By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Reforma Agraria dan Krisis Keadilan Sosial
Ketua GMNI NTT Desak Presiden Prabowo Tetapkan Perangkat Desa sebagai ASN atau PPPK
Paul Finsen Mayor: Negara Harus Membaca Budaya Geopolitik Papua, Bukan Memaksakan Modal
GMNI Jakarta Selatan Serukan Aksi Solidaritas untuk Laras Faizati dan Aktivis yang Dikriminalisasi
Etika Negara Demokrasi: Ketika Kekuasaan Harus Tunduk pada Kepercayaan Rakyat

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Skandal Korupsi Tol Balikpapan-Samarinda: Keresahan Masyarakat Kalitim Sejak 2023 Akhirnya Terjawab

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 27 Maret 2025 | 02:03 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Penampakan jalan tol Balikpapan-Samarinda (Sumber foto: Bisnis.com)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Jalan tol merupakan jalur alternatif yang disediakan pemerintah untuk masyarakat yang ingin melakukan perjalanan antar kota dalam waktu yang relatif singkat. Jalan tol dibangun dengan material berspesifikasi tinggi dengan maksud jalan tol dapat memiliki kemampuan menahan beban kendaraan roda 4 dalam waktu yang lama.

Namun naas, terjadi tindak korupsi pada pembangunan jalan tol Balikpapan Samarinda. Ketidaksesuaian rencana spesifikasi material dengan fakta spesifikasi material di lapangan.

Berdasarkan publikasi HarianKaltim.com (25/3/2025), proyek dengan nilai kontrak Rp9,37 triliun yang diawasi oleh PT. Jasamarga Balikpapan Samarinda bersama mandor proyek dari PT. Wijaya Karya ini terbukti melakukan kecurangan pada saat pembangunan, setelah Badan Pemeriksa Keuangan menemukan kejanggalan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Nomor 15/LH/XX/08/2024 yang diterbitkan 30 Agustus 2024 dengan fakta lapangan

Jalan tol yang masih berumur 5 tahun sejak peresmiannya pada tanggal 19 Desember 2019 ini telah mengalami banyak kerusakan. Meskipun tergolong kerusakan ringan, yaitu adanya permukaan tidak rata yang membuat pengguna jalan merasa melewati jalan bergelombang, namun tetap mengancam rasa aman dan mengurangi kenyamanan para pengguna jalan.

Pada laman Instagram @media.bpn, dampak dari ketidaksesuaian ini telah dirasakan jelas oleh masyarakat yang berlalu lalang melakukan perjalanan antar kota melalui fasilitas jalan tol ini seperti permukaan jalanan yang terasa bergelombang di sepanjang kilometer 0 sampai kilometer 76.

Apa yang diresahkan dari masyarakat juga saya alami ketika menggunakan fasilitas jalan tol, dimana ketidakmulusan jalan begitu terasa ketika melewati dengan kecepatan yang tinggi.

Pada tahun 2023 silam, Polda Kaltim merilis data kecelakan yang mencapai 16 kasus sepanjang tahun 2019 – 2023. Ini merupakan dampak yang jelas akibat dari ketidaksesuaian aktualisasi dengan perencanaan pembangunan konstruksi, sehingga kualitas kekuatan beton pun juga tidak mencapai kuat rencana. Selain berdampak untuk masyarakat, kasus ini telah membebani biaya perawatan yang mencapai 54,85 miliar.

Baca Juga:   Soekarno dan Pramuka: Gerakan Indonesia Merdeka Menuju Indonesia Maju

Sebagai mahasiswa jurusan Teknik Sipil, saya merasa miris dan geram ketika mengetahui bahwa pembangunan yang direncanakan menggunakan dimensi tulangan berdiameter 32mm, namun secara aktual menggunakan 22mm. Hal ini tentu akan berpengaruh pada kekuatan beton jalan dalam menahan gaya tarik dari beban kendaraan serta umur dari konstruksi yang tidak sesuai dengan yang direncanakan. Mirisnya lagi adalah tarif jalan tol BalSam tergolong tinggi, namun fasilitas yang disediakan tidak mengikuti standarisasi.

