By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Dari Mahkamah Konstitusi ke Kampus, Prof. Arief Hidayat Resmi Bergabung di Universitas Borobudur sebagai Guru Besar Emeritus
Apa itu May Day? Apakah Sekadar Tanggal Merahkah?
Menuju Kematian Marhaenisme
Turut Berbelasungkawa atas Tragedi Kereta di Bekasi Timur, Marhaenist.id Dorong Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Perkeretaapian
Malaka Strait: Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

GMNI Persoalkan 10 Calon Dewas KPK, Sebut Upaya Jokowi Lindungi Diri dari KKN

Trian Walem
Trian Walem Diterbitkan : Sabtu, 5 Oktober 2024 | 08:58 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan, Dendy Se. MARHAENIST
Foto: Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan, Dendy Se. MARHAENIST
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan, mengkritisi sepuluh nama calon dewan pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lolos seleksi wawancara dan tes kesehatan.

Sepuluh nama itu sudah diserahkan Panitia Seleksi (Pansel) ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Selasa (1/10/2024), setelah dinyatakan lulus melalui seleksi.

Ketua DPC GMNI Jakarta Selatan, Dendy menilai, Jokowi sedang memakai tangan Pansel untuk melindungi diri dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Sebab, Dendy menyebut bahwa sepuluh nama tersebut masing-masing memiliki masalah yang berpotensi merusak integritas lembaga antirasuah itu.

“Pemilihan ini jelas terlihat sebagai langkah strategis untuk memperkuat kekuasaannya dan melindungi diri dari potensi penyelidikan KPK,” kata Dendy, dalam keterangannya pada Kamis (3/10/2024).

Menurutnya, sepuluh nama calon Dewas KPK tersebut memiliki catatan buruk terhadap integritas mereka masing-masing.

“Dengan memilih orang-orang yang memiliki catatan integritas yang buruk, Jokowi berusaha mengamankan posisi dirinya dan kroni-kroninya,” ujar Dendy.

Dendy pun menyoroti 10 nama tersebut mulai dari Benny Josua Mamoto. Di mana, mantan Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dengan harta kekayaan Rp 23,2 miliar itu diduga terlibat dalam skandal pembunuhan.

Kemudian, Iskandar MZ yang diketahui tidak transparan dalam mengungkap hasil penggeledahan Pertamina.

Lalu, Miwarzi yang diduga merekayasa kematian seorang tahanan. Heru Kresna Reza, juga dianggap gagal mengawasi korupsi di PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo).

Selain itu, yakni Elly Fariani yang disoroti karena memiliki harta kekayaan cukup fantastis. Lalu, Wisnu Baroto yang disebut memiliki catatan tuntutan ringan dalam kasus suap.

Ada juga Hamdi Hassyarbaini, yang tidak pernah melapor laporan harta kekayaan negara (LHKPN). Gusrizal, disorot karena menggelar pesta pernikahan mewah dengan kekayaan yang tidak sinkron.

Baca Juga:   Kawal Putusan MK, GMNI Airlangga Inisiasi Gerakan Demonstrasi Respons Kemelut RUU Pilkada

Kemudian, Sumpeno juga disorot karena menjatuhkan vonis ringan dalam kasus-kasus korupsi. Terkahir, Chiska Mirawati, yang juga tidak pernah melapor LHKPN.

Dendy berpendapat, dipilihnya sepuluh nama yang masing-masing memiliki catatan tersebut merupakan cara Jokowi untuk melindungi diri dan menghilangkan harapan rakyat.

“Jika dibiarkan, pemilihan ini akan menciptakan kekosongan moral dalam KPK dan menghancurkan harapan rakyat untuk pemberantasan korupsi yang nyata,” ungkapnya.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Dari Mahkamah Konstitusi ke Kampus, Prof. Arief Hidayat Resmi Bergabung di Universitas Borobudur sebagai Guru Besar Emeritus
Kamis, 30 April 2026 | 04:41 WIB
Apa itu May Day? Apakah Sekadar Tanggal Merahkah?
Kamis, 30 April 2026 | 04:20 WIB
Menuju Kematian Marhaenisme
Kamis, 30 April 2026 | 01:41 WIB
Turut Berbelasungkawa atas Tragedi Kereta di Bekasi Timur, Marhaenist.id Dorong Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Perkeretaapian
Kamis, 30 April 2026 | 01:00 WIB
Malaka Strait: Kebangkitan Ekonomi Indonesia
Rabu, 29 April 2026 | 21:09 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

DPK GMNI UNM Siap Jadi Patron Persatuan GMNI di Kota Makassar

Marhaenist.id, Makassar - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Dari Desa Hadapi Perubahan Iklim, Akar Desa Indonesia Teken MoU dengan Kemendes PDT

Marhaenist.id, Jakarta – Komitmen bersama dalam menghadirkan desa sebagai pusat perubahan kembali…

Kisah Bung Karno Menjelang Idul Fitri

Marhaenist.id - Presiden RI Pertama Ir Soekarno menyimpan sejumlah kisah menarik menjelang…

Paulus Yohanes Yorit Poni, Dari Penjaga Kantor Partai Menuju DPRD Manggarai Timur

Marhaenist.id, Manggarai Timur - Sebuah peristiwa sejarah bagi seorang anak muda sederhana…

Gelar Audiensi dengan Kejari, GMNI Jaktim Bahas Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin Jahit dan Peran Pemuda dalam Pengawasan Hukum

Marhaenist.id, Jakarta Timur – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Diplomasi Kesehatan Indonesia di Masa Transisi Global Pasca Keluarnya AS Dari WHO

Marhaenist.id  - Penarikan Amerika Serikat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bukan sekadar…

Program Beasiswa PKPA Peradi Utama–PA GMNI Resmi Ditutup, Sekjend Tekankan Integritas dan Etika Advokat

Marhaenist.id, Jakarta — Program Beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Peradi Utama…

Cerita Dibalik Lahirnya Ideologi Marhenisme

Marhaenist - Nama Marhaen menjadi legenda dalam sejarah politik Indonesia. Soekarno menciptakan…

Soemarsono, Saksi Sejarah Tragedi PKI di Madiun 1948

Marhaenist.id - Soemarsono adalah mantan Ketua Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia, juga…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?