By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Nubuat Bung Karno Terbukti: Saat Bangsa Sendiri Menjadi Algojo Bagi Nalar dan Demokrasi Rakyat
DPC GMNI Jeneponto Bedah Film ‘Pesta Babi’, Soroti Praktik Kolonialisme Modern di Daerah
DPD GMNI Sultra Buka Posko Pengaduan Tenaga Kerja, Perkuat Perjuangan Hak Buruh di Sulawesi Tenggara
DPC GMNI Jember Tolak Tegas Wacana Reduksi Kampus sebagai Instrumen Industri
DPC GMNI Jember Kecam Krisis Etika DPRD Jember: Legislator Gen Z Gagal Menjadi Teladan Politik

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

DPC GMNI Jember Tolak Tegas Wacana Reduksi Kampus sebagai Instrumen Industri

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 13 Mei 2026 | 00:57 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Charrisa Hanindya Utami, Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan DPC GMNI Jember (Dok.GMNI Jember)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jember — Wacana evaluasi hingga potensi penutupan sejumlah program studi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menuai kritik dari kalangan akademisi dan mahasiswa.

Kebijakan yang diarahkan untuk menyesuaikan pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri strategis nasional dinilai berpotensi menggeser hakikat perguruan tinggi dari ruang pengembangan ilmu pengetahuan menjadi instrumen ekonomi negara.

Pemerintah menyampaikan bahwa evaluasi program studi dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kualitas pembelajaran, kapasitas dosen, keberlanjutan akademik, serta kebutuhan pembangunan nasional.

Penutupan program studi disebut sebagai opsi terakhir apabila suatu program studi tidak lagi memenuhi standar mutu dan tidak dapat ditransformasikan melalui pembinaan kelembagaan.

Namun demikian, di tengah argumentasi efisiensi dan relevansi pasar kerja tersebut, muncul kekhawatiran besar terhadap masa depan ilmu sosial dan humaniora.

Disiplin ilmu seperti filsafat, sejarah, sastra, jurnalistik, hingga cabang ilmu sosial lainnya dinilai semakin rentan dianggap tidak produktif hanya karena tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kepentingan industri.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jember menilai fenomena ini menunjukkan adanya kecenderungan neoliberalisasi pendidikan, ketika universitas perlahan diposisikan layaknya institusi korporatif yang tunduk pada logika pasar, produktivitas, dan efisiensi ekonomi.

Pendidikan akhirnya lebih diukur dari angka serapan kerja dibanding kemampuannya membentuk manusia yang kritis, reflektif, dan memiliki kesadaran sosial.

Padahal, perguruan tinggi tidak hanya memiliki fungsi ekonomi, tetapi juga fungsi sosial, intelektual, dan kebudayaan. Ilmu sosial-humaniora memiliki peran penting dalam menjaga tradisi berpikir kritis, membangun kesadaran publik, merawat memori sejarah, hingga menghadirkan kritik terhadap ketimpangan sosial maupun kebijakan negara.

Di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang, transformasi pendidikan memang tidak dapat dihindari. Akan tetapi, transformasi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menyingkirkan disiplin ilmu yang dianggap kurang menguntungkan secara ekonomi.

Baca Juga:   GMNI Balikpapan Jadi Rumah Ideologis, Tiga Ketua DPP GMNI Siap Hadir di KTD 2025

Ketika negara mulai menentukan keberadaan suatu ilmu hanya berdasarkan logika pasar, maka yang dipertaruhkan bukan hanya eksistensi program studi tertentu, melainkan juga masa depan kebebasan berpikir dan demokrasi pengetahuan di Indonesia.

Menyikapi situasi tersebut, DPC GMNI Jember menyatakan penolakan terhadap segala bentuk kebijakan yang mereduksi pendidikan tinggi menjadi sekadar alat pemenuhan kebutuhan industri.

Organisasi tersebut juga mendesak agar setiap kebijakan transformasi pendidikan tinggi dilakukan secara demokratis dengan melibatkan civitas akademika secara luas.

Selain itu, DPC GMNI Jember menyerukan seluruh perguruan tinggi di Jember untuk menyampaikan sikap terbuka dalam menjaga keberlangsungan ilmu sosial-humaniora, kebebasan akademik, serta pendidikan tinggi yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan DPC GMNI Jember, Charrisa Hanindya Utami, menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak boleh dipersempit hanya menjadi ruang produksi tenaga kerja industri.

