By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Orde Baru Tak Pernah Pergi…

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 17 Maret 2025 | 16:51 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Foto: Soeharto dan Habibie saat berada dipangku kekuasaan di masa Orde Baru/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Orde Baru Tak Pernah Pergi. Ia hanya menjelma bayang-bayang yang lebih pandai menari dalam gelap, mengendap-endap di antara lorong-lorong kekuasaan, menyusup dalam setiap regulasi, menyamar dalam jubah reformasi yang mulai lusuh. Ia bukan lagi gajah yang tampak di pelupuk mata, melainkan ular yang licin, melingkar erat di batang demokrasi, meremukkan batangnya perlahan-lahan.

Orde Baru tak pernah mati, ia hanya berganti warna, seperti bunglon yang mahir membaca cuaca. Dulu, ia menindas dengan sepatu lars, kini ia menindas dengan pena dan tanda tangan. Jika dulu suara dibungkam dengan senapan, kini dibungkam dengan pasal karet dan algoritma. Ruang-ruang kritik makin sempit, pers makin menunduk, dan mahasiswa yang dulu lantang kini lebih sibuk mencari aman.

Seperti angin malam yang menusuk tulang, ia hadir tanpa wujud, namun terasa begitu nyata. Otoritarianisme yang dulu pongah kini lebih sopan, tapi tetap mencekik. Janji reformasi yang dahulu dielu-elukan telah menjadi patung tanpa nyawa di alun-alun sejarah, menatap hampa ke arah masa depan yang semakin kelabu.

Orde Baru tak perlu kembali, karena sejatinya ia tak pernah pergi. Ia hanya merias wajahnya dengan kata-kata manis, mengemas kepentingan oligarki dengan jargon pembangunan, menyelubungi kesewenang-wenangan dengan dalih stabilitas. Demokrasi kita, ternyata hanyalah wayang di panggung sandiwara, dimainkan oleh dalang yang sama, hanya berganti kostum dan peran.

Jika dulu rakyat dikekang dengan aturan, kini mereka dikendalikan dengan utang. Jika dulu yang berbeda pandangan dicap subversif, kini mereka disebut radikal. Orde Baru telah menjadi bayang-bayang panjang yang melintasi zaman, menjajah pikiran, menyusup ke dalam kurikulum, menjelma sebagai doktrin di layar kaca, memahat ulang sejarah sesuai kehendaknya.

Baca Juga:   Benarkah Koperasi Desa Merah Putih Butuh Mobil Pick Up?

Maka, jangan heran jika keadilan terasa seperti ilusi, kebenaran seperti mitos, dan kemerdekaan hanyalah jargon dalam pidato. Karena sejatinya, Orde Baru tak pernah pergi—ia hanya menjelma hantu yang terus mengawasi, tertawa di balik tirai kekuasaan yang kita kira sudah runtuh.***


Penulis: Dimas Muhammad Erlangga, Ketua DPK GMNI Universitas Terbuka Bandung.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Rabu, 15 April 2026 | 14:58 WIB
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Rabu, 15 April 2026 | 14:13 WIB
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Selasa, 14 April 2026 | 20:54 WIB
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan
Selasa, 14 April 2026 | 19:26 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Menjaga Integritas: Kewajiban dan Larangan bagi Plt Bupati yang Menjadi Bakal Calon Kepala Daerah

Marhaenist.id-Menjaga integritas dalam proses pemilihan kepala daerah adalah hal yang sangat penting,…

Mungkin Lebih Baik GMNI Dibubarkan Saja!

Marhaenist.id - Sebagai mantan aktifis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI ),…

Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

DPD PA GMNI Jakarta Raya Dorong Realisasi Good Governance Jakarta Berkeadilan Sosial

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Perubahan Aturan dan Konsolidasi Kekuasaan di Era Pemerintahan Jokowi: Sebuah Analisis Hukum dan Politik

Marhaenist.id- Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) telah melalui berbagai tantangan selama masa kepemimpinannya,…

Merantau Keluar Negeri, Antara Peluang Emas dan Dilema Bangsa

Marhaenist.id – Kondisi ekonomi Indonesia butuh waktu untuk kembali membaik. Tiap saat kita…

Lakukan Tindakan Kekerasan, DPK GMNI Kesehatan dan Hukum Institut Toraja Raya Kecam Perbuatan 2 Petugas RS Elim Rantepao

Marhaenist.id, Toraja Utara – Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Aksi Massa Tan Malaka

MARHAENIST - Sukarno dan Tan Malaka memang terpaut dekat. Mereka hanya selisih…

GMNI Penajam Gelar PPAB Cetak Marhaenis Muda Berjiwa Nasionalisme dengan Semangat yang Berasaskan Pancasila

Marhaenist.id, Penajam - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?