By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNIKabar GMNI

GMNI Dituding Komunis, Pimred Marhaenist.id: Ini Fitnah Intelektual!

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 31 Maret 2026 | 13:42 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Karikatur Gambar "GMNI Dituding Komunis, Pimred Marhaenist.id: Ini Fitnah Intelektual!" (Desain AI)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist..id, Kendari – Viral di media sosial TikTok, pernyataan yang menuding Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) berpaham komunis menuai kritik tajam.

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh seorang wanita pengguna TikTok bernama Ismi melalui akun @ismi_rakyatjelata08.

Dalam komentarnya pada sebuah konten podcast, ia menyebut bahwa GMNI memiliki paham Marhaenisme, Sukarnoisme, yang dikonotasikan sebagai paham Komunis Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dalam Komentar tersebut Isme menyebut bahwa Advokat Firman Tenry Masengi adalah Kader GMNI yang berpaham Marhaenisme atau Sukarnois yang kemudian ia dikonotasikan sebagai Paham Komunis PKI.

“Anda (Firman Tenry Masengi) ini ternyata punya peran di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ya, paham Marhaenisme ya, paham Komunis PKI ya, paham Sukarnois ya,” ucap Ismi dalam komentarnya.

https://marhaenist.id/wp-content/uploads/2026/03/5beb19457137ac3ad52c4b5e8171d8dc.mp4

Pernyataan tersebut kemudian menuai reaksi keras dari berbagai pihak yang menilai adanya kekeliruan dalam memahami ideologi Marhaenisme yang menjadi dasar perjuangan GMNI.

Menanggapi hal tersebut, Pimred Marhaenist.id, La Ode Mustawwadhaar mengecam keras pernyataan itu dan menilai adanya kekeliruan mendasar dalam memahami ideologi Marhaenisme.

Ia juga nenyebut bahwa tudingan tersebut bukan sekadar salah, tapi bentuk fitnah terhadap ideologi Marhaenisme dan GMNI yang dapat memicu gejolak publik terhadap GMNI.

“Ini adalah bentuk fitnah intelektual karena pernyataan tersebut tidak hanya keliru secara substansi, tetapi juga berpotensi menyesatkan publik hingga dapat membuat stigma buruk terhadap GMNI di mata masyarakat,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Laode sapaan akrabnya juga menyebut narasi tersebut sebagai opini serampangan yang tidak berbasis fakta dan berpotensi memecah belah publik.

“Narasi yang dilontarkan Ismi adalah opini serampangan yang tidak memiliki dasar yang berbasis fakta. Ini justru menyudutkan GMNI yang berpotensi pada dimusuhinya GMNI di masyarakat dan juga memecah belah publik,” sambungnya.

Baca Juga:   Diskusi Pra-Konfercab DPC GMNI Jaksel: Menegakkan Supremasi Sipil atau Mempertahankan Kekuasaan?

Ia juga menegaskan bahwa penyamaan Marhaenisme dan Sukarnoisme dengan komunisme merupakan bentuk distorsi sejarah yang tidak memiliki landasan akademik yang kuat.

“Ini bukan hanya soal salah paham, tetapi sudah masuk pada penyebaran narasi yang menyesatkan. Penyamaan ideologi tersebut adalah bentuk pemahaman dangkal yang merusak diskursus publik. Marhaenisme adalah ideologi perjuangan yang berakar pada pemikiran Sukarno dan tidak bisa disederhanakan sebagai komunisme,” tegas La Ode.

Lebih lanjut, ia juga menilai bahwa pernyataan tersebut secara tidak langsung menyeret nama Presiden Sukarno ke dalam stigma komunisme, yang dinilai sebagai klaim tanpa dasar yang jelas.

“Pernyataan tersebut secara tidak langsung juga mengarah pada anggapan bahwa Presiden Sukarno adalah bagian dari PKI. Ini jelas keliru karena tidak memiliki dasar dan berbahaya jika dibiarkan tanpa klarifikasi,” lanjut La Ode.

Menurutnya, meskipun dalam sejarah Sukarno dikenal tidak mengambil sikap permusuhan terbuka terhadap PKI, hal tersebut tidak dapat dijadikan justifikasi untuk menyebut Sukarno sebagai bagian dari ideologi komunisme.

