By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Benarkah Soekarno Komunis?
Diplomasi Kesehatan Indonesia di Masa Transisi Global Pasca Keluarnya AS Dari WHO
Herwyn J. H. Malonda Resmi Menjabat sebagai Anggota DKPP RI Ex Officio Bawaslu RI
DPD GMNI DKI Jakarta Bakal Gelar Konferda I Tahun 2026, Dorong Transformasi Menuju Jakarta Kota Global
Proyek Pembangunan Daerah dan Kewenangan Eksekutif Tanpa Persetujuan DPRD

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Peringati Hari Buruh Internasional, GMNI Kendari: Pemda Sultra Harus Memberikan Perlindungan Penuh terhadap Hak Buruh

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 2 Mei 2025 | 06:25 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: DPC GMNI Kendari saat melakukan aksi turun kejalan dalam rangka Refleksi Hari Buruh Internasional di Simpang 4 Pasar Baru Wuawua Kendari, Kamis (1/5/2025)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Kendari -Dewan pimpinan cabang (DPC) Gerakan mahasiswa Nasional indonesia (GMNI) Kota Kendari menggelar aksi refleksi peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2025, Kamis (1/5/2025) di Simpang 4 Pasar Baru Wuawua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ketua DPC GMNI Kota Kendari, Sahril menyampaikan dalam orasinya bahwa Gerakan yang dilaksanakan hari ini adalah peringatan hari Buruh internasional dan perayaan ini menjadi bentuk pengakuan negara terhadap kontribusi buruh dalam pembangunan ekonomi negara.

“Hari buruh disetiap tanggal 1 Mei, memiliki sejarah panjang yang bermula dari perjuangan buruh di Indonesia untuk memperoleh hak-hak mereka. Dan kita pastikan bersama bahwa Perayaan ini tidak hanya sekadar peringatan, tetapi juga simbol solidaritas pekerja di seluruh dunia,” ujar Sahril dalam orasinya.

“Dalam momentum peringatan hari buruh ini kami mengharapkan agar Upah untuk seluruh buruh di berikan dengan layak,dan kondisi kerja yang aman, serta jaminan sosial yang memadai,” sambung Sahril.

Lanjut dari pada itu, Hari Buruh Internasional juga menjadi simbol perjuangan solidaritas pekerja dalam memperjuangkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh kalangan buruh.

Penting untuk dicatat bahwa peringatan Hari Buruh 1 Mei tidak di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Ini adalah hari yang mengingatkan kita semua akan pentingnya hak-hak pekerja dan perlunya perbaikan dalam dunia kerja demi menciptakan kesejahteraan yang merata,” pungkas Sahril.

Disisi lain, Kabid Agitasi dan Propaganda Aksi, Aji Dermawan mengatakan bahwa melihat sejarah tentunya Peringatan 1 Mei dimulai pada tahun 1889, ketika Kongres Buruh Internasional di Paris menyetujui tanggal ini untuk menghormati perjuangan para buruh di Chicago, Amerika Serikat, yang menuntut jam kerja yang lebih manusiawi dan kondisi kerja yang lebih baik.

Baca Juga:   Gerak Cepat, GMNI Bengkalis Selenggarakan PPAB Ke 2

Untuk di Indonesia, kata Aji Dermawan diperkuat dengan adanya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2013, pemerintah Indonesia menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional untuk memberikan penghormatan kepada perjuangan para pekerja dan sebagai pengakuan atas peran penting buruh dalam pembangunan ekonomi negara.

“Momentum Hari Buruh 1 Mei 2025 bukan hanya hari untuk beristirahat, tetapi juga untuk merefleksikan bagaimana nasib pekerja di Indonesia khususnya Sultra dan hari ini menjadi momen penting untuk menghargai kontribusi buruh terhadap kemajuan bangsa, baik di sektor industri, jasa, maupun publik,” kata Aji dalam orasinya.

Dalam peringatan tahun ini, selain merayakan hak-hak pekerja, juga menjadi saat yang tepat untuk merenung, seberapa jauh kesejahteraan buruh telah diperjuangkan.

Oleh karena itu, selain menjadi hari libur, Hari Buruh Internasional juga menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk menyuarakan hak-hak mereka dan memperjuangkan kondisi kerja yang lebih baik di masa depan.

“Sehingga perlu kiranya peran Pemerintah daerah khusunya di Sulawesi Tenggara dalam memberikan perlindungan terhadap hak-hak Pekerja/Buruh terutama berupa pemenuhan atas upah yang layak agar tidak tereksploitasi dan bisa menegakan keadilan buruh se tegak-tegaknya,” tandas Aji.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Benarkah Soekarno Komunis?
Jumat, 23 Januari 2026 | 01:44 WIB
Diplomasi Kesehatan Indonesia di Masa Transisi Global Pasca Keluarnya AS Dari WHO
Kamis, 22 Januari 2026 | 19:43 WIB
Herwyn J. H. Malonda Resmi Menjabat sebagai Anggota DKPP RI Ex Officio Bawaslu RI
Kamis, 22 Januari 2026 | 16:35 WIB
DPD GMNI DKI Jakarta Bakal Gelar Konferda I Tahun 2026, Dorong Transformasi Menuju Jakarta Kota Global
Kamis, 22 Januari 2026 | 14:52 WIB
Proyek Pembangunan Daerah dan Kewenangan Eksekutif Tanpa Persetujuan DPRD
Kamis, 22 Januari 2026 | 10:55 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Esensi Perang Gerilya Dari Che Guevara

Marhaenist - Kemenangan perjuangan bersenjata rakyat Kuba atas kediktatoran Batista bukan hanya…

Rekonstruksi Amanat Marhaen, GMNI Menggugat Para Pimpinan MBD

Marhaenist.id - Momentum pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah di…

Kedepankan Spirit Gotong-Royong, GMNI Resmi Terbentuk di Bumi Lamaranginang

MARHAENIST - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Indonesia Luwu Utara menggelar Pekan…

Foto: Bung Karno yang sedang sakit di Wisma Yaso (Sumber: Arsip Nasional Indonesia)/MARHAENIST.

Ironi Proklamator Kemerdekaan yang Diakhir Hayatnya Malah Diperkosa Kemerdekaannya

Marhaenist.id - Ia berteriak " Sakit....Sakit ya Allah...Sakit..." tapi pengawal diam saja…

Gelar Audiensi dengan Kejari, GMNI Jaktim Bahas Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin Jahit dan Peran Pemuda dalam Pengawasan Hukum

Marhaenist.id, Jakarta Timur – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Gelar PPAB Raya, GMNI Lebak Cetak Puluhan Kader

Marhaenist.id, Lebak - Gerakan Mahasiwa Nasional Indonseia (GMNI) Lebak gelar Pekan Penerimaan…

Ganjar-Mahfud Tampil Stylish dengan Jaket Varsity Karya Anak Bangsa di Debat Terakhir

 Marhaenist.id, Jakarta - Pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD selalu tampil beda dalam panggung…

Rasio Manusia vs Rasio Algoritma: Negara Kafka dalam Rezim Algoritmik

Marhaenist.id - Kita sedang hidup dalam sebuah zaman yang dapat disebut sebagai…

PFM Dorong Penetapan Status Bencana Nasional di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Marhaenist.id, Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Papua Barat…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?