By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Ekonomi Nasional
Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

GMNI: Dana Abadi Kebudayaan Rp6 Triliun Harus Kembali ke Rakyat untuk Perluas Lapangan Kerja dan Perkuat Kedaulatan Bangsa

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 4 Mei 2026 | 12:22 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Moch Firman, Wakil Ketua DPP GMNI Bidang Kebudayaan bersama pengurus DPP GMNI lainnya (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Di tengah intensifikasi arus globalisasi yang menghadirkan kompetisi antarbudaya secara terbuka, penguatan kebudayaan nasional tidak lagi dapat diposisikan sebagai agenda pelengkap, melainkan sebagai strategi fundamental dalam menjaga jati diri sekaligus membangun daya saing dan kedaulatan bangsa.

Dalam konteks tersebut, optimalisasi instrumen pendanaan kebudayaan menjadi krusial untuk memastikan keberlanjutan dan aktualisasi nilai-nilai budaya Indonesia.

Moch Firman, Wakil Ketua DPP GMNI Bidang Kebudayaan dibawah kepemimpinan Risyad-Patra, mendorong seluruh kepala daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk mengintensifkan sosialisasi Dana Indonesiana (Dana Indonesia Raya) yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebagai bagian dari Dana Abadi Kebudayaan di bawah Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Keuangan.

Firman menilai, skema pendanaan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku budaya di daerah.

Namun, ia juga menyoroti bahwa upaya sosialisasi yang selama ini dilakukan masih lemah dan cenderung belum menjangkau masyarakat lapisan bawah sebagai pelaku budaya utama.

“Dana Indonesiana atau Dana Indonesia Raya tidak boleh berhenti sebagai kebijakan administratif. Persoalannya, sosialisasi hari ini masih elitis dan belum sepenuhnya menyentuh pelaku budaya di akar rumput,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya sosialisasi yang masif, terstruktur, dan inklusif agar pelaku budaya memiliki akses dan pemahaman yang memadai dalam memanfaatkan dana tersebut.

Dalam hal ini, Firman juga menyoroti bahwa skema Dana Indonesiana sejatinya terbuka bagi berbagai kategori penerima, baik perorangan, komunitas, maupun lembaga kebudayaan, yang dapat mengakses pendanaan melalui mekanisme seleksi yang dibuka secara periodik, umumnya pada rentang April hingga Mei setiap tahunnya.

Firman juga menegaskan bahwa keberadaan Dana Abadi Kebudayaan yang telah mencapai sekitar Rp6 triliun merupakan mandat publik yang bersumber dari keuangan negara, sehingga pada hakikatnya harus kembali dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat, khususnya para pelaku budaya di seluruh pelosok daerah.

Baca Juga:   DPP GMNI Soroti Tragedi Siswa SD di NTT, Cermin Gagalnya Sistem Pendidikan

Menurutnya, tanpa distribusi informasi dan akses yang adil, potensi besar dana tersebut berisiko tidak optimal dalam memperkuat ekosistem kebudayaan nasional.

“Ekspansi budaya asing yang tidak terfilter berpotensi mengikis jati diri bangsa, termasuk nilai gotong royong, etika sosial, dan semangat kebangsaan,” kata Firman.

Dalam konteks ideologis, Firman mengaitkan upaya tersebut dengan Trisakti Bung Karno, khususnya prinsip berkepribadian dalam kebudayaan.

Ia menegaskan bahwa kedaulatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh aspek politik dan ekonomi, tetapi juga oleh kedaulatan di bidang kebudayaan sebagai fondasi utama identitas nasional.

Lebih lanjut, Firman menyebut bahwa penguatan kebudayaan juga dapat menjadi pendorong pengembangan pariwisata berbasis budaya.

Ia mencontohkan fenomena Korean Wave (Hallyu) sebagai bukti bahwa kekuatan budaya mampu menarik minat wisatawan global dan berdampak signifikan terhadap pendapatan negara.

“Ini pelajaran penting bagi Indonesia. Ketika budaya dikelola secara serius dan konsisten, ia bukan hanya menjadi identitas, tetapi juga kekuatan ekonomi yang mampu mendorong sektor pariwisata, meningkatkan penerimaan negara, sekaligus membuka luas lapangan pekerjaan, khususnya bagi para pekerja kreatif dan pelaku ekonomi berbasis budaya,” tuturnya.