Tindakan keji seperti ini tentu akan memiliki dampak yang melebar, terutama pada durabilitas atau umur konstruksi jalan tol, karena perlu diingat bahwasanya Balikpapan dan Samarinda merupakan kota penyangga dari IKN, dimana hal ini akan menyebabkan kelonjakan pendatang dari luar provinsi Kalimantan Timur. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan lalu lintas jalan tol juga akan semakin padat.

Hadirnya kasus seperti ini menjadi momentum yang tepat untuk warga Kaltim meningkatkan kepekaan terhadap fasilitas umum lainnya yang dapat terindikasi tidak memenuhi standarisasi yang berlaku. Hari ini yang bermasalah adalah jalan tol, tidak menutup kemungkinan fasilitas lainnya pun juga tidak sesuai dan tanpa disadari akan dapat mencelakai masyarakat yang menggunakannya di kemudian hari.

Untuk itu, mari kita tingkatkan kesadaran kita terhadap sekitar dan tidak ragu untuk melaporkan kepada pihak yang berwenang. Tidak hanya akan bermanfaat bagi saya, namun juga anda, keluarga anda, dan masyarakat luas.

Merdeka!***


Penulis: Azzan Farizi, Wakabid Politik dan Jaringan DPC GMNI Balikpapan.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Reforma Agraria dan Krisis Keadilan Sosial
Kamis, 15 Januari 2026 | 15:13 WIB
Ketua GMNI NTT Desak Presiden Prabowo Tetapkan Perangkat Desa sebagai ASN atau PPPK
Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08 WIB
Paul Finsen Mayor: Negara Harus Membaca Budaya Geopolitik Papua, Bukan Memaksakan Modal
Kamis, 15 Januari 2026 | 09:03 WIB
GMNI Jakarta Selatan Serukan Aksi Solidaritas untuk Laras Faizati dan Aktivis yang Dikriminalisasi
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:27 WIB
Etika Negara Demokrasi: Ketika Kekuasaan Harus Tunduk pada Kepercayaan Rakyat
Rabu, 14 Januari 2026 | 22:55 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Peran Partai Politik dalam Mewujudkan Keadilan Sosial

Marhaenist.id - Sejak awal kemerdekaan, upaya meningkatkan kesadaran nasional terus menyebar luas,…

Soal Ojol, Pemerintah Jadi Budak Korporasi

Marhaenist - Para pengemudi ojek online (Ojol) akhir akhir ini melakukan unjuk…

Politik Inklusif Ganjar Pranowo

Perhelatan kontestasi politik melalui Pemilihan Umum 2024 semakin dekat dan berjalan dinamis.…

Rekonstruksi Amanat Marhaen, GMNI Menggugat Para Pimpinan MBD

Marhaenist.id - Momentum pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah di…

Dukung Kami (Servas-Pius=SERIUS) untuk Menuju Belu yang Berdaya Saing

Marhaenist.id - Berjalan sampai sejauh ini adalah penyerahan diri secara total untuk…

Dukung Ganjar, Caleg Demokrat Alumni GMNI Ini Tak Peduli Disanksi Partai

Marhaenist.id, Malang - Caleg DPRD Dapil V Jatim dari Partai Demokrat sekaligus…

Krisis Penyerapan Susu Lokal Menuai Aksi Simbolis Mandi Susu di Boyolali

Marhaenist.id - Sabtu (9/11/2024) lalu terjadi aksi simbolis mandi susu di Tugu Susu…

Nominasi OCCRP dan Beban Berat Presiden Prabowo

Marhaenist.id - Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) adalah lembaga independen jaringan…

Tahun Baru, KUHP Baru: Transisi Keberlakuan Hukum Pidana Nasional

Marhaenist.id - Hukum pidana indonesia memegang fungsi khusus yakni melindungi kepentingan individu,…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?