By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Bakercab GMNI Bandung Desak DPRD Kota Bandung Tolak LKPJ Pemkot Bandung
DPK GMNI IPB Soroti Dampak Reklamasi dan Tol Laut terhadap Nelayan Cilincing
Hantu Film Pesta Babi: Seseram Apakah bagi Pemerintahan Prabowo-Gibran?
Soekarno, Marhaenisme, dan Krisis Demokrasi Modern
Lanjutkan Program Bersama PA GMNI, PERADI UTAMA Buka PKPA Beasiswa Murni Batch 3 untuk Kader GMNI se-Indonesia

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNIOpini

Papua Bukan Tanah Kosong!

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 8 Juni 2025 | 14:11 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: Melkior Paa, Sekretaris DPC GMNI Kota Sorong/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Sebagai Sekretaris Kaderisasi DPC GMNI Kota Sorong! Menurut bapak menteri ESDM yang di bilang anak Papua, ini kah tindakan bapak sebagai anak Papua untuk menghancurkan tanah sendiri.? Jika bapak menteri ESDM yang dibilang pengambilan keputusan yang luar biasa itu, saya sebagai Sekretaris Kaderisasi DPC GMNI Kota Sorong menantang bapak menteri ESDM untuk mencabut izin perusahaan Nikel di Kabupaten Raja Ampat, karena Raja Ampat bukan di kenal dengan nikel tetapi terkenal dengan Wisata Dunia yang di kenal oleh UNESCO.

Dari itu bapak menteri ESDM jangan asal memberikan izin tanpa melihat apa yang sudah menjadi pengakuan dunia dengan Wisatawan dunia. Bapak menteri ESDM ingat bawa sebelum ada negara sudah lebih dulu ada yaitu masyarakat adat dan tanpa Nikel masyarakat kabupaten Raja Ampat bisa hidup, namun tanpa alam Raja Ampat masyarakat tidak bisa hidup.

Sebagai Sekretaris Kaderisasi DPC GMNI Kota Sorong menegaskan tidak lagi bapak menteri ESDM mau datang untuk melihat atau kunjungi lokasi strategis yang sudah di buka untuk perusahaan Nikel, yang kami minta ialah mencabut izin perusahaan Nikel dari kabupaten raja Ampat, kami tidak membutuhkan bapak menteri ESDM datang untuk melihatnya.

Dengan tegas saya tolak Nikel di kabupaten raja Ampat dan saya tegaskan Bapak menteri ESDM segara mencabut izin perusahaan Nikel di kabupaten raja Ampat. Kami tidak membutuhkan ada pertemuan atau audensi tapi yang kami membutuhkan iyalah cabut izin Nikel di kabupaten raja Ampat. Karena masyarakat raja Ampat tidak membutuhkan Nikel yang harus Bapak menteri ESDM paham di bagian ini baik agar jangan sewenang-wenang mengambil kebijakan menurut pemikiran bapak! Karena kami tidak sependapat dengan bapak yah. Dalam UU Otsus Papua menjelaskan bahwa setiap ciptaan Allah baik manusia dan isinya tidak boleh diambil oleh siapapun baik negara maupun individu karena ini milik masyarakat adat bukan milik oligarki politik di dunia ini. Dengan tegas demi nama Tuhan, Alam Moyang dan Leluhur Di tanah Papua Tolak.

Baca Juga:   Orde Baru Tak Pernah Pergi...

Selaku Sekretaris Kaderisasi DPC GmnI Kota Sorong, saya dengan tegas menolak PERUSAHAN NIKEL di Kabupaten Raja Ampat. Jangan datang merusak Alam yang sudah terkenal dengan keindahan alamnya yang di sebut kan dengan surga kecil yang ada di muka bumi oleh sebab itu perusahaan nikel membawa malapetaka bagi masyarakat Kabupaten Raja Ampat bukan membawa kemajuan. Raja Ampat Papua Barat Daya yang di kenal dengan para wisata dunia yang unik dan menarik untuk di kunjungi dan dengan parah wisatalah pertumbuhan ekonomi masyarakat itu berkembang bukan perusahaan Nikel.

Pemerintah pusat perlu sadar bahwa Perusahaan Nikel bukanlah jalan yang ideal untuk masyarakat Raja Ampat sejahtera. Dan Perusahaan Nikel juga bukanlah jalan keluar, Nikel yang berisi oligarki, yang bukan kebenaran mutlak. Namun yang harus Pemerintah akui bahwa Raja’ Ampat ialah warisan dunia. Indonesia terkenal dengan Wisatawan dunia karena kabupaten raja Ampat, jadi bagi saya Nikel tidak penting untuk masyarakat raja Ampat, yang penting iyalah alamnya yang kaya akan segala kekayaan alamnya.