Namun demikian, ia mengingatkan agar kebudayaan tidak direduksi menjadi sekadar komoditas. “Pariwisata budaya harus dibangun dengan menjaga nilai, makna, dan otentisitas, sehingga tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga bermartabat,” tambahnya.

Firman juga mendorong penguatan koordinasi antara kementerian terkait dengan pemerintah daerah agar kebijakan kebudayaan berjalan selaras dan efektif. Menurutnya, sinergi lintas level pemerintahan menjadi faktor kunci dalam memastikan program, termasuk Dana Abadi Kebudayaan, dapat diimplementasikan secara tepat sasaran.

“Dibutuhkan koordinasi yang kuat antara kementerian dan kepala daerah agar Dana Indonesiana benar-benar hadir sebagai penggerak kebudayaan, sekaligus memperkuat kedaulatan bangsa, bukan sekadar simbol kebijakan,” tegasnya.

Baca Juga:   Ketua DPK GMNI Teknik UHO Soroti Kondisi Pelabuhan Waode Buri Buton Utara, Desak Pemerintah Segera Lakukan Perbaikan

Ia pun menegaskan bahwa peran aktif seluruh kepala daerah menjadi kunci dalam memastikan Dana Abadi Kebudayaan memberikan dampak nyata bagi pelaku budaya dan masyarakat luas

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Ekonomi Nasional
Rabu, 20 Mei 2026 | 17:01 WIB
Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Rabu, 20 Mei 2026 | 15:32 WIB
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:23 WIB
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Selasa, 19 Mei 2026 | 18:30 WIB
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Presiden Joko Widodo menyampaikan sedikitnya lima arahan kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), mulai dari para pejabat utama Mabes Polri, kepala kepolisian daerah (kapolda), hingga kepala kepolisian resor (kapolres) seluruh Tanah Air di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 14 Oktober 2022. BPMI/Lukas

Jokowi Kritik Hidup Mewah Para Anggota Polri

Marhaenist - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan para anggota Polri agar tidak…

Refleksi Hari Jadi Kabupaten Rohul Ke-26 Tahun, GMNI: Momentum Evaluasi Pembangunan dan Penguatan Nasionalisme Kerakyatan

Marhaenist.id, Pasir Pengaraian - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Rokan…

Demo Menolak Dinasti Politik dan Pelanggar HAM Bergema di Sejumlah Daerah

Marhaenist.id, Jakarta - Mahasiswa Indonesia kembali turun ke jalan dengan membawa isu…

GMNI Jakarta Timur Soroti Carut-Marut Program MBG, Desak Evaluasi Total Pemerintah

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Komitmen Pemerintah Jaga Netralitas ASN Saat Pemilu dan Pilkada

Marhaenist - Penandatanganan keputusan bersama netralitas pegawai aparatus sipil negara (ASN) menunjukkan…

Fenomena Jersey Indonesia vs Bahrain: Simbol Harapan atau Hilangnya Nurani?

Marhaenist.id - Momen emosional Indonesia vs Bahrain (25 Maret 2025) di stadion…

Foto: Stevani Evarista dan Salwa Azhari Riefhantza Putri (Mahasiswi STIH IBLAM) Bersama Dosen Pendamping Prof. Dr. Gunawan Nacrahwi S.H,M.H. MARHAENIST

Mahasiswi STIH IBLAM Angkat Isu HAM dan Demokrasi dalam Lomba Esai GALAKSI 2025

Marhaenist.id, Jakarta, - Dua mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) IBLAM, Stevani…

Jangan Mereduksi GMNI Sebagai Wadah Perpanjangan Karir!

Marhaenist.id - Tentunya kita mengucap syukur Alhamdulillah lantaran kita baru saja memperingati…

Pendidikan Sebagai Hak Dasar, Ganjar Pranowo Bersama PDI Perjuangan Dampingi Anak Korban Banjir Di Aceh

Marhaenist.id, Aceh - Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menyalurkan bantuan pendidikan kepada…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?