By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
IndonesianaInfokiniMarhaen

Viral! Jerit Tangis di Torete: Saat Laras Panjang Membungkam Hak Warga, Roy Diseret Tanpa Dialog

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 7 Januari 2026 | 14:27 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Detik-detik Seorang Jurnalis di Morowali ditangkap oleh Aparat Kemanan yang berpakaian preman dan bersenjata Laras Panjang (Sumber: Portal Hukum Indonesia)/MARHAENIST.
Detik-detik Seorang Jurnalis di Morowali ditangkap oleh Aparat Kemanan yang berpakaian preman dan bersenjata Laras Panjang (Sumber: Portal Hukum Indonesia)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Morowali – Suasana Desa Torete yang semula tenang, mendadak berubah mencekam pada Sabtu siang (4/1/2026). Bukan dengan surat panggilan yang diantar santun, melainkan hentakan sepatu laras dan moncong senjata yang menyambut warga.

Dua warga setempat, Roy dan Asdin, menjadi target operasi penjemputan paksa yang dinilai jauh dari kata humanis. (Asdin ditangkap ditempat terpisah).

Dalam rekaman video amatir yang beredar, terlihat jelas ketimpangan kekuatan yang mencolok. Aparat kepolisian turun dengan atribut lengkap rompi taktis dan senjata laras panjang seolah sedang menyergap target berbahaya.

Padahal, yang dihadapi hanyalah warga sipil bersandal jepit yang tengah berkumpul di halaman rumah tanpa senjata.

“Bukan Teroris, Pak!”

Momen penangkapan diwarnai histeria keluarga. “Bukan gembong narkoba ini! Bukan teroris, Pak!” teriak seorang wanita, mencoba mengingatkan aparat bahwa pendekatan militeristik tersebut tidak layak diterapkan pada warga mereka sendiri.

Namun, upaya keluarga untuk mempertahankan martabat dan hak-hak prosedural mereka justru dibalas dengan intimidasi.

Saat salah satu kerabat mencoba mendokumentasikan surat tugas atau dokumen penangkapan sebuah hak dasar warga negara untuk transparansi aparat merespons dengan bentakan keras.

“Duduk! Duduk!” perintah petugas berulang kali sambil menunjuk-nunjuk warga, mematikan ruang dialog. Permintaan warga untuk bicara baik-baik dan melihat dokumen administrasi diabaikan total.

Dipisahkan Secara Paksa

Ketika berkas perkara dalam map mau di foto. Petugas tidak memberikan. tapi langsung menyergap dari belakang.
Detik-detik paling memilukan terjadi saat Roy mulai digiring.

Tanpa perlawanan fisik yang berarti, keduanya tetap diperlakukan bak kriminal kelas kakap. Saat keluarga mencoba menahan dan memeluk, aparat dengan sigap memisahkan paksa.

Tubuh warga diseret, ditarik menjauh dari rumah dan keluarganya menuju kendaraan petugas. Tidak ada restorative justice, tidak ada pendekatan persuasif. Yang tertinggal hanyalah debu jalanan dan tangisan keluarga yang menyaksikan orang terkasihnya dibawa pergi tanpa kejelasan prosedur.

Baca Juga:   Indonesia Berharap Kehadiran Xi Jinping di KTT G20

Dugaan Motif “Anggaran Keamanan”

Di tengah kekacauan itu, terselip satu teriakan warga yang menyiratkan luka mendalam dan ketidakpercayaan terhadap institusi. “Supaya keluar kamorang punya anggaran keamanan! Kita tahu semua itu!”

Kalimat ini menjadi tamparan keras, memunculkan dugaan bahwa operasi berlebihan ini bukan murni untuk penegakan hukum, melainkan sebuah show of force untuk menjustifikasi pencairan dana pengamanan di wilayah yang memang sarat konflik kepentingan tambang tersebut.

Kini, masyarakat Torete menanti keadilan. Apakah hukum di negeri ini hanya tajam ke bawah dengan moncong senjata, atau masih ada ruang bagi rakyat kecil untuk sekadar bertanya: “Apa salah kami?”***


Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Selasa, 21 April 2026 | 22:17 WIB
Ilustrasi Gambar tentang "Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan" karya Noufal Hanif (Desain AI)/MARHAENIST.
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Selasa, 21 April 2026 | 20:10 WIB
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Selasa, 21 April 2026 | 10:25 WIB
Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Koalisi Masyarakat Peduli Hukum melaksanakan aksi demonstrasi di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setiabudi, Jakarta Selatan (20/08/2024). Marhaenist.id

Koalisi Masyarakat Peduli Hukum Menilai KPK Menjadi Alat Kekuasaan Jokowi

Marhaenist.id, Jakarta - Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Hukum…

Guntur Soekarnoputra dalam peluncuran buku Catatan Merah Dari Putera Bung Karno Jilid 3, 19 Oktober 2022. MARHAENIST

Ganjar Nyatakan Siap Maju Capres, Guntur Soekarnoputra: Sah-Sah Saja

Marhaenist - Putra pertama Presiden Soekarno, yang juga merupakan Ketua Dewan Ideologi…

Penjarahan & Anarkisme: Berdasarkan Narasi Rakyat vs Narasi Negara

Marharnist.id - (Pengantar) Kekerasan massa (termasuk penjarahan oleh segelintir orang) kerap muncul…

Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan, Dendy Se. MARHAENIST

GMNI Jaksel Tuntut Pencopotan Kapolres dan Kapolsek Terkait Pembubaran Diskusi FTA: Usut Tuntas Otak di Balik Penyerangan

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI)…

Kabar Gembira Bagi Marhaenis, Kami Menyiapkan Buku-Buku Bung Karno Secara Gratis Disini!

Marhaenist.id - Sebagai wujud untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan ingin memberikan pengetahuan…

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. FILE/Dok PDIP

Bertemu Dengan Muhaimin Iskandar, Puan: Begini Saja Sudah Sinyal

Marhaenist - Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani tidak menampik adanya potensi…

Materialisme Ala Karl Marx dan Syech Siti Jenar

Marhaenist.id - Kalau diamati Karl Marx dan Syech Siti Jenar itu sama-sama…

Spirit Wisanggeni di Tubuh GMNI: Api Ideologi di Tengah Pusaran Konflik

Marhaenist.id - Di sebuah masa yang terasa dekat sekaligus jauh, ketika organisasi…

Aceh, Helsinki, dan Konstelasi Kekuasaan Baru: Dari Perlawanan ke Koalisi Elit

Marhaenist.id - Dua dekade setelah Perjanjian Damai Helsinki 2005, relasi antara Negara…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?