By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Tantangan dan Potensi Peternakan Berkelanjutan di Masa Depan

Marhaenist ID
Marhaenist ID Diterbitkan : Senin, 10 Februari 2025 | 20:41 WIB
Bagikan
Waktu Baca 7 Menit
Peternakan kuda di Eropa. Pixabay/Marhaenist
Bagikan

Marhaenist.id – Pada tahun 2050, jumlah penduduk dunia diperkirakan mencapai sembilan miliar jiwa. Peningkatan populasi ini berdampak langsung pada kebutuhan pangan global, sementara lahan pertanian semakin berkurang. Salah satu solusi yang diusulkan adalah manipulasi genetik bahan pangan untuk meningkatkan produktivitas, ketahanan terhadap penyakit, dan efisiensi hasil. Namun, manipulasi genetik juga menimbulkan berbagai masalah, seperti ancaman terhadap keanekaragaman hayati dan potensi risiko bagi kesehatan manusia.

Daftar Konten
Peternakan Eropa di Tengah Globalisasi dan PerangManfaat Globalisasi: Kemajuan Yang Tak TerbendungDampak Buruk Globalisasi: Ketika Ketergantungan Menjadi AncamanKrisis Energi dan Ketidakstabilan Global: Tantangan Tambahan Bagi Peternakan EropaDampak Terhadap Peternakan KudaPerubahan Selera Konsumen: Tantangan Baru Untuk PeternakanLangkah Jalan Keluar Yang Dilakukan EropaPelajaran Bagi Indonesia

Dalam bidang pangan hewani, konsep peternakan berkelanjutan menjadi solusi yang relevan. Peternakan berkelanjutan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan hewani tanpa merusak lingkungan, menghasilkan produk sehat bebas dari antibiotik, hormon steroid, dan zat aditif lainnya. Dengan mengadopsi prinsip peternakan berkelanjutan, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi penghasil pangan protein dan nabati organik bagi dunia.

Peternakan Eropa di Tengah Globalisasi dan Perang

Globalisasi ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, ia membuka peluang besar bagi negara-negara untuk saling terhubung dalam perdagangan, teknologi, dan inovasi. Namun, di sisi lain, globalisasi juga menciptakan ketergantungan yang bisa berujung pada krisis saat terjadi gangguan global. Salah satu sektor yang sangat terdampak adalah peternakan di Eropa, terutama setelah perang Ukraina pecah.

Sebagai seseorang yang tinggal dan bekerja di Berlin di Klinik Kuda, saya melihat langsung bagaimana dampak ini terjadi dan bisa menjadi pembelajaran bagi Indonesia.

Baca Juga:   Indonesia di Persimpangan Geopolitik: Peluang dan Tantangan Dalam Menjalin Kerja Sama Dengan Uni Eropa

Manfaat Globalisasi: Kemajuan Yang Tak Terbendung

Globalisasi telah membawa berbagai keuntungan bagi industri peternakan. Teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) kini digunakan untuk memantau kesehatan ternak, sementara bioteknologi membantu meningkatkan kualitas produksi susu dan daging. Pasar yang semakin terbuka memungkinkan produk peternakan Eropa menjangkau konsumen di seluruh dunia.

Selain itu, rantai pasokan global memungkinkan impor pakan ternak seperti jagung dan kedelai dengan harga kompetitif dari negara-negara seperti Amerika Selatan dan Ukraina. Hal ini membantu menekan biaya produksi dan menyediakan produk berkualitas dengan harga terjangkau bagi konsumen.

Dampak Buruk Globalisasi: Ketika Ketergantungan Menjadi Ancaman

Namun, ketergantungan pada rantai pasokan global memiliki risiko. Perang di Ukraina, misalnya, telah mengganggu pasokan gandum dan jagung, komponen utama pakan ternak ke Eropa. Akibatnya, harga pakan melonjak tajam, memaksa banyak peternak membayar lebih mahal atau mencari alternatif lain.

Di Jerman dan Prancis, beberapa peternak kecil menghadapi kesulitan finansial akibat kenaikan biaya ini, bahkan ada yang terpaksa menghentikan operasional mereka. Krisis ini menunjukkan betapa rentannya sektor peternakan terhadap gangguan dalam rantai pasokan global.

Krisis Energi dan Ketidakstabilan Global: Tantangan Tambahan Bagi Peternakan Eropa

Perang Ukraina juga memicu krisis energi di Eropa. Sanksi terhadap Rusia menyebabkan penurunan pasokan gas, sementara harga listrik melonjak hingga 300% dalam beberapa bulan. Biaya pemanas kandang selama musim dingin meningkat drastis, menambah beban bagi peternak.

Selain itu, ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah dan meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan turut memengaruhi harga energi dan distribusi barang secara global. Ketidakpastian ini membuat peternakan di Eropa semakin rentan terhadap fluktuasi harga dan gangguan pasokan.

Di Jerman, yang sangat bergantung pada gas Rusia, banyak peternak harus mencari cara untuk mengurangi konsumsi energi atau beralih ke sumber energi alternatif untuk menjaga keberlanjutan operasional mereka.

