By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Dekadensi Hukum: Hegemoni Otokrasi Orwellean
GMNI DKI Jakarta Gelar Diskusi: Dasa Sila Bandung sebagai Kompas Indonesia di Tengah Ancaman Perang AS-Iran
DPC GMNI Jakarta Timur Desak Pembatasan Masa Jabatan Legislatif Maksimal Empat Periode
GMNI Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Private Jet KPU Senilai Rp90 Miliar ke Kejagung
Klimaks Penghianatan Marhaenis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

DPC GMNI Jakarta Timur Desak Pembatasan Masa Jabatan Legislatif Maksimal Empat Periode

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 25 April 2026 | 10:36 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Jansen Henry Kurniawan, Ketua DPC GMNI Jakarta Utara (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Jakarta Timur menyampaikan pernyataan sikap tegas terkait pentingnya pembatasan masa jabatan anggota legislatif di Indonesia.

Melalui Ketua DPC GMNI Jakarta Timur, Jansen Henry Kurniawan, organisasi tersebut menilai bahwa sistem ketatanegaraan saat ini menghadapi persoalan serius dalam sirkulasi kekuasaan parlemen akibat tidak adanya batas jumlah periode jabatan bagi anggota legislatif.

Menurut Jansen, secara normatif masa jabatan anggota DPR RI, DPD RI, MPR RI, maupun DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota memang ditetapkan selama lima tahun dalam satu periode.

Namun, ketiadaan pembatasan jumlah periode jabatan membuka ruang bagi individu yang sama untuk terus menduduki kursi legislatif selama puluhan tahun.

“Fenomena ini melahirkan legislative entrenchment, yaitu situasi ketika kekuasaan legislatif mengeras dan sulit ditembus oleh aktor-aktor baru. Sejumlah anggota legislatif bahkan mampu menjabat lebih dari 20 hingga 30 tahun, sehingga parlemen berpotensi menjadi ruang oligarki politik permanen,” ujar Jansen, Sabtu (25/4/2026).

Ia menegaskan, apabila kekuasaan eksekutif seperti Presiden, Wakil Presiden, hingga kepala daerah dibatasi secara tegas maksimal dua periode melalui konstitusi dan undang-undang, maka pembatasan serupa seharusnya juga diberlakukan terhadap lembaga legislatif.

Menurutnya, dominasi petahana dalam pemilu legislatif menciptakan ketimpangan kompetisi politik karena mereka memiliki keunggulan struktural berupa akses sumber daya, jaringan kekuasaan, dan tingkat popularitas yang tinggi.

Hal ini dinilai mempersempit peluang bagi calon alternatif yang lebih kompeten, khususnya generasi muda dan kelompok non-elit.

“Demokrasi Indonesia tidak boleh bergerak menuju oligarki tertutup di tubuh parlemen. Politik yang sehat harus mensyaratkan regenerasi, distribusi kekuasaan yang objektif, dan pembatasan terhadap oknum yang terlalu lama bercokol tanpa efektivitas nyata dalam tugas kenegaraannya,” tegasnya.

Baca Juga:   Sektor Pertanian Butuh Dukungan Anggaran dan Kebijakan Konkrit

Secara akademis, DPC GMNI Jakarta Timur merujuk pada teori sirkulasi elit dari Vilfredo Pareto yang menjelaskan pentingnya pergantian elite kekuasaan agar sistem politik tetap sehat.

Selain itu, teori Trias Politica dari Montesquieu juga menegaskan bahwa keseimbangan kekuasaan hanya dapat berjalan optimal apabila setiap cabang kekuasaan memiliki mekanisme pembatasan yang proporsional.

Jansen juga mencontohkan sejumlah negara seperti Meksiko dan Ekuador yang telah menerapkan pembatasan masa jabatan legislatif. Meksiko membatasi anggota Dewan Deputi maksimal empat periode dan anggota Senat maksimal dua periode berturut-turut, sementara Ekuador membatasi pejabat publik termasuk legislatif maksimal dua periode berturut-turut.

