh di Kampung Orang

Marhaenist.id, Makassar - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tanggapi Soal Dimanika Bangsa, DPP PA GMNI Sebut Ajaran Bung Karno Masih Relevan dengan Perkembangan Zaman

Marhaenist.id, Blitar - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?