By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Masyarakat Loloda Utara Keluhkan Tarif Angkutan Naik, GMNI Halut Ingatkan Pemda Jangan Diam
GMNI Bukan Milikmu: Kritik Sunyi dari Kader Akar Rumput
Kelas Menengah Diperas Biaya Hidup: Stabilitas yang Menipu
Gelar Halal Bihalal, PA GMNI Serukan Penguatan Karakter dan Gotong Royong Hadapi Tekanan Global
DPD PA GMNI Sultra Ucapkan Selamat HUT ke-62 Harmoni Sultra, Dukung ASR Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

GMNI Bukan Milikmu: Kritik Sunyi dari Kader Akar Rumput

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 27 April 2026 | 09:36 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Jeje Zaenudin bersama bersama Bung dan Sarinah DPK GMNI UBPK (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Dalam dinamika organisasi kader seperti GMNI, ada satu penyakit lama yang terus berulang dengan wajah yang berbeda: merasa memiliki organisasi. Perasaan ini sering tumbuh diam-diam pada mereka yang telah lama ber-GMNI, yang pernah berkeringat di jalanan, yang merasa telah memberi banyak, lalu tanpa sadar mulai mengklaim bahwa organisasi ini berdiri karena dirinya. Padahal, sejarah selalu menunjukkan sebaliknya: tidak ada organisasi yang hidup karena satu orang.

GMNI tidak lahir dari ego individu, melainkan dari semangat kolektif. Ia tumbuh dari kerja sunyi banyak tangan yang tidak terlihat, dari kader-kader yang tidak pernah tampil di depan tetapi selalu hadir ketika dibutuhkan. Dari mereka yang menyumbangkan tenaga, waktu, bahkan pikiran tanpa menuntut pengakuan. Organisasi ini bergerak karena ada kepercayaan, karena ada gotong royong ideologis, bukan karena satu figur yang merasa paling berjasa.

Ketika seseorang mulai merasa bahwa GMNI adalah “miliknya”, di situlah awal
kemunduran nilai dimulai. Ia lupa bahwa setiap langkahnya pernah ditopang oleh orang lain. Ia lupa berterima kasih. Ia lupa bahwa setiap posisi yang ia capai bukan hasil perjuangan tunggal, tetapi hasil dari ruang yang dibuka oleh banyak orang sebelumnya.

Lebih ironis lagi, ketika ia sudah berada di titik tertentu, justru ia menutup ruang itu bagi yang lain. Ia menjadi lupa diri, lupa asal, bahkan lupa siapa saja yang pernah berdiri di belakangnya.

Sikap seperti ini tidak hanya merusak secara moral, tetapi juga menciptakan konflik internal yang tidak sehat. Dan seperti biasa, yang paling dirugikan bukanlah mereka yang berada di atas. Yang menjadi korban adalah kader-kader di bawah, mereka yang masih tulus, yang masih bersemangat ber-GMNI di jalan lurus tanpa embel-embel kepentingan.

Baca Juga:   Kota Balikpapan Belum Merdeka?

Mereka yang datang dengan idealisme, tetapi justru disuguhi konflik, ego, dan perebutan pengaruh yang jauh dari nilai perjuangan. Padahal, organisasi kader seharusnya menjadi ruang pembelajaran, bukan arena dominasi. Menjadi pemimpin di dalamnya bukan berarti menjadi pemilik, apalagi bos. Pemimpin organisasi adalah pelayan gerakan, penjaga nilai, dan pengarah arah perjuangan. Ia tidak berdiri di atas kader lain, tetapi berjalan bersama mereka.

Jika kembali pada ajaran Soekarno, tidak pernah ada ruang untuk kesombongan dalam kepemimpinan. Bung Karno mengajarkan tentang kolektivitas, tentang gotong royong, tentang perjuangan yang berpihak kepada rakyat. Ia tidak membangun kultus individu, melainkan membangun kesadaran bersama. Ia tidak mengajarkan kader untuk jumawa, tetapi untuk tetap membumi, bahkan ketika berada di puncak.

