By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan
Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat
Ibu Pertiwi Dilanda Musibah
IMIP, Investasi, dan Kehancuran
Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Sukarnoisme

Lebaran di Tengah Cobaan: Menggali Makna Tahan Menderita dari Pesan Bung Karno

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 27 Maret 2024 | 16:24 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Ilustrasi Sawah Marhaen/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id – Lebaran tahun ini mungkin berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kita mungkin merayakannya di tengah berbagai tantangan dan cobaan, mirip dengan kondisi yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat perang kemerdekaan. Namun, seperti yang pernah disampaikan oleh Bung Karno, pendiri bangsa kita, di tengah peperangan, kita harus memahami makna sejati dari Lebaran.

Dalam pidatonya pada Lebaran 1362 H (tahun 1943, Red), Bung Karno mengajak kita semua untuk merenung tentang arti Lebaran di tengah peperangan. Dia mengingatkan kita bahwa setiap bangsa pasti mengalami penderitaan di masa perang dan bahwa tidak ada bangsa yang bisa meraih kemenangan tanpa tahan menderita. Dia mengajak kita untuk merayakan Lebaran dengan semangat tahan menderita.

Bulan Ramadan adalah bulan latihan tahan menderita. Kita berpuasa selama sebulan penuh, melatih diri kita untuk tahan menderita. Bung Karno mengajak kita untuk memanfaatkan hasil latihan itu dan menghadapi ‘tahun yang baru’ sebagai bangsa yang telah terlatih tahan menderita di bulan Ramadan.

Mungkin kita tidak berada di tengah peperangan fisik seperti yang dialami oleh bangsa kita saat itu. Namun, kita tetap berada di tengah berbagai tantangan dan cobaan, baik itu pandemi, krisis ekonomi, atau tantangan lainnya. Oleh karena itu, pesan Bung Karno tentang tahan menderita masih sangat relevan dengan kondisi kita saat ini.

Lebaran tahun ini adalah momen bagi kita untuk merenung dan memahami makna sejati dari tahan menderita. Kita harus menghadapi tantangan dan cobaan dengan semangat tahan menderita. Kita harus yakin bahwa setelah kesusahan pasti ada kebahagiaan, seperti yang dijanjikan oleh Allah dalam Al-Qur’an.

Mari kita rayakan Lebaran tahun ini dengan semangat tahan menderita. Mari kita hadapi tantangan dan cobaan dengan keberanian dan ketabahan. kita yakin bahwa setelah semua ini, kemenangan pasti ada di pihak kita.

Baca Juga:   Mengenal Kehidupan Pribadi Ir. Soekarno

Lebaran bukan hanya tentang merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, tetapi juga tentang merenung dan memahami makna sejati dari tahan menderita. Lebaran adalah tentang bagaimana kita menghadapi tantangan dan cobaan dengan keberanian dan ketabahan. Lebaran adalah tentang bagaimana kita tetap tegar dan tabah di tengah berbagai cobaan dan tantangan.***


Penulis: Sugeng Sjamsuri, Alumni GMNI Manado.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan
Rabu, 17 Desember 2025 | 00:13 WIB
Perajin membersihkan kedelai di salah satu rumah industri di Jakarta, Kamis (6/10). Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Gakopindo) Aip Syarifuddin mengatakan kenaikan harga kedelai impor satu bulan terakhir rata-rata berada di kisaran Rp6.900 - Rp7.000 per kilogram di tingkat koperasi yang sebelumnya Rp6.300 - Rp6.500 sedangkan harga di pasaran lebih tinggi yakni Rp10.597 per kilogramnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pras/16.
Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat
Selasa, 16 Desember 2025 | 19:45 WIB
Ibu Pertiwi Dilanda Musibah
Selasa, 16 Desember 2025 | 14:06 WIB
IMIP, Investasi, dan Kehancuran
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:18 WIB
Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:16 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Masa Jabatan Legislatif Tanpa Ujung: Celah yang Mengancam Alam Demokrasi

Marhaenist.id - Diskursus mengenai pembatasan masa jabatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)…

Analis Politik & Militer Universitas Nasional: Mayor Teddy Dipaksakan Jadi Letkol

Marhaenist.id, Jakarta - Kenaikan pangkat Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dari…

Mari Mengenal PA GMNI sebagai Satu-Satunya Organisasi Alumni yang di Akui dan Ada di Indonesia!

Marhaenist.id - Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) adalah organisasi…

Bakal Mundur dari Kabinet, Mahfud Soroti Pejabat yang Pakai Fasilitas Negara Buat Politik

Marhaenist.id, Semarang - Calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD menyatakan…

Picuh Kemarahan Rakyat hingga Lahirnya Gerakan Bubarkan DPR, Inilah Deretan Anggota DPR RI yang Dianggap Kontroversial!

Marhaenist.id - Beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) belakangan…

Megaphone Diplomacy, Upaya Penggalangan Sokongan Publik Penyelenggara Pemilu

Marhaenist - "Megaphone diplomacy" adalah upaya mengandalkan pers untuk manggalang sokongan publik,…

Soekarno-Khrushchev Diantara Kemesraan Indonesia dan Uni Soviet

Marhaenist - Sejak masa awal kemerdekaan Indonesia, Indonesia dan Uni Soviet menjalin…

Bantuan Kemiskinan Ekstrem Rp5 Miliar Disalurkan Pemkab Jayawijaya

Marhaenist - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua sedang menyalurkan Rp5 miliar bantuan kemiskinan…

Persatuan Alumni GMNI dan GMNI Bukan ‘Sayap’ Partai Politik

Marhaenist - Seperti diketahui GmnI terlahir pada tanggal 23 Maret 1954 di…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?