Menurutnya, kebijakan tersebut berhasil mencegah dominasi kekuasaan jangka panjang oleh elite tertentu sekaligus membuka ruang regenerasi politik yang lebih sehat.

Atas dasar itu, DPC GMNI Jakarta Timur menyampaikan empat tuntutan utama.

Pertama, mendesak MPR RI untuk melakukan Amandemen Konstitusi ke-V guna membatasi masa jabatan anggota DPR RI, DPD RI, MPR RI maksimal empat periode, baik berturut-turut maupun tidak berturut-turut, termasuk bagi mereka yang berpindah antar-lembaga tersebut.

Kedua, mendorong Mahkamah Konstitusi agar memberikan tafsir progresif bahwa pembatasan masa jabatan legislatif merupakan bagian dari prinsip negara hukum dan demokrasi konstitusional.

Ketiga, mendesak DPR RI segera merevisi UU MD3 agar pembatasan masa jabatan maksimal empat periode juga berlaku bagi anggota DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota.

Keempat, mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk bersama-sama mengawal agenda reformasi politik demi mencegah oligarki dalam lembaga legislatif.

Menutup pernyataannya, Jansen mengutip pidato Bung Karno yang menegaskan bahwa setiap kekuasaan harus memiliki batas.

“Bung Karno pernah mengatakan bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Ini menjadi pengingat bahwa tidak boleh ada kekuasaan yang abadi, termasuk di parlemen,” pungkasnya.***

Baca Juga:   Catat Sejarah Baru, Sarinah Nurfani Ici jadi Perempuan Pertama yang Pimpin DPC GMNI Kota Ternate

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Dekadensi Hukum: Hegemoni Otokrasi Orwellean
Sabtu, 25 April 2026 | 15:38 WIB
GMNI DKI Jakarta Gelar Diskusi: Dasa Sila Bandung sebagai Kompas Indonesia di Tengah Ancaman Perang AS-Iran
Sabtu, 25 April 2026 | 13:45 WIB
GMNI Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Private Jet KPU Senilai Rp90 Miliar ke Kejagung
Jumat, 24 April 2026 | 09:51 WIB
Klimaks Penghianatan Marhaenis
Jumat, 24 April 2026 | 09:16 WIB
Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS di SD Nusa Bangsa Mamasa, GMNI Desak Dinas Pendidikan Bertanggung Jawab
Kamis, 23 April 2026 | 21:41 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

GMNI Kiamat?

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) pernah berdiri gagah sebagai kawah…

Breakring News: Seorang Driver Ojol jadi Korban Demo DPR, Terlindas Kendaraan Taktis Polisi Hingga Tewas

Marhaenist.id, Jakarta - Aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung DPR/MPR RI,…

DPD GMNI Sulbar Kecam Keras Insiden Rantis Brimob Lindas Pengemudi Ojol

Marhaenist.id, Mamuju - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Indonesia Menggugat: GMNI Jakarta Timur Desak Pencopotan Menteri HAM

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Ketum PA GMNI: Arah Pembangunan Nasional Harus Mengacu Pada Pembukaan UUD 1945

Marhaenist - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) bekerjasama dengan Dewan Pakar Nasional Persatuan…

Anak Yang Terlibat Judi Online Harus Ditangani Dengan Cara Pendekatan Psikologis

Marhaenist - Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kementerian…

GMNI Balikpapan Jadi Rumah Ideologis, Tiga Ketua DPP GMNI Siap Hadir di KTD 2025

Marhaenist.id, Balikpapan – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Lemahnya Penanganan Skandal Kebakaran Aset Negara, GMNI Mimika Desak Polda Papua Tengah Turun Tangan

Marhaenist.id, Timika – Dewan Pimpinan Cabamg (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Ketika Buku Menjadi Batas Hidup: Tragedi Seorang Anak di NTT dan Gugatan Ideologis atas Pendidikan Indonesia

Marhaenist.id -- Seorang siswa kelas IV sekolah dasar berusia 10 tahun di…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?