“Universitas harus tetap menjadi ruang pembebasan, ruang berpikir kritis, dan ruang lahirnya kesadaran sosial masyarakat. Ketika pendidikan hanya diukur berdasarkan kebutuhan pasar, maka negara sedang mempertaruhkan masa depan demokrasi, kebebasan akademik, dan keberagaman ilmu pengetahuan,” tegas Charrisa, Selasa (12/5/2026).

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan ilmu sosial dan humaniora merupakan fondasi penting dalam menjaga arah pembangunan bangsa agar tetap berorientasi pada nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

“Pendidikan tinggi harus tetap berpihak pada cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan semata memenuhi kebutuhan industri. Sebab bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang kuat secara ekonomi, tetapi juga bangsa yang mampu menjaga nalar kritis, kebudayaan, dan kemanusiaannya,” tambahnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab akademik terhadap arah kebijakan pendidikan tinggi nasional, DPC GMNI Jember berharap seluruh perguruan tinggi di Jember segera menyatakan sikap secara terbuka guna menjaga kebebasan akademik serta memastikan kampus tidak sepenuhnya tunduk pada logika pasar.***

Baca Juga:   Resmi Dilantik, DPC GMNI Halut Komitmen Kawal Kebijakan Pemda yang Pro Rakyat

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Nubuat Bung Karno Terbukti: Saat Bangsa Sendiri Menjadi Algojo Bagi Nalar dan Demokrasi Rakyat
Rabu, 13 Mei 2026 | 15:49 WIB
DPC GMNI Jeneponto Bedah Film ‘Pesta Babi’, Soroti Praktik Kolonialisme Modern di Daerah
Rabu, 13 Mei 2026 | 14:23 WIB
DPD GMNI Sultra Buka Posko Pengaduan Tenaga Kerja, Perkuat Perjuangan Hak Buruh di Sulawesi Tenggara
Rabu, 13 Mei 2026 | 13:11 WIB
DPC GMNI Jember Kecam Krisis Etika DPRD Jember: Legislator Gen Z Gagal Menjadi Teladan Politik
Selasa, 12 Mei 2026 | 22:06 WIB
Disambut dengan Penuh Antusias, GMNI Kota Bekasi Sukses Gelar Nobar Film Pesta Babi
Selasa, 12 Mei 2026 | 21:32 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

GMNI Penajam Gelar PPAB Cetak Marhaenis Muda Berjiwa Nasionalisme dengan Semangat yang Berasaskan Pancasila

Marhaenist.id, Penajam - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Lolos ke Senayan, Inilah Deretan Nama Senator yang Lahir dari GMNI!

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) telah lama menjadi wadah bagi…

Menteri koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD dan Ketua Umum GBN Erros Djarot. MARHAENIST

Dukung Musisi Bangkit Dari Pandemi, GBN Gelar Bhinneka Culture Festival

Marhaenist - Dalam rangka berikan wadah bagi para musisi-musisi tanah air yang…

DPP GMNI Apresiasi Kemenangan Ekologis Masyarakat Adat Tano Batak

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. FILE/PDI Perjuangan

Hasto Sebut Banyak Manuver PSI Yang Merugikan PDI Perjuangan

Marhaenist - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, meski sesama…

Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan, Dendy Se. MARHAENIST

GMNI Persoalkan 10 Calon Dewas KPK, Sebut Upaya Jokowi Lindungi Diri dari KKN

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta…

Kelas Menengah Diperas Biaya Hidup: Stabilitas yang Menipu

Marhaenist.id - Mari jujur, stabilitas ekonomi Indonesia hari ini lebih mirip ilusi…

Polisi dengan kendaraan yang rusak di lapangan stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, setelah bentrokan antara pendukung tim berseteru. AP/Yudha Prabowo

Berduka Atas Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Minta Liga 1 Dihentikan

Marhaenist - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya…

GMNI Touna Kritik Langkah Pemerintah yang Jadikan Program Pendidikan dan Kesehatan sebagai Prioritas Nomor 2

Marhaenist.id, Touna - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?