By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Ekonomi Nasional
Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Dari Mahkamah Konstitusi ke Kampus, Prof. Arief Hidayat Resmi Bergabung di Universitas Borobudur sebagai Guru Besar Emeritus

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 30 April 2026 | 04:41 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H.,M.S (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur kembali mempertegas komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di bidang hukum dengan menghadirkan salah satu tokoh besar hukum nasional, Prof. Dr. Arief Hidayat, sebagai Dosen Tetap Guru Besar Emeritus.

Kehadiran Prof. Arief Hidayat menjadi langkah strategis bagi Universitas Borobudur dalam memperkuat kualitas akademik, khususnya pada Program Doktor Ilmu Hukum yang terus berkembang sebagai salah satu program unggulan di Indonesia.

Prof. Arief Hidayat dikenal luas sebagai figur penting dalam dunia hukum dan ketatanegaraan Indonesia. Karier akademiknya dimulai di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip), sebelum kemudian dipercaya mengemban amanah sebagai Hakim Konstitusi hingga menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia periode 2015–2018.

Setelah menuntaskan pengabdiannya sebagai dosen tetap di Universitas Diponegoro, Prof. Arief memilih kembali fokus pada dunia akademik untuk membagikan pengalaman, wawasan, dan pemikiran hukumnya kepada mahasiswa pascasarjana di Universitas Borobudur.

Prosesi pengukuhan sebagai Dosen Tetap Guru Besar Emeritus dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026, di Auditorium Universitas Borobudur, Jakarta.

Momen istimewa tersebut juga direncanakan akan dihadiri sekitar 40 Guru Besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang merupakan kolega Prof. Arief Hidayat. Kehadiran mereka menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi panjang beliau dalam menjaga konstitusi negara serta kontribusinya terhadap pengembangan ilmu hukum nasional.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (29/4/2026), Prof. Arief Hidayat menegaskan bahwa pengabdian terhadap ilmu pengetahuan dan hukum tidak pernah mengenal batas akhir.

“Pengabdian kepada ilmu pengetahuan dan hukum tidak mengenal kata purna. Setelah perjalanan panjang saya di Mahkamah Konstitusi dalam menjaga integritas konstitusi negara, saya merasa terpanggil untuk kembali ke dunia akademik. Mengajar adalah cara terbaik untuk melahirkan generasi pemikir hukum yang berintegritas, berkarakter, dan memiliki wawasan kebangsaan,” ujar Prof. Arief.

Baca Juga:   Gelar FGD, PA GMNI Sepakat Dorong PLTN Sebagai Energi Alternatif

Ia menambahkan, pendidikan hukum di Indonesia harus dibangun tidak hanya secara tekstual, tetapi juga memiliki fondasi etik dan moral yang kuat agar mampu melahirkan praktisi hukum yang berintegritas.

Bergabungnya Prof. Arief Hidayat semakin memperkuat jajaran Guru Besar pada Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur yang sebelumnya telah diperkuat oleh Prof. Faisal Santiago, Prof. Zudan Arief Fakrulloh, dan Prof. Ade Saptomo.

Dengan tambahan tersebut, Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur semakin menegaskan posisinya sebagai program doktor hukum terdepan dengan status akreditasi unggul sempurna, memperoleh nilai 375, yang menjadi nilai akreditasi tertinggi untuk perguruan tinggi swasta di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana Universitas Borobudur, Prof. Faisal Santiago, menyampaikan bahwa akreditasi unggul memiliki peran penting bagi mahasiswa, khususnya dalam mendukung pengembangan karier, peningkatan jabatan, hingga pemenuhan persyaratan profesional di berbagai institusi.

“Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur terus menjaga mutu akademik dan kualitas dosen hingga mencapai level tertinggi. Saat ini kami mengelola 440 mahasiswa aktif dan telah meluluskan 387 alumni. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat,” jelas Prof. Faisal.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun akademik 2025/2026, Program Doktor Ilmu Hukum menerima 169 mahasiswa baru. Bahkan, untuk tahun akademik 2026/2027 yang akan dimulai pada September 2026, telah tercatat 29 calon mahasiswa yang mendaftarkan diri lebih awal.

Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur menjadi pilihan tepat bagi masyarakat yang ingin melanjutkan studi di jenjang doktoral.

Selain didukung akreditasi unggul sempurna, Universitas Borobudur juga telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018 sebagai bukti bahwa tata kelola pendidikan dan sistem manajemen mutu telah berjalan secara profesional dan berstandar internasional.

Baca Juga:   Ziarahi di Makam Bung Karno, Berdoa dan Menebar Kembang,: Semua Terasa Istimewa (Catatan Perjalanan DPP PA GMNI 1)

Dengan seluruh capaian tersebut, Universitas Borobdur optimistis mampu terus melahirkan lulusan doktor hukum yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab persoalan hukum dan kebangsaan di Indonesia.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Ekonomi Nasional
Rabu, 20 Mei 2026 | 17:01 WIB
Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Rabu, 20 Mei 2026 | 15:32 WIB
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:23 WIB
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Selasa, 19 Mei 2026 | 18:30 WIB
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

IHSG Anjlok!!!

Marhaenist.id - IHSG di Bursa Efek Indonesia mengalami penurunan signifikan pada perdagangan…

Imanuel Sibuk Jadi Penggerak Perlawanan Pemerintah Terhadap PDIP, Eksponen GMNI: Arjuna/Dendy Lebih Pantas Jadi GMNI Karena Berpikir untuk Marhaen

Marhaenist.id, Jakarta - Salah satu eksponen Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kubu…

Cak Imin Doakan Puan Jadi Presiden, Puan Doakan Cak Imin Jadi Wapres

Marhaenist - Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan…

GMNI Soroti Penurunan Kuota KIP Kuliah dan LPDP 2023–2026: Alarm Darurat Akses Pendidikan Tinggi Nasional

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Kesederhanaan Mark Rutte, Jose Mujica, Boris Johnson Hingga Tony Blair Jarang Ada di Indonesia

Marhaenist.id - Mark Rutte tetap sederhana dan membumi meskipun jadi pejabat tinggi…

Masa Tenang, Ganjar Pilih Kulineran di Semarang

Marhaenist.id, Semarang - Di masa tenang, Ganjar Pranowo makan malam bersama Cak…

Gelar Muskom, Rakhmadhan terpilih sebagai Ketua DPK GMNI Polbeng Bengkalis

Marhaenist.id, Bengkalis - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Teror Bukan Bantahan: Ketika Kritik Dibalas Intimidasi dan New Orde Baru Muncul 

Marhaenist.id - Ternyata, menjadi orang kritis di negeri ini kini terasa lebih…

Raker DPD GMNI Jatim: Digitalisasi sebagai Upaya Penguatan Organisasi

Marhaenist.id, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Jawa Timur…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?