By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Teguhkan Marhaenisme, PPAB III Komisariat Bung Tomo Manajemen Konsolidasikan Gerakan Perubahan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Aktivis Mahasiswa Sebut Konten Amien Rais Sebagai Ad Hominem Bukan Kritik

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 1 Mei 2026 | 21:38 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Foto: Arjuna Putra Aldino, Ketua Umum DPP GMNI 2019-2022/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Telah viral konten yang diunggah oleh @AmienRaisOfficial yang berisi pernyataan Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais yang menyatakan tentang orientasi seksual Menteri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebagai gay dan ia menyamakan hal tersebut dengan apa yang terjadi di era Nabi Luth.

Menurut mantan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) 2019-2022 Arjuna Putra Aldino yang juga Direktur Eksekutif, Geopolitics and Global Political Economy Studies (G2PES) Indonesia menganggap pernyataan Amien Rais sebagai Ad Hominem, sebuah sesat pikir (logical fallacy) yang ditujukan untuk membunuh karakter seseorang.

“Itu bukan kritik, sangat Ad Hominem, membunuh karakter seseorang,” lugas Arjuna.

Menurut Arjuna ungkapan semacam itu tidak layak keluar dari mulut seorang Profesor dan Guru Besar sekelas Amien Rais.

Seharusnya ucapan seorang profesor dan guru besar layaknya Amien Rais yang diungkapkan ke publik harus penuh dengan bukti ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Seorang profesor tidak boleh berargumen hanya dengan dasar berita burung dan desas-desus. Harus bisa dibuktikan secara ilmiah dan sesuai kaidah kebenaran. Jangan menyerang personal demikian,” tambah Arjuna.

Sejauh apapun kita tidak setuju dengan seseorang apalagi konteksnya dengan seorang pejabat publik seharusnya yang jadi sasaran dikritik adalah kebijakannya, bukan urusan pribadinya.

Hal demikian menurut Arjuna bisa masuk dalam kategori merendahkan martabat pribadi, bukan kritik kebijakan publik yang layak dikonsumsi publik.

“Seharusnya kritik kebijakan yang keluarkan oleh Menteri Teddy, itu lebih fair. Bukan menyerang orientasi seksualnya yang itu urusan privat. Dan merendahkan martabat pribadi. Seorang menteri juga punya martabat pribadi yang perlu dijaganya sebagai manusia dan warga negara,” tutur Arjuna.

Baca Juga:   Salah Satu Pengurus PA GMNI Sulteng Resmi Luncurkan Buku dengan judul “Konstruksi Sosial dan Konflik: Studi Tentang Pendidikan dan Politik”

Arjuna menilai pernyataan Amien Rais bisa merusak rasionalitas publik karena percakapan tidak lagi didasarkan pada fakta obyektif. Dan pernyataan tersebut berpotensi pelanggaran privasi karena menjadikan urusan pribadi sebagai konsumsi publik secara tidak etis.

“Konten semacam inilah yang merusak rasionalitas publik, membuat ruang publik kita dipenuhi dengan konten tidak bermutu dan tidak mencerdaskan. Masyarakat jadi korban jika menelannya mentah-mentah,” tutup Arjuna.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Rabu, 20 Mei 2026 | 15:32 WIB
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:23 WIB
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Selasa, 19 Mei 2026 | 18:30 WIB
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB
Teguhkan Marhaenisme, PPAB III Komisariat Bung Tomo Manajemen Konsolidasikan Gerakan Perubahan
Senin, 18 Mei 2026 | 23:28 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

GO TO HELL WITH YOUR TARIFF: Jalan Politik Non-Blok dan Wujudkan Trisakti

Marhaenist.id - (10/4/2025) Konferensi Asia Afrika diselenggarakan pada 18-24 April 1955 di…

Presiden atau Cuma OMON-OMON?

Marhaenist.id - Prabowo Subianto mungkin punya satu keinginan sederhana: namanya tercatat dalam…

Perkembangan Advokasi Kasus PRT Benhil: Negara Harus Hadir, Pelaku Harus Ditahan

Marhaenist.id, Jakarta – Tim Advokasi PRT Benhil terus mengawal kasus tragis yang menimpa…

Motor Triliunan MBG vs Keringat Marhaen: Negara Lupa Amanat Bung Karno?

Marhaenist.id - Di tengah tekanan krisis global yang terus menghimpit rakyat kecil…

Mendukung dan Mengawasi Program Makan Bergizi Gratis

Marhaenist.id - Program Makan Bergizi Gratis yang dimulai secara serentak pada 6…

Soroti Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Pasar, GMNI Mamasa Desak Kejati Sulbar Segera Tetapkan Tersangkanya

Marhaenist.id, Mamasa - Terkait dengan kasus korupsi pembebasan lahan Pasar Mamasa, pihak…

Ganjar Pranowo ketika berpidato pada kampanye akbar di BSCC DOME, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ganjar menyampaikan Permintaan Maaf pada Rekan Capres dan Cawapres lain saat Kampanye di Balikpapan

Marhaenist.id, Balikpapan - Saat berpidato pada kampanye akbar di BSCC DOME, Balikpapan,…

Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?

Marhaenist.id - Suatu pagi di tahun 1920-an itu tidak sekadar menjadi kisah…

Inilah Alasan Soekarno tidak Menginginkan Masjid Istiqlal Dibangun dengan Kayu

Marhaenist.id - Gagasan pembangunan Masjid Istiqlal pertama kali muncul pada tahun 1944,…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?