By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Menuju Jalan Rekonsoliasi Nasional, Ketum Terpilih Kongres GMNI Bandung dan Kubu Arjuna – Dendy Sepakat Menyulam Persatuan

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 11 Agustus 2025 | 07:57 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Sujahri Somar ditemani Yakobus Apri Amfotis, nampak duduk satu meja dengan M Ageng Dendy Setiawan sebagai Sekjend DPP GMNI kubu Arjuna–Dendy. Ini menjadi langkah awal untuk merajut kembali benang persatuan yang sempat terurai perbedaan yang terjadi sejak Kongres Ambon 2019 lalu/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Di tengah riuh dinamika pasca Kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke XXII di Bandung Kubu Imanuel – Sujarhi, yang dimenangkan oleh Sujarhi Somar-Amir Mahfut, terjadi sebuah pertemuan antara pimpinan GMNI yang menjadi titik terang adanya persatuan ditubuh GMNI.

Pertemuan tersebut dilakukan oleh Sujarhi Somar sebagai Ketua Umum DPP GMNI yang terpilih di Kongres GMNI ke XXII bersama Pimpinan DPP GMNI Kubu Arjuna – Dendy di Al-Jazeera Lounge sekitaran Cikini Jakarta, Minggu (10/8/2025).

Sujahri Somar ditemani Yakobus Apri Amfotis, nampak duduk satu meja dengan M Ageng Dendy Setiawan sebagai Sekjend DPP GMNI kubu Arjuna–Dendy yang menjadi langkah awal untuk merajut kembali benang persatuan yang sempat terurai perbedaan yang terjadi sejak Kongres Ambon 2019 lalu.

Pertemuan berlangsung di sebuah ruang sederhana namun hangat, dengan suasana yang jauh dari kesan kaku. Tidak ada podium, tidak ada jarak yang memisahkan—hanya lingkar diskusi yang merefleksikan semangat egaliter yang menjadi napas perjuangan GMNI sejak kelahirannya.

Dalam lertemuan tersebut, Sujahri Somar menekankan bahwa GMNI sebagai organisasi kader ideologis yang lahir dari rahim sejarah perjuangan bangsa, tidak boleh terjebak dalam polarisasi yang melemahkan daya juang.

“Kita tidak boleh terjebak dalam polarisasi yang melemahkan perjuangan. Dari itu, perbedaan adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai menjadi jurang pemisah. Kita punya cita-cita yang sama: membumikan ajaran Marhaenisme dan mengabdi pada rakyat,” ujar Pemuda asal Kota Ambon itu yang biasa dipanggil Sujarhi.

Sementara itu, M Ageng Dendy Setiawan menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar basa-basi politik, melainkan bagian dari ikhtiar serius untuk memastikan GMNI tetap satu rumah, satu cita, dan satu garis perjuangan.

Baca Juga:   GMNI Penajam Desak Evaluasi Proyek RDMP Bukti Lemahnya Pengawasan Disnaker & DPRD

”ini adalah bagian dari ikhtiar untuk memastikan GMNI tetap satu rumah, satu cita, dan satu garis perjuangan. Dari itu, kita ingin generasi setelah kita mengingat bahwa pada masa penuh tantangan ini, para pemimpinnya memilih untuk bersatu, bukan saling menjatuhkan,” tegas Dendy sapaan akrabnya dalam.pertemuan itu.

Disisi lain, Yakobus Apri Amfotis yang juga merupakan Ketua DPC GMNI Kefamenanu menyebut bahwa momen ini sebagai awal dari babak baru bagi GMNI menuju jalan persatuan dimana ego personal dikalahkan oleh kepentingan kolektif.

“ini adalah babak baru jalan menuju persatuan. Dulu GMNI lahir di tengah badai politik nasional, dan mampu bertahan karena para pendahulunya memilih merangkul. Sejarah itu harus kita ulangi hari ini,” tuturnya dengan nada optimis akan persatuan.

Dalam pertemuan tersebut, secara garis besar membahas beberapa agenda krusial diantaranya sebagai berikut: (1) Penyatuan agenda organisasi pasca-kongres kubu Imanuel-Sujarhi di Bandung , (2) Konsolidasi struktural agar tidak ada dualisme kepemimpinan, serta (3) Pembentukan forum bersama untuk merumuskan langkah strategis dalam menghadapi situasi sosial-politik nasional.

Menutup pertemuan itu, kedua belah pihak bersepakat untuk melanjutkan dialog dalam forum-forum lanjutan yang melibatkan seluruh elemen organisasi di kedua kubu.

Meskipun tidak semua perbedaan langsung terhapus dalam satu pertemuan, tetapi gesture saling mendengar dan menghargai menjadi sinyal kuat bahwa pintu persatuan sangat terbuka lebar.

Meskipun pula tak ada perjanjian tertulis yang diteken hari itu, tetapi pertemuan itu meninggalkan kesan mendalam: jabat tangan hangat diakhir pertemuan, yang seakan menjadi simbol bahwa GMNI tetaplah menjadi rumah besar bersama tanpa terkecuali.

Langkah ini menjadi pengingat bahwa persatuan bukanlah hadiah yang datang tiba-tiba, melainkan tenunan yang harus disulam bersama, benang demi benang, dengan kesabaran, kejujuran, dan komitmen perjuangan yang tidak dilandasi ego (Sentris, Sektoral, maupun Politik).***

Baca Juga:   Mari Satukan Langkah dan Hentikan Kebiasaan Mewariskan Perpecahan di GMNI!!!

Penulis: Bung Raden Hernawan/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Revisi UU Minerba, Apakah Solusi atau Musibah?

Marhaenist.id - Pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Indonesia, khususnya di sektor…

Picuh Kemarahan Rakyat hingga Lahirnya Gerakan Bubarkan DPR, Inilah Deretan Anggota DPR RI yang Dianggap Kontroversial!

Marhaenist.id - Beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) belakangan…

GMNI: KTT ASEAN Harus Menjiwai Doktrin Soekarno-Macapagal

Marhaenist - Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi pada Rabu pagi, 10…

Waketum DPP GMNI: Sugiono Punya Modal Lengkap Pimpin Menko PMK

Marhaenist.id, Jakarta — Di tengah menguatnya isu reshuffle kabinet, nama Sugiono kian…

Imanuel Chayadi vs Independesi GMNI: Siapakah Pemenangnya?

Marhaenist.id - Ada sebuah berita yang berjudul "GMNI Tolak Ikut Gerakan Pemakzulan…

GMNI Jaksel dan Pakar Desak Pertanggungjawaban Etik-Moral Gibran dan Dinasti Politik Jokowi

Marhaenist.id, Jakarta - Berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, akademisi, dan pengamat hukum, terus…

GMNI: Konstitusi Dibegal, Demokrasi Dikebiri

MARHAENIST - Dalam UUD tahun 1945 hasil amandemen, Pasal 1 Ayat (2)…

RUU Dewan Pertimbangan Presiden: Konsolidasi Kekuasaan, Menguatkan Presiden Untuk Melemahkan Demokrasi

Marhaenist - Sejauh ini, keberadaan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak memberikan solusi…

Menyoal Pilkada Langsung dan Atau Tak Langsung

Marhaenist.id - Langsung dan atau tidak langsung?” Pertanyaan ini sepintas sederhana, tetapi…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?