
Marhaenist.id, Kota Bekasi – Para aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Kota Bekasi menghadiri acara nonton bareng (nobar) film ‘Pesta Babi’ yang digelar Dewan Pengurus Komisariat (DPK) GMNI Institut Stiami Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar).
“Setelah menonton film Pesta Babi, mata saya jadi terbuka lebar tentang kondisi masyarakat di Papua. Kita jadi ikut merasakan tekanan dan intimidasi yang dialami masyarakat Papua,” kata Ketua DPK GMNI Institut STIAMI, Rakaditya Andi Riyotam, di Bekasi, Selasa (12/5/2026).
Menurut dia, Negara seharusnya hadir untuk melindungi masyarakat, termasuk masyarakat adat di Papua.
“Bukan sebaliknya. Negara malah menjadi alat perusahaan untuk melakukan penggusuran secara paksa. Hati nurani kalian di mana?” ujar Bung Raka dengan nada prihatin.
Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa untuk menyaksikan dan menggelar nobar Pesta Babi. Bahkan, menurut dia, film ini sangat layak untuk ditonton oleh kelompok para pelajar dan Gen Z.
“Film ini murni hasil karya dokumenter yang layak diapresiasi. Banyak peristiwa dan data penting yang luput dari pemberitaan media massa. Di film ini, kita menemukan hal baru,” tandas dia.
Pihaknya mengaku ikut menayangkan nobar Pesta Babi, karena penasaran setelah adanya penolakan nobar di beberapa daerah.
“Salut untuk kerja tim Dandhy Dwi Laksono membuat film ini. Anda amazing!” tutupnya.***
Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.