By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Nubuat Bung Karno Terbukti: Saat Bangsa Sendiri Menjadi Algojo Bagi Nalar dan Demokrasi Rakyat
DPC GMNI Jeneponto Bedah Film ‘Pesta Babi’, Soroti Praktik Kolonialisme Modern di Daerah
DPD GMNI Sultra Buka Posko Pengaduan Tenaga Kerja, Perkuat Perjuangan Hak Buruh di Sulawesi Tenggara
DPC GMNI Jember Tolak Tegas Wacana Reduksi Kampus sebagai Instrumen Industri
DPC GMNI Jember Kecam Krisis Etika DPRD Jember: Legislator Gen Z Gagal Menjadi Teladan Politik

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Nubuat Bung Karno Terbukti: Saat Bangsa Sendiri Menjadi Algojo Bagi Nalar dan Demokrasi Rakyat

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 13 Mei 2026 | 15:49 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Mohamad Rifal Ayuba, Kabid Politik DPK GMNI UIN Datokarama Palu yang sedang berorasi (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id -;Darah juang yang mengalir dalam nadi pergerakan mahasiswa tidak akan pernah bisa diam melihat kebenaran dikooptasi oleh kekuatan gelap mana pun. Apalagi kalau cara-cara yang dipakai untuk membungkam karya dokumenter adalah intimidasi dan pembubaran paksa yang sangat represif.

Bagi saya, gelombang pembubaran ruang-ruang diskusi ini adalah bukti nyata kalau penguasa hari ini sedang mengalami ketakutan akut terhadap kebenaran yang terorganisir.

Saat film yang memotret perjuangan masyarakat adat mempertahankan tanahnya justru diserang balik lewat tekanan intelijen, di situ kita bisa melihat betapa tajamnya taring kolonialisme ekonomi yang bersembunyi di balik ketiak birokrasi dan aparat.

Ini adalah wajah asli penjajahan gaya baru. Instrumen kekuasaan yang harusnya dipakai buat melindungi hak warga, malah dipakai jadi perisai buat membentengi kepentingan pemodal supaya tidak diawasi publik.

Fenomena ini bikin saya makin sadar sama getirnya omongan Bung Karno dulu: “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”

Hari ini musuh kita bukan lagi orang asing yang pegang senjata, tapi mentalitas “inlander” dari bangsa sendiri yang gemetar setiap kali ada diskusi intelektual yang kritis.

Membatasi akses informasi lewat pelarangan film itu usaha licik untuk memiskinkan akal sehat rakyat. Tujuannya jelas: supaya kita tetap “setengah merdeka”. Merdeka cuma di atas kertas, tapi otak dan ruang gerak kita sebenarnya masih dijajah.

Sangat memuakkan kalau institusi pendidikan dan aparat yang katanya garda depan buat mencerdaskan bangsa, malah jadi algojo buat membunuh kebebasan berekspresi.

Kolonialisme zaman sekarang tidak perlu lagi invasi militer; mereka cukup bungkam suara kritis, larang film yang bongkar ketidakadilan, lalu biarkan ketakutan yang mengontrol ruang publik.

Baca Juga:   RUU Dewan Pertimbangan Presiden: Konsolidasi Kekuasaan, Menguatkan Presiden Untuk Melemahkan Demokrasi

Kalau negara terus-terusan membiarkan intimidasi seperti ini, itu artinya mereka memang melegalkan perampasan hak asasi kita sebagai manusia.

Sebagai kader GMNI di UIN Datokarama Palu, saya tegaskan kalau melawan sensorisme ini adalah bagian dari amanat penderitaan rakyat. Kita tidak boleh membiarkan demokrasi cuma jadi upacara formalitas yang basi, sementara di belakang layar, kedaulatan rakyat digilas dan diskusi-diskusi kita diberangus.

Bung Karno pernah pesan: “Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Perjuangan yang lampau adalah berguna sebagai kompas untuk menuju ke masa depan.”

Menolak pembungkaman ini artinya kita menolak untuk jadi buta terhadap penindasan yang sedang nyata-nyatanya terjadi di depan muka kita sendiri.***


Penulis: Mohamad Rifal Ayuba, Mahasiswa UIN Datokarama Palu Sekaligus Kabid Politik DPK GMNI UIN Datokarama Palu.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

DPC GMNI Jeneponto Bedah Film ‘Pesta Babi’, Soroti Praktik Kolonialisme Modern di Daerah
Rabu, 13 Mei 2026 | 14:23 WIB
DPD GMNI Sultra Buka Posko Pengaduan Tenaga Kerja, Perkuat Perjuangan Hak Buruh di Sulawesi Tenggara
Rabu, 13 Mei 2026 | 13:11 WIB
DPC GMNI Jember Tolak Tegas Wacana Reduksi Kampus sebagai Instrumen Industri
Rabu, 13 Mei 2026 | 00:57 WIB
DPC GMNI Jember Kecam Krisis Etika DPRD Jember: Legislator Gen Z Gagal Menjadi Teladan Politik
Selasa, 12 Mei 2026 | 22:06 WIB
Disambut dengan Penuh Antusias, GMNI Kota Bekasi Sukses Gelar Nobar Film Pesta Babi
Selasa, 12 Mei 2026 | 21:32 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Papua Bukan Tanah Kosong!

Marhaenist.id - Sebagai Sekretaris Kaderisasi DPC GMNI Kota Sorong! Menurut bapak menteri…

YLBHI: 10 Faktor Jokowi Layak Disebut Pemimpin Korup dan Pelanggar Hukum dan HAM Terorganisir

Marhaenist.id - Menutup tahun 2024, salah satu organisasi nirlaba bernama Organized Crime…

Konversi Kompor Gas ke Listrik Tidak Berlaku Tahun Ini

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, program konversi kompor LPG 3kg…

Foto: Sonny T Danaparamita, Anggota DPR RI (Dokpri)/MARHAENIST.

Soroti Kemacetan Ketapang, Sonny T. Danaparamita: Ini Kegagalan Manajemen Logistik

Marhaenist.id, Jakarta — Anggota DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menyoroti kemacetan berkepanjangan…

GMNI Jaksel Desak Presiden Copot Kapolri Listyo Sigit: Reformasi Kepolisian Harus Menegakkan Supremasi Sipil

Marhaenist.id, Jakarta - Diskusi pra-Konferensi Cabang (Konfercab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan…

Inilah Sikap Tegas Bung Karno Menolak Berdirinya Negara Israel Diatas Tanah Palestina

Marhenist.id - Dukungan Presiden Republik Indonesia pertama, Ir Soekarno, terhadap kemerdekaan Palestina…

Persatuan Alumni GMNI Riau Gelar Rakerda Tahun 2023

Marhaenist - Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD…

Soekarno, Marhaenisme, dan Krisis Demokrasi Modern

Marhaenist id - Ketika Pemilu Hidup, Tetapi Kedaulatan Rakyat Melemah Pemikiran Soekarno…

Netral, DPC PA GMNI Solo Larang Anggota Hadiri Deklarasi Dukungan Capres-Cawapres

Marhaenist - Ketua DPC Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?