By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Bakercab GMNI Bandung Desak DPRD Kota Bandung Tolak LKPJ Pemkot Bandung
DPK GMNI IPB Soroti Dampak Reklamasi dan Tol Laut terhadap Nelayan Cilincing
Hantu Film Pesta Babi: Seseram Apakah bagi Pemerintahan Prabowo-Gibran?
Soekarno, Marhaenisme, dan Krisis Demokrasi Modern
Lanjutkan Program Bersama PA GMNI, PERADI UTAMA Buka PKPA Beasiswa Murni Batch 3 untuk Kader GMNI se-Indonesia

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Infokini

Obituari Faisal Basri, Ekonom Kritis Yang Selalu Berjarak Dengan Kekuasaan

Indo Marhaenist
Indo Marhaenist Diterbitkan : Kamis, 5 September 2024 | 12:07 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Ekonom senior Faisal Basri. FILE/IST. Photo
Bagikan

MARHAENIST – Ekonom senior Faisal Basri meninggal dunia pada dini hari ini pukul 03.50 WIB, Kamis (05/09/2024) di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan. Pria yang juga merupakan salah satu pendiri lembaga riset Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) ini wafat pada usia 65 tahun.

“Innalillahi wa innailaihi rodji’un. Telah berpulang ke rahmatullah hari ini Kamis, 5 September 2024, pukul 03.50 WIB di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta, suami, ayah, anak, abang, adik, uwak, mamak, kami tersayang, Bapak Faisal Basri bin Hasan Basri Batubara pada usia 65 tahun,” berikut kabar yang beredar luas di sejumlah WA group dan media sosial.

“Mohon doanya semoga Rahimahullah diberikan tempat terbaik Jannatul Firdaus, diampuni segala khilafnya, dilapangkan kuburnya, diterima amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan,” lanjut kabar tersebut.

Jenazah Faisal Basri rencananya akan berada di rumah duka di Komplek Gudang Peluru Blok A 60 Jakarta Selatan.

Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti menilai Faisal Basri merupakan ekonom senior dengan analisis yang tajam dan kritis. Esther mengaku mengenal almarhum ketika kuliah perekonomian Indonesia saat studi Magister Ilmu Ekonoomi di Universitas Indonesia.

“Bagi saya, Bang Faisal Basri bukan hanya founder INDEF, tetapi juga sebagai bapak dan senior yang selalu memberi bimbingan kepada kami. Pendiriannya teguh dan jujur serta analisis yang kritis dan tajam tidak hanya menginspirasi kami, tapi juga membuka wacana pemikiran publik,” tutur Esther, Kamis (05/09/2024).

Dalam kesempatan berbeda, Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual mengatakan dia pernah menjadi murid almarhum Faisal Basri untuk dua mata kuliah, yakni ekonomi pembangunan dan ekonomi politik.

Baca Juga:   Sivitas Akademika Unair Kritik Demokrasi Era Jokowi: Pelemahan, Intervensi, dan Ketidakadilan

“Ketika saya menjadi mahasiswa, beliau terbuka berdiskusi dengan berbagai kalangan dan orangnya sederhana sekali. Sering hanya pakai tas ransel dan sandal gunung saja kemana-mana,” kata David.

Waktu berlalu, hingga akhirnya David sering berada satu panggung dengan sang guru di berbagai acara seminar ekonomi.

“Memang sejak jadi dosen saya tahun 1993, beliau konsisten menyuarakan kritik-kritik tajam tapi membangun dengan data-data yang reliable untuk kemajuan bangsa,” ujar David.

Almarhum Faisal Basri lahir di Bandung pada 6 November 1959 tersebut meraih gelar sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) pada 1985 dan melanjutkan studinya dengan meraih gelar Master of Arts bidang ekonomi di Vanderbilt University Amerika Serikat (AS) pada 1988.

Selain masih aktif sebagai ekonom, Faisal merupakan seorang dosen senior di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) dan Kepala Dewan Penasehat Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA).

Karirnya sebagai pengajar dimulai saat mengajar di FEB UI untuk mata kuliah Ekonomi Politik, Ekonomi Internasional, Ekonomi Pembangunan, dan Sejarah Pemikiran Ekonomi sejak 1981.

Faisal juga mengajar di program Magister Akuntansi (Maksi), Program Magister Manajemen (MM), Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Pembangunan (MPKP), dan Program Pascasarjana UI sejak 1988.

