By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Nubuat Bung Karno Terbukti: Saat Bangsa Sendiri Menjadi Algojo Bagi Nalar dan Demokrasi Rakyat
DPC GMNI Jeneponto Bedah Film ‘Pesta Babi’, Soroti Praktik Kolonialisme Modern di Daerah
DPD GMNI Sultra Buka Posko Pengaduan Tenaga Kerja, Perkuat Perjuangan Hak Buruh di Sulawesi Tenggara
DPC GMNI Jember Tolak Tegas Wacana Reduksi Kampus sebagai Instrumen Industri
DPC GMNI Jember Kecam Krisis Etika DPRD Jember: Legislator Gen Z Gagal Menjadi Teladan Politik

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Ketika Buku Menjadi Batas Hidup: Tragedi Seorang Anak di NTT dan Gugatan Ideologis atas Pendidikan Indonesia

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 5 Februari 2026 | 19:56 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Penulis: Mufty Arya Dwitama, S.S, Wakil Ketua Bidang Analisa Isu dan Kajian Strategis DPC GMNI Jakarta Timur (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id — Seorang siswa kelas IV sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, meninggal dunia pada akhir Januari 2026. Peristiwa ini menyita perhatian publik setelah diketahui bahwa sebelum kematiannya, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku tulis dan alat tulis sekolah, namun permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.
‎
‎Pihak keluarga dan aparat setempat memastikan tidak terdapat unsur kekerasan dari pihak lain. Di lokasi kejadian, ditemukan catatan tulisan tangan berisi pesan perpisahan. Peristiwa ini kemudian berkembang menjadi perhatian nasional, bukan hanya karena usia korban, tetapi karena alasan yang melatarbelakanginya menyentuh persoalan paling mendasar dalam sistem pendidikan dan perlindungan anak.
‎
‎Potret Pendidikan di Pinggiran
‎
‎Kasus di Ngada kembali memperlihatkan bahwa akses terhadap pendidikan dasar yang layak belum sepenuhnya dirasakan oleh semua anak Indonesia. Di sejumlah wilayah tertinggal, kebutuhan paling elementer seperti buku tulis, alat belajar, dan perlengkapan sekolah masih bergantung sepenuhnya pada kemampuan ekonomi keluarga.
‎
‎Kondisi ini kontras dengan fakta bahwa anggaran pendidikan nasional secara konstitusional dialokasikan lebih dari 20 persen dari APBN setiap tahun. Namun, besarnya anggaran tersebut belum sepenuhnya menjamin kehadiran negara pada level paling dasar kehidupan rakyat. Bagi sebagian anak, sekolah masih menjadi ruang yang memunculkan tekanan psikologis, bukan ruang yang memberi rasa aman dan harapan.
‎
‎Sejumlah pejabat pemerintah dan anggota legislatif telah menyampaikan keprihatinan serta komitmen evaluasi. Namun, tragedi ini dinilai tidak cukup dipahami sebagai kasus individual atau kelalaian teknis semata.
‎
‎Sikap DPC GMNI Jakarta Timur
‎
DPC ‎GMNI Jakarta Timur menegaskan bahwa tragedi tersebut mencerminkan kegagalan kolektif bangsa dalam memastikan pendidikan benar-benar hadir sebagai hak rakyat, terutama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.
‎
‎Dalam pandangan Bung Karno, pendidikan merupakan alat pembebasan manusia dan sarana pembentukan watak bangsa (nation and character building). Pendidikan tidak boleh menjadi beban yang memperberat kehidupan rakyat kecil. Ketika seorang anak harus kehilangan hidupnya karena tidak mampu membeli buku tulis, maka yang patut dipertanyakan adalah arah keberpihakan negara dalam menjalankan mandat kemerdekaan.
‎
‎“Pendidikan seharusnya memerdekakan, bukan menekan. Ketika pendidikan justru menjadi sumber keputusasaan, maka ada persoalan mendasar dalam cara negara hadir,” demikian pernyataan DPC GMNI Jakarta Timur.
‎
‎Gugatan atas Makna Kemerdekaan
‎
‎Bung Karno pernah menyebut kemerdekaan sebagai *jembatan emas menuju masyarakat adil dan makmur*. Tragedi ini memunculkan pertanyaan mendasar: sejauh mana jembatan itu benar-benar dapat dilalui oleh seluruh anak bangsa.
‎
‎Bagi korban di Ngada, keterbatasan ekonomi menjadi penghalang yang tidak mampu ia lewati sendiri. Pendidikan yang seharusnya membuka jalan keluar dari kemiskinan justru hadir sebagai tekanan psikologis. Hal ini menunjukkan adanya jarak yang masih lebar antara cita-cita kemerdekaan dan realitas sosial.
‎
Perjuangan yang Belum Selesai
‎
‎DPC GMNI Jakarta Timur di bawah kepemipinan Jansen Henry Kurniawan menilai tragedi ini tidak boleh berhenti sebagai berita duka atau simpati sesaat. Ini harus menjadi bahan refleksi nasional agar pendidikan kembali ditempatkan sebagai alat pembebasan dan keberpihakan nyata kepada rakyat kecil.
‎
‎Kematian seorang anak di Nusa Tenggara Timur adalah kehilangan bagi bangsa. Selama pendidikan belum sepenuhnya menjangkau yang paling rentan, dan selama kemiskinan masih membuat anak-anak memikul beban yang tak semestinya, maka sebagaimana pernah ditegaskan Bung Karno perjuangan bangsa ini memang belum selesai.***