Kedatangan bapak menteri ESDM bukan membawa kesejahteraan melainkan membawa kerusuhan dalam Perjuangan yang sementara berlangsung di Kabupaten Raja Ampat terhadap masyarakat setempat yang mendiami wilayah tersebut yang tanah adatnya mau dirampas untuk perusahaan nikel, tujuan Menteri ESDM datang untuk menerima aspirasi dari masyarakat adat aktivis yang ada di Papua Barat Daya namun teganya bapak menteri ESDM mengindar dan pergi begitu saja. Dan tempat yang di kunjungi oleh bapak menteri ESDM salah pada sasarannya bukan disitu terdapatnya namun yang jadi pertanyaan ialah tujuan yang dari kedatangan bapak menteri ESDM sebagai apa. Namun kami menegaskan agar tidak lagi ada perusahaan Nikel di Kabupaten Raja Ampat Papua Barat Daya dan terlebih khusus di tanah Papua sebagai Sekretaris Kaderisasi DPC GMNI Kota Sorong dengan tegas Menolak rupah apa saja yang menjadi kebutuhan negara yang merugikan masyarakat adat di Papua Barat Daya.

Baca Juga:   Sikapi Dugaan Pembunuhan Tahanan oleh Oknum Kepolisian, GMNI Polman Minta Pelaku di Hukum Sebarat-Beratnya

Masyarakat yang masih kental dengan Budaya, adat istiadat nya, dan sumber daya alam dan para wisatanya yang menjadi jalan terbaik yang paling realistis, solutif dan efektif. Masyarakat adat Kabupaten Raja Ampat provinsi Papua Barat Daya.***


Penulis: Melkior Paa, Sekertaris Kaderisasi DPC GMNI Kota Sorong.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Bakercab GMNI Bandung Desak DPRD Kota Bandung Tolak LKPJ Pemkot Bandung
Senin, 11 Mei 2026 | 17:58 WIB
DPK GMNI IPB Soroti Dampak Reklamasi dan Tol Laut terhadap Nelayan Cilincing
Senin, 11 Mei 2026 | 17:16 WIB
Hantu Film Pesta Babi: Seseram Apakah bagi Pemerintahan Prabowo-Gibran?
Senin, 11 Mei 2026 | 12:16 WIB
Soekarno, Marhaenisme, dan Krisis Demokrasi Modern
Minggu, 10 Mei 2026 | 19:33 WIB
Lanjutkan Program Bersama PA GMNI, PERADI UTAMA Buka PKPA Beasiswa Murni Batch 3 untuk Kader GMNI se-Indonesia
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:02 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Dialektika “Menuju” dan “Mencapai”: Analisis Semantik-Ideologis dalam Pemikiran Tan Malaka dan Soekarno

Marhaenist.id - (Pendahuluan) Dalam kajian pemikiran politik, bahasa bukan sekadar medium komunikasi,…

Korupsi dalam Negara yang Bermimpi Keadilan Sosial

Marhaenist.id - Kita ingin menjadi Negara yang adil dan sejahtera. Memang ungkapan…

Air Mata Irine ‘Jurnalis CNN’ dan Duka Aceh Tamiang

Marhaenist.id - Air mata Irine, seorang jurnalis CNN, menjadi potret paling jujur…

Ma’ruf Amin Minta Pemerintah, Pengusaha dan Buruh Perbarui Komitmen Bersama

Marhaenist - Selama pandemi Covid-19, dunia kerja global memperlihatkan kerentanan akan disrupsi…

Mengapa PDI Perjuangan Memecat Joko Widodo?

Marhaenist.id, Jakarta - PDI Perjuangan resmi memecat pemecatan Joko Widodo (Jokowi), Gibran…

Mahasiswa Cipayung Plus Kota Medan temui Ganjar Pranowo diskusikan energi baru terbarukan. MARHAENIST

Temui Ganjar, Mahasiswa Cipayung Plus Diskusikan Energi Baru Terbarukan

Marhaenist - Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung Kelompok Cipayung Plus Kota Medan…

Kader GMNI di Jatim Kritik Oknum yang Tolak Kongres Persatuan

Marhaenist.id, Surabaya - Menanggapi pernyataan kontroversial dari pihak yang mengatasnamakan Dewan Pimpinan…

Raymundus Sau Fernandes dalam Kenangan: Marhaenis Sejati dan Pancasilais yang Teguh

Marhaenist.id - "Pada pagi hari 8 Oktober 1995 itu, Kak Niko dan…

DPC GMNI Balikpapan Kecam Keras Pelanggaran HAM oleh Kodim Balikpapan terhadap Massa Aksi Solidaritas Andrie Yunus

Marhaenist.id, Balikpapan – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?