Karena itu, menjadi kader yang lama bukanlah alasan untuk merasa paling memiliki. Justru semakin lama seseorang berada dalam organisasi, semakin besar tanggung jawabnya untuk merawat nilai, bukan menguasai ruang.

Semakin tinggi posisinya, semakin rendah hatinya seharusnya. Pada akhirnya, GMNI akan tetap hidup, dengan atau tanpa satu individu. Ia akan terus bergerak selama masih ada kader yang percaya pada nilai perjuangan, yang setia pada garis ideologi, dan yang tidak menjadikan organisasi sebagai alat kepentingan pribadi.

Semoga siapa pun yang hari ini ber-GMNI, di posisi apa pun, tetap mampu menjaga kerendahan hati. Tidak merasa paling berjasa, tidak merasa paling berhak, tidak lupa berterima kasih, dan tidak lupa bahwa di setiap langkahnya, selalu ada banyak tanganyang pernah mendorongnya ke depan.***


Penulis: Jeje Zaenudin, Ketua DPK GMNI UBPK.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Masyarakat Loloda Utara Keluhkan Tarif Angkutan Naik, GMNI Halut Ingatkan Pemda Jangan Diam
Senin, 27 April 2026 | 18:09 WIB
Kelas Menengah Diperas Biaya Hidup: Stabilitas yang Menipu
Minggu, 26 April 2026 | 17:00 WIB
Gelar Halal Bihalal, PA GMNI Serukan Penguatan Karakter dan Gotong Royong Hadapi Tekanan Global
Minggu, 26 April 2026 | 13:51 WIB
DPD PA GMNI Sultra Ucapkan Selamat HUT ke-62 Harmoni Sultra, Dukung ASR Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Minggu, 26 April 2026 | 12:27 WIB
Resonansi Nusantara: Jalan Tengah di Tengah Guncangan Peradaban
Minggu, 26 April 2026 | 10:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. FILE/PDI Perjuangan

Soal Siap Jadi Capres, Hasto: Ganjar Pranowo Tidak Melanggar Disiplin Partai

Marhaenist - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan Ganjar…

Hendak Sampaikan Aspirasi Ke Wapres, Seorang Aktifis Mahasiswa di Kendari Babak Belur Dibogem Aparat Keamanan

Marhaenist.id, Kendari - Rimon Fatrah Negara atau yang akrab dipanggil Rifat, seorang…

Skandal Korupsi Tol Balikpapan-Samarinda: Keresahan Masyarakat Kalitim Sejak 2023 Akhirnya Terjawab

Marhaenist.id - Jalan tol merupakan jalur alternatif yang disediakan pemerintah untuk masyarakat…

Detik-detik Seorang Jurnalis di Morowali ditangkap oleh Aparat Kemanan yang berpakaian preman dan bersenjata Laras Panjang (Sumber: Portal Hukum Indonesia)/MARHAENIST.

Viral! Jerit Tangis di Torete: Saat Laras Panjang Membungkam Hak Warga, Roy Diseret Tanpa Dialog

Marhaenist.id, Morowali – Suasana Desa Torete yang semula tenang, mendadak berubah mencekam…

Resmi Lantik PA GMNI Sulteng dan Sulbar, Prof Arief Hidayat Ajak Kader Teladani Pendiri Bangsa untuk Jaga Indonesia

Marhaenist.id, Palu - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Alumni (PA)…

Pengembangan Koperasi Listrik Zambia

Marhaenist - Delegasi pemerintah dari Zambia tiba di Nashville, Tennessee, untuk menghadiri…

Ganjar: Bansos Kewajiban Negara, Tidak Boleh Diklaim Pihak Tertentu!

Marhaenist.id, Jakarta - Persoalan bantuan sosial menjadi topik menarik dalam perhelatan debat…

Dari Desa Hadapi Perubahan Iklim, Akar Desa Indonesia Teken MoU dengan Kemendes PDT

Marhaenist.id, Jakarta – Komitmen bersama dalam menghadirkan desa sebagai pusat perubahan kembali…

Dialog Terbuka Kader GMNI Bahas Potensi dan Tantangan Organisasi di Tengah Perubahan Zaman

Marhaenist.id, Jakarta — Sejumlah kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dari berbagai…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?