By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

IHSG Anjlok!!!

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 20 Maret 2025 | 23:11 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Ilustrasi IHSG Anjlok (Sumber foto: Harianbatakpos.com)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – IHSG di Bursa Efek Indonesia mengalami penurunan signifikan pada perdagangan tanggal 18 Maret 2025, dengan pelemahan yang cukup tajam hingga memicu trading halt atau penghentian sementara perdagangan. Penurunan ini menjadi sorotan karena mencerminkan ketidakstabilan pasar saham Indonesia di tengah berbagai sentimen negatif, baik dari dalam negeri maupun global.

Salah satu pemicu utama penurunan IHSG adalah ketidakpastian politik dalam negeri. Rumor mengenai kemungkinan pengunduran diri dua menteri ekonomi, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani, menjadi sentimen negatif yang kuat. Sri Mulyani dikenal sebagai figur yang dipercaya investor asing karena rekam jejaknya dalam menjaga stabilitas fiskal. Rumor ini memperburuk gejolak pasar. Kepercayaan investor asing terhadap Sri Mulyani membuat dampaknya semakin signifikan.

Selain itu, kondisi fiskal Indonesia juga menjadi sorotan. Utang negara yang tinggi dan defisit APBN yang terus berlanjut menimbulkan kekhawatiran akan kemampuan pemerintah mengelola ekonomi. Program-program pemerintah yang dianggap kurang produktif, ditambah dengan kasus korupsi di BUMN, semakin memperburuk persepsi investor. Apalagi lemahnya penegakan hukum dan ketidakpercayaan terhadap kepemimpinan sebagai alasan investor enggan menanamkan modal di Indonesia.

Faktor domestik lainnya adalah pelemahan daya beli masyarakat. Hal itu misalnya dapat dilihat pada perlambatan belanja menjelang Ramadan, sebuah anomali yang terakhir terjadi pada awal pandemi 2020. Penurunan impor barang konsumsi juga mengindikasikan lemahnya permintaan domestik, yang berdampak pada kinerja perusahaan-perusahaan di pasar saham, terutama di sektor ritel dan konsumsi.

Di sisi eksternal, ketidakpastian ekonomi global turut menekan IHSG. Kekhawatiran akan perang dagang yang dipicu oleh kebijakan Presiden AS Donald Trump periode kedua (Trump 2.0) menjadi salah satu faktor kunci. Pemerintah AS melanjutkan tarif pada Kanada dan Meksiko serta meningkatkan pembatasan investasi ke China, yang memicu sentimen risk-off di pasar keuangan global. Indeks saham Asia melemah, dan IHSG tidak luput dari tekanan ini, meskipun beberapa bursa lain seperti Hang Seng dan Nikkei justru menguat pada hari yang sama, yang menunjukkan bahwa faktor domestik memiliki peran lebih dominan dalam kasus Indonesia.

Baca Juga:   Swambada Pangan dan Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia : Pertanian Skala Komersial (Food Estate) Berbasis Inti Plasma
Foto: Edi Subroto, Alumni GMNI Yogyakarta/MARHAENIST.

Penurunan harga komoditas global, seperti batu bara, minyak sawit (CPO), dan nikel, juga memberikan tekanan tambahan. Indonesia, yang bergantung pada ekspor komoditas, merasakan dampaknya melalui penurunan pendapatan emiten di sektor pertambangan dan perkebunan, serta berkurangnya penerimaan negara dari ekspor. Pelemahan komoditas ini memperparah sentimen negatif di pasar.

Dalam konteks pemeringkatan, lembaga pemeringkat global seperti Goldman Sachs dan Morgan Stanley menurunkan peringkat saham Indonesia, masing-masing dari overweight ke market weight dan dari equal weight ke underweight. Penurunan ini didasarkan pada kekhawatiran risiko fiskal dan prospek pertumbuhan ekonomi yang melemah.