Baca Juga:   Ajaran Dasar Dalam Pendidikan Yang Terlupakan

Dampak Terhadap Peternakan Kuda

Sebagai negara dengan tradisi kuat dalam peternakan kuda, Jerman juga merasakan dampak dari krisis ini. Harga pakan melonjak, sementara biaya kesehatan dan perawatan kuda meningkat tajam. Akibatnya, banyak pemilik kuda yang terpaksa menjual hewan mereka atau mengurangi jumlah ternak. Selain itu, transportasi kuda yang bergantung pada bahan bakar fosil menjadi lebih mahal, mempengaruhi industri olah raga berkuda dan rekreasi kuda secara keseluruhan.

Perubahan Selera Konsumen: Tantangan Baru Untuk Peternakan

Tren konsumsi juga mengalami pergeseran. Produk alternatif seperti susu nabati dan daging buatan semakin populer. Data menunjukkan bahwa penjualan susu nabati di Eropa naik 30% dalam setahun terakhir, sementara konsumsi susu sapi mulai menurun.

Bagi industri peternakan, ini adalah peringatan untuk beradaptasi dengan preferensi konsumen yang berubah. Tanpa inovasi dan respons yang tepat, mereka berisiko kehilangan pangsa pasar.

Foto: Dr. med. vet. Rudi Samapati, Alumni GMNI, FKH UGM/MARHAENIST.

Langkah Jalan Keluar Yang Dilakukan Eropa

Menghadapi berbagai tantangan ini, negara-negara di Eropa mulai menerapkan berbagai langkah untuk menyelamatkan industri peternakan:

Diversifikasi Pasokan PakanEropa mulai meningkatkan produksi pakan dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada Ukraina dan negara lain. Pengembangan pakan alternatif seperti protein serangga dan fermentasi mikroba juga mulai diperkenalkan sebagai solusi jangka panjang.

Inovasi teknologi digital dan robotika semakin diadopsi dalam peternakan. Sensor dan AI digunakan untuk memantau kesehatan ternak secara real time, mengoptimalkan penggunaan pakan, dan mengurangi limbah.

Energi Terbarukan untuk Peternakan, beberapa peternakan di Jerman dan Belanda mulai beralih ke energi terbarukan seperti biogas dan panel surya untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Subsidi dari pemerintah juga diberikan untuk mendukung transisi ini.

Regulasi Ketahanan Pangan Uni Eropa memperketat regulasi untuk memastikan keberlanjutan peternakan. Program-program bantuan keuangan diberikan kepada peternak kecil untuk bertahan dalam kondisi ekonomi yang sulit.

Baca Juga:   Seandainya Pegawai Belajar Antropologi atau Antropolog Jadi Pegawai

Pelajaran Bagi Indonesia

Apa yang terjadi di Eropa bisa menjadi pelajaran penting bagi Indonesia. Ketahanan pangan harus menjadi prioritas utama, dan kita harus mengurangi ketergantungan pada impor pakan dan energi. Inovasi dalam teknologi peternakan dan diversifikasi sumber daya pangan perlu didorong agar industri peternakan Indonesia lebih tahan terhadap guncangan global.

Dengan meningkatnya ketidakstabilan global, mulai dari perang hingga krisis energi, Indonesia harus memperkuat sistem peternakannya dengan mengembangkan produksi dalam negeri dan mengadopsi teknologi modern. Dengan mengambil pelajaran dari Jerman dan negara-negara Eropa lainnya, Indonesia dapat mengembangkan sistem peternakan yang lebih berkelanjutan, mandiri, dan siap menghadapi tantangan globalisasi di masa depan.***


Penulis: Dr. med. vet. Rudi Samapati, Alumni GMNI, FKH UGM. Meraih gelar Ph.d dari Freie Universitat Berlin, kini bekerja sebagai penelitii di Seeburg, Berlin, Jerman dan bekerja pada Klinik Kuda Seeburg, Berlin, Jerman. Penulis juga kini tinggal di Berlin, Jerman.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Singgung Presiden Boleh Kampanye, GMNI Sulbar: Sejak Awal Sudah Memihak

Marhaenist.id, Mamuju – Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulawesi Barat…

Gerakan Pemuda Marhaenis: Panji Gumilang Salah Memahami Ajaran Bung Karno Soal Agama

Marhaenist - Bikin Gaduh, Panji Gumilang gencar mengaku bermadzhab Bung Karno (Soekarno).…

Ahmad Basarah Resmi Ditunjuk Jadi Jubir PDIP, Inilah Tugasnya!

Marhaenist.id, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan…

UKM (Usaha Kok Merugi)

Marhaenist - Begitulah kira-kira persepsi masyarakat luas tentang para pejuang keluarga atau…

DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih

TERTANGKAPNYA Hakim Agung Mahkamah Agung (MA) Sudrajad Dimyati dalam operasi tangkap tangan…

Kembalikan Kedaulatan Aggraria di Desa Pamboborang

Marhsenist.id - Kedaulatan agraria adalah suatu kondisi di mana suatu negara, khususnya…

Setan-Setan Pendidikan Dalam Bingkai Indonesia Emas 2045

Marhaenist.id - Menilik pendidikan di Indonesia mencoba kembali mengingat sejarah peradaban di…

Kasat Narkoba Polres Berhasil Gagalkan Penyelundupan 76 Kg Sabu, Ketua DPC GMNI Asahan Berikan Apresiasi

Marhaenist.id, Asahan - Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan di bawah kepemimpinan Kasat…

Bakal Mundur dari Kabinet, Mahfud Soroti Pejabat yang Pakai Fasilitas Negara Buat Politik

Marhaenist.id, Semarang - Calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD menyatakan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?