Baca Juga:   Brave Pink, Hero Green, dan SEAbling

Penulis: Mufty Arya Dwitama, S.S, Wakil Ketua Bidang Analisa Isu dan Kajian Strategis DPC GMNI Jakarta Timur.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Nubuat Bung Karno Terbukti: Saat Bangsa Sendiri Menjadi Algojo Bagi Nalar dan Demokrasi Rakyat
Rabu, 13 Mei 2026 | 15:49 WIB
DPC GMNI Jeneponto Bedah Film ‘Pesta Babi’, Soroti Praktik Kolonialisme Modern di Daerah
Rabu, 13 Mei 2026 | 14:23 WIB
DPD GMNI Sultra Buka Posko Pengaduan Tenaga Kerja, Perkuat Perjuangan Hak Buruh di Sulawesi Tenggara
Rabu, 13 Mei 2026 | 13:11 WIB
DPC GMNI Jember Tolak Tegas Wacana Reduksi Kampus sebagai Instrumen Industri
Rabu, 13 Mei 2026 | 00:57 WIB
DPC GMNI Jember Kecam Krisis Etika DPRD Jember: Legislator Gen Z Gagal Menjadi Teladan Politik
Selasa, 12 Mei 2026 | 22:06 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Menteri koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD dan Ketua Umum GBN Erros Djarot. MARHAENIST

Dukung Musisi Bangkit Dari Pandemi, GBN Gelar Bhinneka Culture Festival

Marhaenist - Dalam rangka berikan wadah bagi para musisi-musisi tanah air yang…

Refleksi Hari Jadi Kabupaten Rohul Ke-26 Tahun, GMNI: Momentum Evaluasi Pembangunan dan Penguatan Nasionalisme Kerakyatan

Marhaenist.id, Pasir Pengaraian - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Rokan…

GMNI Surabaya Kecam Aksi Oknum Ormas, Dukung Kepolisian Tegakkan Hukum dan Lindungi Warga Lansia

Marhaenist.id, Surabaya — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Foto: Deodatus Sunda Se, Ketua DPD GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.

Pernyataan Sikap GMNI DKI Jakarta: Menggugat Hegemoni Otoritarian dan Teror Terhadap Pembela HAM

"Hanya Bangsa yang Berani Mengambil Nasib ke Dalam Tangannya Sendiri, Akan Dapat…

Apa itu May Day? Apakah Sekadar Tanggal Merahkah?

Marhaenist.id - Menjelang peringatan May Day 2026, sebagai Ketua DPK GMNI Universitas…

DPP GMNI Soroti Tragedi Siswa SD di NTT, Cermin Gagalnya Sistem Pendidikan

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Menimbang Urgensi Perubahan Wantimpres Menjadi DPA

Marhaenist.id - Usul DPR terhadap revisi Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2006…

Naar de Republiek Indonesia

INTERUPSI Kelahiran suatu pikiran sering menyamai kelahiran seorang anak. Ia didahului dengan…

DPC GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Korupsi di DJP: Pajak Rakyat Tidak Aman

Marhaenist.id, Jakarta Timur – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?