Setelah itu, Faisal Basri sempat menjadi Ketua Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UI pada 1995-1998, serta menjadi ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Jakarta di tahun 1999-2003.

Faisal Basri juga pernah menjadi tim perkembangan perekonomian dunia pada Asisten II Menteri Koordinator Bidang EKUIN (kini Menko Perekonomian) pada tahun 1985-1987 dan anggota tim Asistensi Ekuin Presiden RI pada tahun 2000.

Di luar dunia ekonomi, Faisal Basri diketahui juga merupakan salah satu pendiri Majelis Amanah Rakyat (MARA) yang merupakan cikal bakal Partai Amanat Nasional (PAN). Dia menjadi Sekjen PAN di era reformasi periode 1998–1999.

Baca Juga:   Masyarakat Rempang kembali Diserang, Banyak Korban Luka dan Kendaraan Dirusak

Pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012. Faisal saat itu bersama Biem Benyamin, mencalonkan diri sebagai calon Gubernur dan calon wakil Gubernur DKI dari jalur independen, Faisal juga menjadi salah satu penasehat di Barisan Nasionalis, yaitu perkumpulan yang terdiri dari berbagai organisasi nasionalis, dan kerap mengkritik serta menentang kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, dan hanya menguntungkan para pemegang jabatan di pemerintahan saja.

Tak cuma lantang dalam vokal, Faisal Basri kerap menuangkan pandangan, pemikiran, hasil penelitian, dan analisis terkait perekonomian dalam berbagai jurnal ilmiah, makalah, dan buku-buku yang telah dipublikasikan.

Pria berdarah Mandailing Natal ini pernah meraih penghargaan sebagai Pejuang Anti Korupsi pada 2003. Sosok yang kerap mengkritik keras pemerintah membuatnya terus berjarak dengan kekuasaan. Kritik yang pernah menjadi perhatian publik adalah ketika dia mengatakan utang kereta cepat WHOOSH tidak akan lunas hingga kiamat.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Bakercab GMNI Bandung Desak DPRD Kota Bandung Tolak LKPJ Pemkot Bandung
Senin, 11 Mei 2026 | 17:58 WIB
DPK GMNI IPB Soroti Dampak Reklamasi dan Tol Laut terhadap Nelayan Cilincing
Senin, 11 Mei 2026 | 17:16 WIB
Hantu Film Pesta Babi: Seseram Apakah bagi Pemerintahan Prabowo-Gibran?
Senin, 11 Mei 2026 | 12:16 WIB
Soekarno, Marhaenisme, dan Krisis Demokrasi Modern
Minggu, 10 Mei 2026 | 19:33 WIB
Lanjutkan Program Bersama PA GMNI, PERADI UTAMA Buka PKPA Beasiswa Murni Batch 3 untuk Kader GMNI se-Indonesia
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:02 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Paul Finsen Mayor: Negara Harus Membaca Budaya Geopolitik Papua, Bukan Memaksakan Modal

Marhaenist.id, Jakarta - Interupsi Senator Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor, dalam…

UKM (Usaha Kok Merugi)

Marhaenist - Begitulah kira-kira persepsi masyarakat luas tentang para pejuang keluarga atau…

RUU TNI 2024: Adaptasi atau Ancaman bagi Demokrasi?

Marhaenist.id - Perubahan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI 2024 membawa sejumlah perbedaan…

Tanggapi Isu-Isu Liar Mengenai Konflik Internal, DPC GMNI Kota Gorontalo: Proses Hukum Masih Berjalan

Marhaenist id, Gorontalo  — Di tengah dinamika hukum yang sedang dihadapi Dewan…

Bertahan Ditengah Badai: Sebuah Refleksi Perjalanan Bersama GMNI

Marhaenist.id - Perjalanan saya di GMNI bukanlah kisah yang tenang di permukaan…

Persatuan Alumni GMNI dan GMNI Touna Gelar Donor Darah dalam Rangka Bulan Bung Karno

Marhaenist.id, Touna : Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Dies Natalis Ke 72, GMNI Jaktim Serukan Tetaplah di Garis Marhaen meski berada di Persimpangan Jalan antara Idealisme dan Realistis

Marhaenist.id, Jakarta — Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-72 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Mengapa AS Berani Menangkap Maduro?

Marhaenist.id - Secara sejarah mereka punya legal precedent (1961 bay of pigs…

Nyanyian dan Sumpah Tanpa Jiwa

Marhaenist.id - Ada yang sunyi di tengah gegap gempita peringatan Sumpah Pemuda.…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?