By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Bertahan Ditengah Badai: Sebuah Refleksi Perjalanan Bersama GMNI

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 17 Mei 2025 | 20:59 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Musail Waedurat, Kader GMNI Lebak-Banten/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Perjalanan saya di GMNI bukanlah kisah yang tenang di permukaan air yang jernih. Ini adalah kisah tentang gelombang yang tak pernah berhenti menggulung, tentang ombak yang mengguncang dasar keyakinan, dan tentang badai yang mencoba meruntuhkan semangat. Dibalik semua itu, ada satu hal yang selalu saya pelajari di GMNI: bahwa perjuangan bukan hanya tentang siapa yang tahu lebih banyak, tetapi tentang siapa yang mampu bertahan lebih lama.

Saya memasuki GMNI dengan idealisme yang membara. Dengan semangat marhaenis, saya berdiri di tengah barisan mereka yang percaya bahwa perubahan sosial bukan sekadar wacana, tapi tindakan nyata. Namun idealisme itu segera diuji. Ombak pertama datang dalam bentuk perdebatan sengit, gesekan pemikiran, bahkan kekecewaan atas realitas yang tak seindah teori.

Di tengah gelombang organisasi, saya belajar bahwa menjadi kader bukanlah perkara mudah. Ada ego yang harus diredam, ada luka yang harus diterima, dan ada kawan yang kadang menjadi lawan dalam dinamika perjuangan. Tapi justru di situlah saya menemukan kekuatan. GMNI mengajarkan saya untuk berdiri tegak, meski kaki gemetar, untuk bicara lantang meski suara parau, dan untuk tetap melangkah meski arah terasa kabur.

Badai terbesar tak datang dari luar, tapi dari dalam: rasa lelah, ragu, dan kecewa. Ada saat di mana saya hampir menyerah, bertanya pada diri sendiri: untuk apa semua ini? Tapi dalam sepi itu, suara ajaran Bung Karno menggema kembali: perjuangan itu adalah pelaksanaan kata-kata. Dan GMNI, dengan segala kekurangannya, tetap menjadi ruang yang membentuk saya, membakar kembali api yang mulai padam.

Saya melihat kawan-kawan datang dan pergi. Beberapa hilang dalam badai, beberapa memilih jalan yang lebih mudah. Tapi saya memilih bertahan. Karena saya tahu, perjuangan ini bukan tentang siapa yang paling cerdas mengutip teori, tapi siapa yang paling kuat menjaga komitmen. Siapa yang tetap berdiri saat yang lain memilih berbaring.

Baca Juga:   Konflik Geopolitik dalam Perspektif Marhaen antara Perebutan Kuasa Global dan Nasib Rakyat Kecil

GMNI bukan hanya organisasi. Ia adalah sekolah kehidupan. Ia mengajarkan bahwa idealisme butuh kesabaran, bahwa loyalitas dibuktikan bukan saat senang, tapi saat perih. Bahwa revolusi bukan hanya tentang mengubah sistem, tapi juga tentang mengubah diri. Kini, saat saya menoleh ke belakang, saya melihat jejak yang penuh luka dan peluh, tapi juga penuh makna. Saya tidak menyesal pernah terseret ombak, diterpa gelombang, atau diterjang badai. Karena di tengah semua itu, saya menemukan siapa diri saya sebenarnya.

Saya adalah kader GMNI. Dan saya akan terus berjuang, bukan karena saya tahu segalanya, tapi karena saya memilih untuk bertahan di tengah badai, bersama cita-cita, bersama rakyat.***


Penulis: Musail Waedurat, Kader GMNI Lebak-Banten.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

DPD PA GMNI Kaltim Tolak Pemangkasan DBH yang Dinilai Sangat Tidak Adil

Marhaenist.id, Samarinda - Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan…

Pengambilalihan (Buy Out) Korporasi Bangkrut oleh Buruh

Marhaenist.id - Semenjak krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19, banyak perusahaan baik dalam skala…

Beri Kritik Keras Ke Kabinet Prabowo-Gribran, Paul Finsen Mayor Sebut Gemuk Struktur

Marhaenist.id, Jakarta - Alumni GMNI yang juga senator terpilih asal Provinsi Papua…

Menolak Gelar Pahlawan Nasional bagi Soeharto adalah Kewajiban Ideologis bagi Marhaenis

Marhaenist.id - Wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto yang beberapa waktu…

Kisruh Koperasi dan MRT Bikin Iklim Usaha Buruk,  Ketua PB Jakarta Apresiasi Kebijakan Pramono Anung

Marhaenist.id, Jakarta - Kisruh  antara Koperasi pedagang  dengan manajemen Plasa 2 Blok…

Kelompok Anarko, Dalang Dibalik Kerusuhan Agustus 2025 di Indonesia?

Marhaenist.id - Sejarah pergerakan Mahasiswa 98, yang menjadi korban penjarahan adalah orang-orang…

DPC GMNI Jaktim, FKPPAI Kota Jaktim dan DPP GJPI Aksi Gelar Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang Sumatera

Marhaenist.id, Jakarta Timur — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. FILE/Marhaenist

GMNI dan Dunia Aktivisme Ganjar Pranowo

Marhaenist - Ganjar Pranowo lahir pada masa ketika Indonesia sedang merayakan peringatan…

DPD PA GMNI Jakarta Raya Bakal Gelar Diskusi Publik Edisi Khusus Pra-Konferda V

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?