By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Benarkah Soekarno Komunis?
Diplomasi Kesehatan Indonesia di Masa Transisi Global Pasca Keluarnya AS Dari WHO
Herwyn J. H. Malonda Resmi Menjabat sebagai Anggota DKPP RI Ex Officio Bawaslu RI
DPD GMNI DKI Jakarta Bakal Gelar Konferda I Tahun 2026, Dorong Transformasi Menuju Jakarta Kota Global
Proyek Pembangunan Daerah dan Kewenangan Eksekutif Tanpa Persetujuan DPRD

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNIOpini

Mari Satukan Langkah dan Hentikan Kebiasaan Mewariskan Perpecahan di GMNI!!!

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 31 Juli 2025 | 15:05 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Alumni GMNI Waingapu.
Foto: Ferdi Lukas, Alumni GMNI Waingapu/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Sebagai alumni GMNI, saya merasa terpanggil untuk menyampaikan kegelisahan ini. Saat perpecahan terus menjadi jalan keluar setiap kali Kongres digelar, saya bertanya: Masihkah GMNI memegang teguh nilai-nilai yang selama ini diajarkan dan diperjuangkan?

Kita semua belajar tentang Pancasila, dan di dalamnya terkandung nilai luhur yang seharusnya menjadi fondasi organisasi: persatuan Indonesia. Tapi apa gunanya kita dalami Pancasila, kalau dalam praktiknya kita justru saling menjauh, saling mengklaim, bahkan saling menyingkirkan? Apa makna teriakan “Marhaen Menang! GMNI Jaya!” kalau kita sendiri tidak bisa menundukkan ego, tidak mampu duduk bersama sebagai sesama kader yang satu visi dan satu sejarah?

GMNI adalah rumah besar perjuangan. Dulu, ia menjadi tempat anak-anak muda dari berbagai latar belakang—tanpa memandang suku, ras, maupun agama—bersatu dalam semangat ideologi Bung Karno, memperjuangkan kaum kecil yang terpinggirkan. Tapi jika perpecahan terus diwariskan, maka GMNI perlahan hanya akan menjadi catatan kaki dalam sejarah pergerakan mahasiswa Indonesia. Cerita bahwa dulu pernah ada organisasi besar yang menganut marhaenisme, tapi hancur oleh kepentingan sempit dari dalam dirinya sendiri.

Saya sadar bahwa dinamika organisasi adalah hal wajar. Perbedaan pendapat, sikap, maupun strategi adalah bagian dari tumbuhnya organisasi. Tapi dinamika itu harus selalu berujung pada keputusan yang memperkuat, bukan memecah. Keputusan yang merangkul semua, bukan hanya memenangkan satu pihak. Karena organisasi ini dibentuk untuk semua kader, bukan untuk dikendalikan oleh sekelompok elite yang merasa paling benar dan paling sah.

Sebagai alumni, saya tidak ingin melihat GMNI tenggelam dalam konflik internal yang tak berujung. Saya tidak ingin adik-adik kader hari ini tumbuh dalam suasana penuh saling curiga, saling menjatuhkan, dan saling meninggalkan. Kita harus berani kembali ke nilai dasar: gotong royong, persaudaraan, dan persatuan.

Baca Juga:   Hadirkan 3 Ketum, DPC GMNI Jaktim akan Gelar Dialog Marhaenis dan Pelantikan Pengurus Baru Periode 2025–2027

Cukuplah GMNI menjadi korban ego kita!
Cukuplah GMNI menjadi panggung perebutan pengaruh!!

Sudah waktunya kita menjadikan GMNI kembali sebagai rumah ideologis yang sehat, terbuka, dan berpihak kepada rakyat!!!

Mari kita satukan langkah dan hentikan kebiasaan mewariskan perpecahan.
Mari kita kembalikan GMNI pada jati dirinya: organisasi mahasiswa nasionalis yang mempersatukan, bukan memisahkan.

Merdeka!!


Penulis: Ferdi Lukas, Alumni GMNI Waingapu.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Benarkah Soekarno Komunis?
Jumat, 23 Januari 2026 | 01:44 WIB
Diplomasi Kesehatan Indonesia di Masa Transisi Global Pasca Keluarnya AS Dari WHO
Kamis, 22 Januari 2026 | 19:43 WIB
Herwyn J. H. Malonda Resmi Menjabat sebagai Anggota DKPP RI Ex Officio Bawaslu RI
Kamis, 22 Januari 2026 | 16:35 WIB
DPD GMNI DKI Jakarta Bakal Gelar Konferda I Tahun 2026, Dorong Transformasi Menuju Jakarta Kota Global
Kamis, 22 Januari 2026 | 14:52 WIB
Proyek Pembangunan Daerah dan Kewenangan Eksekutif Tanpa Persetujuan DPRD
Kamis, 22 Januari 2026 | 10:55 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Kampus Kelola Tambang, GMNI Jatim: Ancam Tujuan Utama Pendidikan

Marhenist.id, Surabaya - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI)…

DPC PA GMNI Humbahas Ajak Kampus di Sumut Gerakkan Mahasiswa sebagai Relawan Pemulihan Psikologis Anak Korban Bencana

Marhaenist.id, Humbang Hasundutan — Bencana alam yang kembali melanda sejumlah wilayah di…

Todung Mulya Lubis Beberkan 12 Fakta Tak Terbantahkan pada Sidang PHPU di MK

Marhaenist.id, Jakarta - Tim Hukum Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 3, Ganjar…

Dari Desa Hadapi Perubahan Iklim, Akar Desa Indonesia Teken MoU dengan Kemendes PDT

Marhaenist.id, Jakarta – Komitmen bersama dalam menghadirkan desa sebagai pusat perubahan kembali…

GMNI Jakarta Menggugat: Menuju Persatuan, Melebarkan ke Internasional

Marhaenist.id - Perpecahan di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) saat ini berada…

Maret 2025, PA GMNI Berduka: 3 Kadernya Telah Pergi

Marhaenist.id - Di Bulan Maret 2025, Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional…

Foto:

Kapitalisme yang Menghapus Jejak Peradaban Bangka Belitung

Marhaenist.id - Menyingkap tabir sejarah jauh kebelakang sebelum Indonesia merdeka, masyarakat Bangka…

Paradoks Demokrasi Hilangnya Makna Mensen (Rakyat) Dalam Demokrasi Indonesia

MARHAENIST - Panggung sosial politik akhir-akhir ini diselimuti paradoks. Di satu sisi…

Lukisan Pakde Karwo Menolak Terbakar: Isyarat Zaman dari Api Grahadi, Ramalan Jayabaya yang Hidup

Marhaenist.id – Malam itu api beringas, melalap Gedung Grahadi hingga menjilat atap dan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?