By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Gelar Seri Diskusi Publik Edisi V, PA GMNI Jakarta Raya Tekankan Front Marhaenis Ambil Peran untuk Berdaulat, Berdikari, Berbudaya
Program PKPA Beasiswa Peradi Utama Berlanjut, 140 Kader Ikuti Pertemuan Keempat dengan Materi Tata Acara Pengadilan Pidana
Front Marhaenis Ditengah Kekacauan Politik, Hukum, dan Ekonomi Indonesia Hari Ini
Republik Jenderal Multitasking
DPC PA GMNI Humbahas Ajak Kampus di Sumut Gerakkan Mahasiswa sebagai Relawan Pemulihan Psikologis Anak Korban Bencana

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Infokini

Hendak Sampaikan Aspirasi Ke Wapres, Seorang Aktifis Mahasiswa di Kendari Babak Belur Dibogem Aparat Keamanan

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 22 Maret 2024 | 00:40 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Kondisi Wajah Rimon Fatrah Negara yang beredar luas dimedia sosial akibat pemukulan yang diduga dilakukan Aparat Keamanan/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id, Kendari – Rimon Fatrah Negara atau yang akrab dipanggil Rifat, seorang aktifis yang juga merupakan Kader GMNI asal Kendari mendapatkan bogem mentah yang diduga dilakukan oleh Aparat Pengamanan Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin saat bekunjung di Kendari didepan Hotel Claro.

Dari pantauan Marhaenist.id, peristiwa itu bermula saat Rifat dan sembilan teman lainya sedang duduk diseberang jalan tanggul jalan bypass di depan Hotel Claro sambil menunggu kedatangan Wapres untuk menyampaikan aspirasinya.

Tetapi entah mengapa, tiba-tiba ia dihampiri oleh beberapa orang yang diduga aparat, lalu ditarik disebuah Warung Makan Tenda Sari Laut dan dipukuli. Setelah itu, ia ditangkap lalu dimasukan kedalam mobil dan dibawah pergi oleh para pemukul.

Akibat dari bogem yang diduga dilakukan oleh Aparat Pengamanan Wakil Presiden itu, Rifat dan satu korban lainnya mengalami benjol dan memar dibagian wajah serta terpadat pula luka dibagian jidat Rifat yang mengeluarkan darah saat pemukulan itu.

Seseorang yang tak mau disebutkan namanya, yang juga berprofesi sebagai aktifis mahasisawa mengatakan bahwa ia mengenal Rifat sebagai orang yang tidak terlalu arogan dalam setiap aksi unjuk rasa dan itu ia nampakan saat menunggu Wapres dengan duduk santai tanpa melakukan apa-apa didepan Hotel Claro termasuk dengan teriak orasi.

“Saya mengenal Rifat, ia tidak akan melakukan tindakan diluar batas, apalagi dengan jumlah hanya 10 orang. Mestinya yang dilakukan adalah pendekatan dengan memediasi Rifat cs untuk menyampaikan keluh-kesahnya, bukan dengan kekerasan tanpa adanya tindakan yang membahayakan yang dilakukan Rifat. Apalagi saat ini harga beras melambung tinggi sementara pemimpinnya hanya asyik melakukan perjalanan tanpa mengambil tindakan untuk menurunkannya,” ujarnya kepada Marhaenist.id, Rabu (22/3/2023).

Baca Juga:   Lagi Viral Filem Dirty Vote, Inilah Sinopsis atau Ringkasan Ceritanya

Sementara itu, Ali Sabarno yang juga kerabat korban, mengaku sangat keewa dengan tindakan yang diduga dilakukan oleh aparat pengaman tersebut tanpa melakukan mediasi agar tidak menimbulkan keributan.

“Kami sangat kecewa, teman kami ditangkap, bahkan tadi dia dipukul, lalu diamankan dalam mobil. Kita tidak tahu di dalam mobil dia diapakan lagi,” ujarnya kepada awak media di Kendari saat menggelar aksi di Perempatan Kampus Baru Universitas Halu Oleo karena aksi kekerasan terhadap Rifat cs, Rabu (20/3/2024).

