By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Gelar Seri Diskusi Publik Edisi V, PA GMNI Jakarta Raya Tekankan Front Marhaenis Ambil Peran untuk Berdaulat, Berdikari, Berbudaya
Program PKPA Beasiswa Peradi Utama Berlanjut, 140 Kader Ikuti Pertemuan Keempat dengan Materi Tata Acara Pengadilan Pidana
Front Marhaenis Ditengah Kekacauan Politik, Hukum, dan Ekonomi Indonesia Hari Ini
Republik Jenderal Multitasking
DPC PA GMNI Humbahas Ajak Kampus di Sumut Gerakkan Mahasiswa sebagai Relawan Pemulihan Psikologis Anak Korban Bencana

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Bertahan Ditengah Badai: Sebuah Refleksi Perjalanan Bersama GMNI

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 17 Mei 2025 | 20:59 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Musail Waedurat, Kader GMNI Lebak-Banten/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Perjalanan saya di GMNI bukanlah kisah yang tenang di permukaan air yang jernih. Ini adalah kisah tentang gelombang yang tak pernah berhenti menggulung, tentang ombak yang mengguncang dasar keyakinan, dan tentang badai yang mencoba meruntuhkan semangat. Dibalik semua itu, ada satu hal yang selalu saya pelajari di GMNI: bahwa perjuangan bukan hanya tentang siapa yang tahu lebih banyak, tetapi tentang siapa yang mampu bertahan lebih lama.

Saya memasuki GMNI dengan idealisme yang membara. Dengan semangat marhaenis, saya berdiri di tengah barisan mereka yang percaya bahwa perubahan sosial bukan sekadar wacana, tapi tindakan nyata. Namun idealisme itu segera diuji. Ombak pertama datang dalam bentuk perdebatan sengit, gesekan pemikiran, bahkan kekecewaan atas realitas yang tak seindah teori.

Di tengah gelombang organisasi, saya belajar bahwa menjadi kader bukanlah perkara mudah. Ada ego yang harus diredam, ada luka yang harus diterima, dan ada kawan yang kadang menjadi lawan dalam dinamika perjuangan. Tapi justru di situlah saya menemukan kekuatan. GMNI mengajarkan saya untuk berdiri tegak, meski kaki gemetar, untuk bicara lantang meski suara parau, dan untuk tetap melangkah meski arah terasa kabur.

Badai terbesar tak datang dari luar, tapi dari dalam: rasa lelah, ragu, dan kecewa. Ada saat di mana saya hampir menyerah, bertanya pada diri sendiri: untuk apa semua ini? Tapi dalam sepi itu, suara ajaran Bung Karno menggema kembali: perjuangan itu adalah pelaksanaan kata-kata. Dan GMNI, dengan segala kekurangannya, tetap menjadi ruang yang membentuk saya, membakar kembali api yang mulai padam.

Saya melihat kawan-kawan datang dan pergi. Beberapa hilang dalam badai, beberapa memilih jalan yang lebih mudah. Tapi saya memilih bertahan. Karena saya tahu, perjuangan ini bukan tentang siapa yang paling cerdas mengutip teori, tapi siapa yang paling kuat menjaga komitmen. Siapa yang tetap berdiri saat yang lain memilih berbaring.

Baca Juga:   Tanimbar Membutukan Pemimpin yang Visioner untuk Menjawab Masalah Publik

GMNI bukan hanya organisasi. Ia adalah sekolah kehidupan. Ia mengajarkan bahwa idealisme butuh kesabaran, bahwa loyalitas dibuktikan bukan saat senang, tapi saat perih. Bahwa revolusi bukan hanya tentang mengubah sistem, tapi juga tentang mengubah diri. Kini, saat saya menoleh ke belakang, saya melihat jejak yang penuh luka dan peluh, tapi juga penuh makna. Saya tidak menyesal pernah terseret ombak, diterpa gelombang, atau diterjang badai. Karena di tengah semua itu, saya menemukan siapa diri saya sebenarnya.

Saya adalah kader GMNI. Dan saya akan terus berjuang, bukan karena saya tahu segalanya, tapi karena saya memilih untuk bertahan di tengah badai, bersama cita-cita, bersama rakyat.***


Penulis: Musail Waedurat, Kader GMNI Lebak-Banten.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Gelar Seri Diskusi Publik Edisi V, PA GMNI Jakarta Raya Tekankan Front Marhaenis Ambil Peran untuk Berdaulat, Berdikari, Berbudaya
Sabtu, 6 Desember 2025 | 23:40 WIB
Program PKPA Beasiswa Peradi Utama Berlanjut, 140 Kader Ikuti Pertemuan Keempat dengan Materi Tata Acara Pengadilan Pidana
Sabtu, 6 Desember 2025 | 23:04 WIB
Front Marhaenis Ditengah Kekacauan Politik, Hukum, dan Ekonomi Indonesia Hari Ini
Sabtu, 6 Desember 2025 | 22:30 WIB
Republik Jenderal Multitasking
Sabtu, 6 Desember 2025 | 12:46 WIB
DPC PA GMNI Humbahas Ajak Kampus di Sumut Gerakkan Mahasiswa sebagai Relawan Pemulihan Psikologis Anak Korban Bencana
Sabtu, 6 Desember 2025 | 12:24 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Abdy Yuhana: PA GMNI Mendorong Tiga Tokoh Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

Marhaenist.id, Bandung - DPP Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tantang Keberpihakan Pram Doel Ke Seniman, Pelukis Kota Tua Kirim Undangan Ke Markas Timses Jl Cemara 19

Marhaenist.id, Jakarta - Perhelatan Pemilu acapkali ramai dengan banyak acara yang bertujuan…

Eros Djarot Resmi Rilis Buku Berjudul “Autobiografi Erros Djarot jilid 1” dan “Erros Djarot: Apa Kata Sahabat”

Marhaenist.id, Jakarta - Politikus dan budayawan Soegeng Rahardjo Djarot yang akrab disapa…

PDI-P dan Revisi UU TNI

Marhaenist.id - Dengan adanya penolakan masyarakat terhadap revisi Undang-Undang TNI, PDI-P seharusnya…

Foto:

IUP bagi Perguruan Tinggi Menyalahi Tridharma Perguruan Tinggi

Marhaenist.id - Setelah sebelumnya ormas keagamaan mendapat karpet merah dalam pengajuan Izin…

Diterpa Berita Hoax, Dendy Setiawan Tegaskan Kembali Tak Akan Mencalonkan Diri sebagai Ketum ataupun Sekjend DPP GMNI

Marhaenis.id, Surabaya - Beredar adanya berita hoaks yang mengatakan bahwa M Ageng…

Bung Tomo, Sang Pahlawan Peniup Semangat Perjuangan yang Ditangkap oleh Orba dengan Tuduhan Pengacau Negara

Marhaenist.id - Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, nama Bung Tomo menjadi salah…

Nasrani-Yahudi Dalam Tinjauan Madilog

AGAMA NASRANI Jesus Nazrenus Rex Jodioram Jesus dari Nazaret Rajanya Yahudi Agama…

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. MARHAENIST

Ganjar: Pemotongan Bantuan Bentuk Pengkhianatan Pada Negara

Marhaenist - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tegas mengatakan mereka yang bermain…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?