By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Ekonomi Nasional
Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Marhaenisme Dipersoalkan, Bayu Sasongko: Masalah Kita Bukan Ideologi, Tapi Cara Membaca Diri Sendiri

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 14 April 2026 | 13:42 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Karikatur Gambar "Marhaenisme Dipersoalkan, Bayu Sasongko: Masalah Kita Bukan Ideologi, Tapi Cara Membaca Diri Sendiri" (Desain AI)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Bandung — Perdebatan mengenai Marhaenisme sebagai ideologi asli Indonesia kembali mengemuka. Namun, bagi pengamat budaya geopolitik Nusantara, Bayu Sasongko, yang juga alumni GMNI Sumedang, polemik tersebut justru menunjukkan persoalan yang lebih mendasar: krisis cara pandang terhadap diri sendiri sebagai bangsa.

“Perdebatan ini menarik, tapi juga ironis. Kita sibuk mempertanyakan keaslian, tetapi lupa memahami akar,” ujar Bayu, Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, jika keaslian dimaknai sebagai sesuatu yang steril dari pengaruh luar, maka hampir tidak ada ideologi di dunia yang dapat memenuhi kriteria tersebut. Namun, persoalan Marhaenisme tidak terletak di sana.

Ia menegaskan bahwa yang dirumuskan oleh Soekarno bukanlah ideologi yang berdiri di ruang kosong, melainkan hasil dialektika antara pemikiran global dan realitas lokal Indonesia.

“Marhaenisme itu bukan soal ‘murni atau tidak’, melainkan soal keberpihakan yang lahir dari pengalaman konkret rakyat Indonesia. Ia tumbuh dari tanah sendiri, bukan sekadar dipindahkan dari luar,” jelasnya.

Bayu melihat kecenderungan sebagian kalangan yang lebih mudah meragukan gagasan sendiri dibandingkan mengkritisi ketergantungan pada konsep luar sebagai gejala psikologis sekaligus geopolitik.

“Kita ini sering lebih percaya pada apa yang datang dari luar, lalu meragukan apa yang lahir dari dalam. Ini bukan sekadar debat ideologi, tetapi soal mentalitas bangsa dalam membaca dirinya sendiri. Bentuk keraguan itulah yang justru bisa membinasakan,” katanya.

Lebih jauh, ia menyebut bahwa Marhaenisme merupakan artikulasi ideologis yang berakar pada struktur sosial budaya Indonesia, petani kecil, buruh, dan kelas marhaen sebagai basis utama.

“Ini bukan ideologi yang dipaksakan ke realitas, tetapi lahir dari realitas itu sendiri,” tegasnya.

Dalam konteks kekinian, Bayu mengingatkan bahwa perdebatan soal label “asli” seharusnya tidak mengaburkan substansi utama: relevansi ideologi dalam menjawab persoalan bangsa.

Baca Juga:   DPC PA GMNI Solo Dukung Kadernya Maju Pada Kontestasi Pilkada 2024

“Pertanyaannya sederhana: apakah ideologi itu masih berpihak pada rakyat, atau justru menjauh dari realitasnya?” ujarnya.

Ia pun menutup dengan refleksi yang lebih luas: “Kalau kita terus sibuk meragukan apa yang lahir dari tanah sendiri, mungkin problemnya bukan pada Marhaenisme, melainkan pada cara kita memahami Indonesia.”.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Ekonomi Nasional
Rabu, 20 Mei 2026 | 17:01 WIB
Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Rabu, 20 Mei 2026 | 15:32 WIB
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:23 WIB
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Selasa, 19 Mei 2026 | 18:30 WIB
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Mahasiswa Cipayung Plus Kota Medan temui Ganjar Pranowo diskusikan energi baru terbarukan. MARHAENIST

Temui Ganjar, Mahasiswa Cipayung Plus Diskusikan Energi Baru Terbarukan

Marhaenist - Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung Kelompok Cipayung Plus Kota Medan…

Wacana Revisi UU Pilkada Menguat, Didin Indra Saputra: Demokrasi Jangan Mundur

Marhaenist.id, Jakarta – Wacana revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) yang…

Donald Trump Ditembak Saat Sedang Berpidato di Pennsylvania

Marhaenist - Tembakan muncul saat Donald Trump berpidato di Pennsylvania, dan mantan…

Mahasiswa Salatiga Bergerak, Kawal Putusan Mahkamah Konstitusi

Marhaenist.id, Salatiga - Berbagai unsur gerakan mahasiswa di Kota Salatiga, yang tergabung…

GMNI Malang Desak DPR RI Segera Mengesahkan RUU PPRT

Marhaenist.id, Kota Malang - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Megaphone Diplomacy, Upaya Penggalangan Sokongan Publik Penyelenggara Pemilu

Marhaenist - "Megaphone diplomacy" adalah upaya mengandalkan pers untuk manggalang sokongan publik,…

Feodalisme Digital dalam Ekonomi Creator: Membaca Ulang Generasi Emas 2045 dari Kacamata Marhaenisme

Marhaenist.id – Saat ini Indonesia telah berupaya mewujudkan visi besar “Generasi Emas…

Survei Terbaru, Ganjar Terus Meroket Puncaki Elektabilitas Capres

Marhaenist - Lembaga Charta Politika Indonesia merilis survei terbaru terkait elektabilitas calon…

Tangan Halus Pemerintah di Balik Pecahnya Nasionalisme dalam GMNI?

Marhaenist.id – Kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) versi Imanuel-Sujarhi yang digelar…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?