Ali Sabarno juga mengaku tak tahu menahu apa yang menjadi penyebab kawannya itu dipukuli hingga benjol dan memar lalu ditangkap.

“Kita juga tidak tahu apa penyebabnya teman kami ditangkap dan dipukuli hingga dua saudara kami mengalami luka parah, padahal kami tidak menghalangi aktivitas rombongan Bapak Wakil Presiden. Hanya sekadar menyampaikan aspirasi, tiba-tiba kami dibubarkan paksa dan teman kami ditangkap,” ujarnya.

Sebelumnya Rifat mengkonfirmasi bahwa dirinya akan menyampaikan aspirasinya kepada Wapres di Hotel Claro tempat Wapres itu menginap dengan cara bertemu langsung. Dari itu, ia bersama temannya yang lain menunggu Wapres didepan hotel tempat Wapres itu akan menginap.

Dari kesimpulan yang didapatkan oleh Marhaenist.id dilapangan, muncul dugaan apa yang dilakukan Rifat cs dianggap hal yang mengganggu atau hambatan jalannya kunjungan kerja Wapres di Kendari, sehingga apapaun yang menjadi penghambat harus disingkirkan tanpa melihat apakah yang dilakukannya sangat membahayakan atau tidak.***

Penulis: Bung Wadhar/ Editor: Bung Wadhar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Gelar Seri Diskusi Publik Edisi V, PA GMNI Jakarta Raya Tekankan Front Marhaenis Ambil Peran untuk Berdaulat, Berdikari, Berbudaya
Sabtu, 6 Desember 2025 | 23:40 WIB
Program PKPA Beasiswa Peradi Utama Berlanjut, 140 Kader Ikuti Pertemuan Keempat dengan Materi Tata Acara Pengadilan Pidana
Sabtu, 6 Desember 2025 | 23:04 WIB
Front Marhaenis Ditengah Kekacauan Politik, Hukum, dan Ekonomi Indonesia Hari Ini
Sabtu, 6 Desember 2025 | 22:30 WIB
Republik Jenderal Multitasking
Sabtu, 6 Desember 2025 | 12:46 WIB
DPC PA GMNI Humbahas Ajak Kampus di Sumut Gerakkan Mahasiswa sebagai Relawan Pemulihan Psikologis Anak Korban Bencana
Sabtu, 6 Desember 2025 | 12:24 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Konsep “Partai Perorangan” PSI

Marhaenist.id - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) selama ini dikenal sebagai partai yang…

Gemini Club: Mohon Doa dan Dukungan Rakyat Untuk Ganjar Pranowo

Marhaenist - Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jan Prince Permata menyatakan…

Pernyataan Sikap Politik Konsolidasi Barisan Nasionalis

___________________________________________________ Terdiri dari perwakilan 27 organisasi dan para tokoh kaum Nasionalis BK.…

Pati Efek dan Demokrasi Kekuasaan Negara

Marhaenist.id - Siapaka sangka hari ini kita telah melihat secara langsung maupun…

Masoud Pezeshkian Seorang Reformis Iran Jadi Pengganti Ebrahim Raisi

Marhaenist.id - Kementerian Dalam Negeri Iran mengumumkan pada Sabtu (06/07/2024) bahwa kandidat…

.

Galeri Nasional Bredel Pameran Tunggal Yos Suprapto Saat Pembukaan

Marhaenist.id, Jakarta - Pameran lukisan tunggal karya Yos Suprapto bertajuk “Kebangkitan: Tanah…

Toleransi Beragama: Jalan Hidup Damai Antar Umat Beragama di Indonesia

Marhaenist.id - Ketika anda menganggap pemeluk agama lain adalah sesat, memangnya mereka…

Saat Bokek, Soekarno Sering Minta Duit ke Temannya Yang Kaya Ini

Marhaenist - Semua orang mengetahui bahwa Soekarno adalah salah satu tokoh sentral…

Negara Tidak Harus Mengiyakan Soeharto Menjadi Pahlawan, Apapun Yang Terjadi

Marhaenist.id - Soeharto tidak layak di sebut pahlawan dan tidak boleh jadi…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?