By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Nubuat Bung Karno Terbukti: Saat Bangsa Sendiri Menjadi Algojo Bagi Nalar dan Demokrasi Rakyat
DPC GMNI Jeneponto Bedah Film ‘Pesta Babi’, Soroti Praktik Kolonialisme Modern di Daerah
DPD GMNI Sultra Buka Posko Pengaduan Tenaga Kerja, Perkuat Perjuangan Hak Buruh di Sulawesi Tenggara
DPC GMNI Jember Tolak Tegas Wacana Reduksi Kampus sebagai Instrumen Industri
DPC GMNI Jember Kecam Krisis Etika DPRD Jember: Legislator Gen Z Gagal Menjadi Teladan Politik

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

DPC GMNI Jeneponto Bedah Film ‘Pesta Babi’, Soroti Praktik Kolonialisme Modern di Daerah

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 13 Mei 2026 | 14:23 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Suasana GMNI Jeneponto saat Nobar film 'Pesta Babi' (Dok.GMNI Jeneponto)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jeneponto – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jeneponto menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) dan diskusi kritis film Pesta Babi pada Selasa (12/5/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh DPC GMNI Jeneponto tersebut bertujuan membedah fenomena kolonialisme gaya baru yang dinilai kerap tersembunyi di balik kebijakan pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam di daerah.

Melalui diskusi tersebut, GMNI Jeneponto menyoroti adanya pergeseran keberpihakan pemerintah yang dinilai semakin condong kepada kepentingan kapitalisme dan imperialisme modern, dibandingkan kepentingan rakyat.

Film Pesta Babi sendiri dinilai berhasil memotret realitas eksploitasi dan ketimpangan sosial yang masih relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

Meski menuai kontroversi dan sempat mengalami pembubaran agenda nobar di sejumlah daerah, film tersebut justru dianggap mampu membuka ruang kesadaran kritis bagi masyarakat yang menyaksikannya.

Dengan menggunakan pendekatan materialisme dialektika historis, GMNI Jeneponto mencoba menarik benang merah antara narasi dalam film dengan berbagai persoalan lokal yang dihadapi masyarakat Turatea saat ini.

Sesi foto bersama GMNI Jeneponto usai Nobar film ‘Pesta Babi’ (Dok.GMNI Jeneponto)/MARHAENIST.

Nasrul, Ketua DPC GMNI Jeneponto, menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh menutup mata terhadap pola-pola penindasan modern yang dinilai semakin subtil namun tetap destruktif.

“Film ini berhasil membuat kita sadar bagaimana pola dan praktik penjajahan masa kini bekerja. Kita melihat bagaimana pergeseran keberpihakan pemerintah kepada rakyat menjadi berpihak pada oligarki. Mungkin bukan hanya di Papua ini terjadi, tetapi di seluruh Indonesia. Kita semua merasakan itu. Jangan hanya menjadi penonton di tengah eksploitasi yang terjadi di sekeliling kita,” tegasnya dalam diskusi tersebut.

Lebih lanjut, DPC GMNI Jeneponto menilai diskusi kritis seperti ini tidak boleh berhenti di lingkup internal organisasi semata. Kesadaran kolektif, menurut mereka, harus dibangun bersama seluruh elemen masyarakat dan pemuda di Jeneponto.

Baca Juga:   DPP GMNI Desak Prabowo Subianto Keluar dari Board of Peace, Soroti Inkonsistensi AS–Israel di Tengah Konflik Iran

Sebagai tindak lanjut, DPC GMNI Jeneponto secara terbuka mengajak organisasi kemahasiswaan, komunitas pemuda, hingga elemen masyarakat sipil di Jeneponto untuk menggelar agenda serupa melalui kolaborasi nonton bareng dan diskusi publik.

GMNI Jeneponto juga menyatakan kesiapannya membuka ruang diskusi serta memfasilitasi pemutaran film bagi kelompok-kelompok yang ingin mendalami isu kolonialisme modern dan persoalan kedaulatan rakyat di daerah.

“Kami dari DPC GMNI Jeneponto membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun yang ingin berkolaborasi untuk mengadakan nonton bareng. Mari jadikan Jeneponto sebagai laboratorium pemikiran yang progresif-revolusioner. Lewat nonton bareng dan diskusi ini, kita perkuat persatuan mahasiswa dan pemuda untuk mengawal kedaulatan di daerah kita,” tambah Nasrul.

Bagi pihak yang tertarik mengadakan agenda serupa atau berdiskusi lebih lanjut, dapat menghubungi DPC GMNI Jeneponto melalui akun Instagram resmi mereka di @Marhaenis.turatea.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Nubuat Bung Karno Terbukti: Saat Bangsa Sendiri Menjadi Algojo Bagi Nalar dan Demokrasi Rakyat
Rabu, 13 Mei 2026 | 15:49 WIB
DPD GMNI Sultra Buka Posko Pengaduan Tenaga Kerja, Perkuat Perjuangan Hak Buruh di Sulawesi Tenggara
Rabu, 13 Mei 2026 | 13:11 WIB
DPC GMNI Jember Tolak Tegas Wacana Reduksi Kampus sebagai Instrumen Industri
Rabu, 13 Mei 2026 | 00:57 WIB
DPC GMNI Jember Kecam Krisis Etika DPRD Jember: Legislator Gen Z Gagal Menjadi Teladan Politik
Selasa, 12 Mei 2026 | 22:06 WIB
Disambut dengan Penuh Antusias, GMNI Kota Bekasi Sukses Gelar Nobar Film Pesta Babi
Selasa, 12 Mei 2026 | 21:32 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

GMNI Deklarasikan Manifesto Ekonomi Nasional

Marhaenist.id, Jakarta - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Indonesia…

PA GMNI Banten Ajak Alumni Berperan Serta Pada Pemilu dan Pilkada 2024

Marhaenist - Mengusung tema “Peran Alumni GMNI Banten dalam Menyongsong Pemilu dan…

Nominasi OCCRP dan Beban Berat Presiden Prabowo

Marhaenist.id - Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) adalah lembaga independen jaringan…

Sujahri Somar Tegaskan Arah Baru Kaderisasi GMNI lewat GMNI.AI: Demokratisasi Ide di Era Data dan Algoritma

Marhaenist.id, Jakarta — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menegaskan reposisi strategis kaderisasi…

Bersaing Ketat Menuju 5 Besar KPU Trenggalek, Inilah Nama 3 Kader GMNI yang Telah Masuk 10 Besar

Marhaenist.id, Trenggalek - Tim seleksi (Timsel) Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten…

Songsong Pilkada Serentak 2024, DPC GMNI Kendal Adakan Seminar Kebangsaan

Marhaenist – Sebagai mahasiswa yang peduli terhadap demokrasi Indonesia, DPC GMNI Kendal…

Mengapa AS Berani Menangkap Maduro?

Marhaenist.id - Secara sejarah mereka punya legal precedent (1961 bay of pigs…

Foto: Muhammad Nabil, Mahasiswa Magister Ilmu Politik Universitas Indonesia (Dokpri)/MARHAENIST.

Di Balik Hilirisasi: Kerentanan Perempuan yang Terabaikan

Marhaenist.id - Di tengah arus besar hilirisasi nikel, Maluku Utara kini menempati posisi…

DPC GMNI Banyuwangi Resmi Dilantik, Teguhkan Komitmen Semangat Marhaenisme

Marhaenist.id, Banyuwangi – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?