Morgan Stanley Capital International (MSCI) juga berencana menurunkan bobot saham Indonesia dari 2,2% menjadi 1,5% per Maret 2025, yang semakin mengurangi kepercayaan investor asing. Aksi jual bersih (net sell) investor asing mencapai Rp19 triliun sejak awal 2025, sebagaimana dilaporkan Direktur Utama BEI menjadi bukti nyata arus keluar modal yang masif.

Pada 18 Maret 2025, IHSG turun 248,55 poin atau 3,84% ke level 6.223, dengan penurunan intraday terdalam di 6.011 poin. Sektor teknologi menjadi yang terparah, anjlok 9,77%, dengan emiten besar seperti DCII turut menyeret indeks ke bawah. Sektor perbankan juga melemah signifikan, meskipun saham seperti BBCA memiliki fundamental kuat. Total transaksi mencapai Rp19,22 triliun, menunjukkan tingginya aktivitas jual yang dipicu kepanikan. Bursa bahkan memberlakukan trading halt pertama sejak Maret 2020, ketika pandemi COVID-19 melanda, karena penurunan melebihi 5%.

Selain itu, publik tentu saja resah terhadap kondisi ekonomi dan politik di Indonesia. Efisiensi anggaran yang kontroversial, isu dwifungsi TNI yang memicu ketidakpastian, hingga ketidakstabilan akibat korupsi dan lemahnya kepercayaan terhadap pemerintah.

Maka sebenarnya penurunan IHSG lebih didominasi faktor dalam negeri ketimbang kondisi global, sebuah pandangan yang kontras dengan narasi pemerintah yang cenderung menyalahkan faktor eksternal.***

Baca Juga:   Cara Melawan Kapitalisme (2): Sang Karyawan Hemat

Penulis: Edi Subroto, Alumni GMNI Yogyakarta.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Selasa, 21 April 2026 | 22:17 WIB
Ilustrasi Gambar tentang "Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan" karya Noufal Hanif (Desain AI)/MARHAENIST.
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Selasa, 21 April 2026 | 20:10 WIB
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Selasa, 21 April 2026 | 10:25 WIB
Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Menelisik Kunjungan Bung Karno ke AS 16 Mei 1956

Marhaenist.id - Bung Karno tiba di Washington dengan menggunakan pesawat pribadi Presiden…

Di Indonesia Nama Baik Lebih Penting daripada Perbuatan Baik

Marhaenist.id - Apakah gerangan pengertian judul ini? Bagaimana sampai saya mengatakan nama…

GMNI Pasaman Kutuk Keras Penganiayaan Brutal terhadap Ibu Saudah, Korban Penolak Tambang Emas Ilegal

Marhaenist.id, Pasaman – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

DPP PA GMNI Lakukan Bakti Sosial dan Santunan Anak Yatim di Subang

Marhaenist - DPP Persatuan Alumni GMNI melaksanakan kegiatan bakti sosial dan melakukan…

Ganjar ke Warga Jabar: Jangan Takut Diintimidasi, Lawan Dengan Benar dan Sesuai Konstitusi

Marhaenist.id, Cirebon - Capres 2024 nomor urut 3, Ganjar Pranowo membakar semangat…

OMERTA, ADDIOPIZZO: Dari Sisilia ke Lorong-Lorong Gelap Merdeka Merdeka

Marhaenist.id - Istilah "Omerta" tidak lahir dari ruang sidang yang bersih; ia…

Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, Prabowo Subianto, Pertandingan Melawan Korupsi

MARHAENIST - Indonesia memulai sebuah era baru, memilih presiden secara langsung pada…

Konferda GMNI DKI Jakarta, Tetapkan Bung De Niao dan Bung Muhammad Aqil Nahkodai DPD GMNI DKI Jakarta

Marhaenist.id, Jakarta — Konferensi Daerah (Konferda) I Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

GMNI UIN Jakarta Bersama Rakyat, Rayakan Kemerdekaan dengan Aksi Nyata

Marhaenist.id, Ciputat – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80,…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?