By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Ekonomi Nasional
Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Sahrul A. Latif, Kader GMNI Kota Palu (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Palu — Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Palu, Sahrul A. Latif, menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas wafatnya seorang pelajar dalam peristiwa di Tual yang diberitakan melibatkan anggota kepolisian.

Ia menegaskan bahwa tragedi tersebut tidak boleh dipersempit sebagai sekadar “kasus oknum”, melainkan harus dibaca sebagai ujian serius bagi komitmen negara hukum.

“Peristiwa ini menguji arah negara hukum kita: apakah kewenangan negara tetap menjadi alat perlindungan, atau perlahan bergeser menjadi sumber ketakutan,” ujar Sahrul dalam pernyataan sikapnya di Palu.

Ujian bagi Negara Hukum

Sahrul menekankan bahwa secara historis, Republik Indonesia lahir dari pengalaman panjang menghadapi kekuasaan kolonial yang represif.

Kemerdekaan, menurutnya, bukan sekadar pergantian simbol, melainkan perubahan watak kekuasaan—dari kuasa yang menekan menjadi kuasa yang melindungi.

Karena itu, setiap dugaan kekerasan yang melibatkan aparat negara, terlebih terhadap warga rentan seperti pelajar, dinilai sebagai kemunduran dari semangat negara merdeka yang berorientasi pada perlindungan rakyat.

Secara filosofis, ia mengingatkan bahwa legitimasi negara bertumpu pada kemampuannya menjamin keselamatan dan martabat manusia.

Dalam kerangka Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab bukan sekadar slogan, melainkan standar etik penyelenggaraan kekuasaan.

Jika kewenangan paksa dijalankan tanpa kendali etik dan akuntabilitas, maka negara berisiko kehilangan legitimasi moralnya.

Ia juga menyoroti mandat konstitusional kepolisian sebagai alat negara yang bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.

Dugaan penyalahgunaan kewenangan yang berujung pada hilangnya nyawa, menurutnya, merupakan penyimpangan serius dari amanat tersebut dan mencederai prinsip negara hukum.

Sorotan terhadap Kepercayaan Publik

Dari sisi sosiologis, Sahrul menilai kepolisian memegang monopoli kewenangan paksa yang hanya dapat diterima publik jika dibatasi hukum, diawasi secara ketat, dan dijalankan secara profesional.

Baca Juga:   Mahasiswa UNDAR Laksanakan KKM di Desa Sumberpitu - Kabupaten Blora

Kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum merupakan modal sosial yang rapuh.

“Ketika publik merasa hukum tajam ke bawah dan tumpul ke dalam, jarak sosial melebar dan potensi konflik meningkat. Transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar pilihan komunikasi, tetapi kebutuhan sosial,” tegasnya.

Sebagai kader GMNI yang berpijak pada Marhaenisme, Sahrul menegaskan bahwa negara harus berpihak pada rakyat kecil dan kelompok rentan.

Kritik terhadap institusi negara, menurutnya, bukan bentuk kebencian, melainkan tanggung jawab warga untuk menjaga agar kekuasaan tetap berjalan sesuai rel konstitusi dan moral publik.

Tuntutan

Dalam rilis tersebut, Sahrul menyampaikan empat tuntutan utama:

1. Proses hukum yang transparan, akuntabel, dan terbuka untuk diuji publik tanpa perlindungan korps dalam bentuk apa pun.

2. Penguatan pengawasan yang kredibel agar penanganan perkara tidak berhenti pada mekanisme internal semata.

3. Evaluasi sistemik terhadap pembinaan, budaya organisasi, penggunaan kewenangan paksa, serta mekanisme pencegahan kekerasan.

4. Komitmen pemulihan kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi yang proporsional, perlindungan saksi dan korban, serta penegakan disiplin yang tegas.

“Keadilan tidak boleh berhenti pada pernyataan. Negara hukum diukur dari keberaniannya menegakkan hukum terhadap dirinya sendiri,” tutup Sahrul.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Ekonomi Nasional
Rabu, 20 Mei 2026 | 17:01 WIB
Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Rabu, 20 Mei 2026 | 15:32 WIB
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:23 WIB
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Selasa, 19 Mei 2026 | 18:30 WIB
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Megawati Institute: Temuan KPF adalah Alarm Demokrasi. Pemerintah Perlu Segera Melakukan Investigasi Independen dan Terbuka

Marhaenist.id, Jakarta - Direktur Eksekutif Megawati Institute, Hilmar Farid, menyampaikan keprihatinan mendalam atas…

Kehilangan yang Tidak Disadari: Suku Terasing di Ambang Lenyap

Marhaenist id -:Indonesia kerap dibanggakan sebagai salah satu negara dengan keragaman budaya…

Gelar FDG, DPD PA GMNI Jakarta Raya Dorong Pemprov Lakukan Reforma Agraria Perkotaan

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Demo Mahasiswa Soal Cawe-Cawe Jokowi Dibubarkan Paksa Oleh Polisi

Marhaenist - Kepolisian atau Polri berupaya memukul mundur dan membubarkan aksi demo…

Yayasan Rumah Juang Indonesia Serukan Persatuan Nasional Hadapi Gejolak Geopolitik Global

Marhaenist.id, Jakarta - Ketua Dewan Pembina Yayasan Rumah Juang Indonesia, Muh Ageng Dendy…

Prihatin dengan Kondisi Demokrasi, PA GMNI dan Forum Komunikasi Santri Situbondo: Penguatan Demokrasi Harus melalui Partisipasi Anak Muda

Marhaenist.id, Situbondo — Pergeseran periodisasi rezim yang dipimpin oleh Prabowo-Gibran dalam lanskap…

Mengantisipasi Otoritarianisme Politik Massa Mengambang

Marhaenist.id - Dalam konteks pemilu elektoral atau pemilihan umum, biasanya ada beberapa…

Inisiatif Kebijakan Impor Garam dan Gula

Marhaenist.id - Pemerintah kembali membuka keran impor garam industri dan gula mentah…

Antara Disiplin TNI dan Ancaman Terhadap Supremasi Sipil Dalam Demokrasi Indonesia

Marhaenist.id -Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah lama dikenal sebagai institusi yang disiplin…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?