By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Infokini

Peta Baru Kekuasaan Kazakhstan Pasca-Referendum

Trian Walem
Trian Walem Diterbitkan : Minggu, 12 April 2026 | 16:52 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Fauzan Luthsa, Analis Geopolitik Eurasia Strategi Institute (Dokpri)/MARHAENIST.
Foto: Fauzan Luthsa, Analis Geopolitik Eurasia Strategi Institute (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta, – Kazakhstan memasuki fase baru dalam konfigurasi politiknya setelah referendum konstitusi pada 15 Maret 2026. Sebanyak 89 persen pemilih mendukung perubahan yang mencakup penghapusan sistem bikameral, pengaktifan kembali jabatan wakil presiden, serta penetapan bahasa Kazakh sebagai satu-satunya bahasa negara.

Konstitusi baru dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Perubahan ini dipandang sebagai kelanjutan dari dinamika politik yang telah berkembang sejak krisis Januari 2022 atau yang dikenal sebagai Qandy Qantar.

Analis geopolitik Eurasia Strategi Institute Fauzan Luthsa menilai, hasil referendum tersebut bukanlah kejutan. Ia menyebut bahwa arah perubahan sudah terbaca sejak gelombang protes nasional yang berujung pada restrukturisasi kekuasaan di tingkat elit negara.

“Peristiwa 2022 menjadi titik balik. Setelah itu, langkah-langkah politik yang diambil pemerintah menunjukkan pola penataan ulang sistem yang lebih terpusat dan terkontrol,” ujar penulis buku Minsk: Notes from the Heart of Eurasia ini.

Ia menjelaskan bahwa perubahan konstitusi tidak dapat dilihat sebagai langkah awal, melainkan sebagai formalisasi dari proses yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.

Menurut Fauzan, desain kelembagaan baru Kazakhstan lebih mencerminkan upaya membangun stabilitas dibanding sekadar perubahan normatif dalam sistem politik. Ia menyoroti penghapusan Senat dan penguatan jalur suksesi sebagai bagian dari strategi menjaga kesinambungan kekuasaan.

“Dalam konteks geopolitik, Kazakhstan berada di posisi yang sangat sensitif—di antara Rusia dan China. Stabilitas internal menjadi faktor kunci untuk menjaga kedaulatan dan menghindari intervensi eksternal,” katanya.

Ia juga menilai bahwa kebijakan seperti pembatasan LSM asing dan penegasan supremasi hukum nasional perlu dibaca dalam kerangka perlindungan terhadap tekanan eksternal, bukan semata sebagai penutupan diri.
Lebih lanjut, Fauzan melihat bahwa penguatan identitas nasional Kazakh tidak serta-merta menunjukkan pergeseran orientasi geopolitik. Menurutnya, langkah tersebut lebih bersifat simbolik.

Baca Juga:   Dugaan Kasus Pelecehan Seksual di Rumah Sakit Malang, GMNI Jatim: Desak Penegakan Hukum Tegas

“Bahasa Kazakh diperkuat, tetapi Rusia tetap menjadi lingua franca dalam administrasi. Kazakhstan juga masih terikat dalam EAEU dan CSTO. Ini menunjukkan pendekatan yang pragmatis,” ujarnya.

Dalam konteks kawasan, ia menekankan bahwa stabilitas Kazakhstan memiliki dampak lebih luas bagi Eurasia. Negara yang terkonsolidasi secara institusional dinilai lebih mampu menjaga keseimbangan regional.
“Vacuum of power di Kazakhstan bukan hanya persoalan domestik. Itu bisa menjadi risiko strategis bagi kawasan secara keseluruhan,” kata Fauzan.

Ia juga mengaitkan dinamika Kazakhstan dengan pengalaman negara-negara Asia Tenggara, seperti Indonesia dan Singapura. Menurutnya, pendekatan stabilitas yang diambil Astana memiliki kemiripan dengan fase tertentu dalam sejarah politik kedua negara tersebut.

“Indonesia pernah mengalami penguatan eksekutif dalam konteks menjaga keutuhan negara, seperti pada era Demokrasi Terpimpin di bawah Soekarno. Sementara itu, Singapura menunjukkan bagaimana stabilitas menjadi basis utama pembangunan melalui gaya kepemimpinan yang diadopsi oleh Lee Kuan Yew,” jelasnya.
Namun demikian, Fauzan menegaskan bahwa Kazakhstan tetap memiliki karakteristik unik yang tidak dapat disamakan dengan negara lain.

“Ini adalah model khas Eurasia, dengan konteks geografis, sumber daya, dan situasi geopolitik yang berbeda,” ujarnya.

Ia menilai bahwa seluruh rangkaian kebijakan yang diambil pemerintah Kazakhstan saat ini mengarah pada pembentukan sistem yang lebih tahan terhadap guncangan eksternal.

“Yang sedang dibangun adalah semacam arsitektur stabilitas—sebuah mekanisme untuk memastikan negara tetap berjalan dalam kondisi global yang tidak menentu,” kata Fauzan.

Perubahan konstitusi 2026, lanjutnya, menjadi penanda bahwa Kazakhstan telah memasuki fase baru dengan arah politik yang lebih terdefinisi di tengah lanskap dunia yang semakin multipolar.

Penulis: Redaksi/Editor: Trian Walem

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Rabu, 15 April 2026 | 14:58 WIB
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Rabu, 15 April 2026 | 14:13 WIB
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Selasa, 14 April 2026 | 20:54 WIB
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan
Selasa, 14 April 2026 | 19:26 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Luncurkan Tujuh Buku Jelang Purnatugas, Arief Hidayat Tegaskan Warisan Pemikiran Konstitusi Bernafaskan Pancasila

Marhaenist.id, Jakarta  — Hakim Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S.…

Etika Negara Demokrasi: Ketika Kekuasaan Harus Tunduk pada Kepercayaan Rakyat

Marhaenist.id - Demokrasi modern bertumpu pada satu prinsip utama: kedaulatan berada di…

Sambut Pemimpin Baru, GMNI PPU Lakukan Evaluasi sebagai Kado Disektor Krusial

Marhaenist.id, Penajam Paser Utara - Dalam rangka menyambutnya Bupati dan Wakil Bupati,…

UKT Naik, Mahasiswa Tercekik, GMNI Surabaya: Pemerintah Tidak Berpihak Pada Pendidikan

Marhaenist.id, Surabaya - Maraknya gelombang protes mahasiswa akibat melejitnya Uang Kuliah Tunggal…

Gemini Club: Mohon Doa dan Dukungan Rakyat Untuk Ganjar Pranowo

Marhaenist - Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jan Prince Permata menyatakan…

Beredar Rancangan Perubahan PKPU Yang Sesuai Putusan MK, PETANI: Ayo Rakyat Kawal Sampai Tuntas!

MARHAENIST - Setelah ramai usai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) serta beredarnya surat…

Pidato Bung Karno Tentang Ide Kebangsaan Indonesia

Marhaenist.id - Ide sudah mengalami beberapa fase. Fase pertama, fase kesukuan. Dalam…

Ma’ruf Amin Minta Pemerintah, Pengusaha dan Buruh Perbarui Komitmen Bersama

Marhaenist - Selama pandemi Covid-19, dunia kerja global memperlihatkan kerentanan akan disrupsi…

PERADI Utama–PA GMNI Gelar Technical Meeting PKPA Beasiswa Batch I

Marhaenist.id - Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Beasiswa…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?