“Dalam catatan sejarah, Sukarno memang memiliki sikap politik yang tidak secara frontal memusuhi PKI, namun hal tersebut tidak serta-merta menjadikan beliau sebagai bagian dari ideologi komunisme,” jelas La Ode.

Polemik ini pun kembali memantik perhatian publik terhadap maraknya penyebaran opini di media sosial yang tidak didasarkan pada kajian yang mendalam.

La Ode menghimbau agar masyarakat lebih bijak dalam menyampaikan pendapat, terutama terkait isu ideologi dan sejarah bangsa.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyampaikan pendapat di ruang digital, serta tidak menyebarkan narasi yang berpotensi memecah belah dan menyesatkan pemahaman publik terhadap sejarah dan ideologi bangsa,” katanya.

Ia juga mengajak publik untuk tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang beredar tanpa verifikasi, serta mendorong pentingnya literasi digital agar ruang publik tidak dipenuhi oleh informasi yang menyesatkan.

Baca Juga:   Gugur Sebagai Pejuang Demokrasi, DPC GMNI Kendari Kecam Tindakan Represif Kepolisian Kawan Ojol

“Kami mengajak kepada publik agar tidak mudah terprovokasi dengan narasi yang beredar secara serampangan tanpa di verifikasi. Kami juga mendorong pentingnya literasi digital sesuai fakta agar ruang publik tidak dipenuhi oleh informasi yang menyesatkan,” tandasnya.

Diketahui bahwa Media Marhaenist.id adalah Media yang dibuat oleh kader-kader GMNI yang didedikasikan untuk mempublikasi kegiatan GMNI dan Persatuan Alumni GMNI serta memiliki tujuan untuk mewujudkan Sosialisme Indonesia berdasarkan Marhaenisme dan UUD 1945.

Dalam struktur redaksinya, Media Marhaenist.id di isi oleh seluruh Kader-kader GMNI dari Penanggung jawab, Dewan Redaksi sampai Jurnalis Peliput dan struktur lainnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Redaksi.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Selasa, 21 April 2026 | 22:17 WIB
Ilustrasi Gambar tentang "Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan" karya Noufal Hanif (Desain AI)/MARHAENIST.
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Selasa, 21 April 2026 | 20:10 WIB
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Selasa, 21 April 2026 | 10:25 WIB
Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Kader GMNI Jombang Inisiasi Program Krupuk Ikan Jendhil

Marhaenist.id - Cepu, Blora - Dalam rangka melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN)…

Toleransi Beragama: Jalan Hidup Damai Antar Umat Beragama di Indonesia

Marhaenist.id - Ketika anda menganggap pemeluk agama lain adalah sesat, memangnya mereka…

Ramadhan Harga Pangan Naik Semua, Hanya Yang Asin Saja Yang Turun

Marhaenist, Jakarta  - Mayoritas harga komoditas pangan pada pekan pertama Ramadhan 1445…

Gelar Dies Natalis ke 71 dengan Tasyakuran, GMNI Malang: Ini Refleksi Mendalam tentang Arah Gerakan Dimasa Depan

Marhaenist.id, Malang  – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Malang…

‎Manifesto Pulang: Kala Iman Menjadi Teduh Terakhir di Tengah Badai Geopolitik dan Senja Peradaban Akhir Zaman

Marhaenist.id - Dunia hari ini sedang bergerak dalam pusaran ketidakpastian yang luar…

Pertamax Kian Sulit, DPK GMNI Hukum Uniba Desak Pemkot Segera Evaluasi Pengawasan Distribusi BBM di Kota Balikpapan

Marhaenist.id, Balikpapan – Dalam beberapa waktu terakhir ini masyarakat Kota Balikpapan diperhadapkan…

PA GMNI Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa Cianjur

Marhaenist - Untuk meringankan beban bagi para korban bencana alam gempa bumi…

Tanggung Jawab Moral Jurnalis dalam Bayang-Bayang Demokrasi Prosedural

Marhaenist.id - Di tengah hiruk-pikuk demokrasi prosedural—yang sekilas tampak berjalan baik lewat…

Save Raja Ampat? Gugat Kolonialisme Ekologis, Kembalikan Kedaulatan ke Tanah Papua!

Marhaenist.id - Di ujung timur Indonesia, tersembunyi sebuah mahakarya alam yang kerap…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?