By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Jelang Konfercab GMNI Purwokerto 2026, Eks Ketua DPK GMNI Humaniora UMP Tekankan Tiga Pilar Regenerasi
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Sukarnoisme

Pidato Bung Karno Tentang Ide Kebangsaan Indonesia

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 22 Februari 2025 | 08:43 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Foto: Bung Karno saat berpidato (Sumber: Arsip Sejarah Nasional)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Ide sudah mengalami beberapa fase. Fase pertama, fase kesukuan. Dalam fase ini tiap-tiap suku merasa dirinya sebagai suatu kesatuan yg mutlak. Masing-masing suku hanya memikirkan keselamatan dirinya. Disamping semangat kesukuan ini tumbuh pula semangat kepulauan.

Suku atau pulau yg satu mau bekerjasama dengan suku atau pulau yg lain, tapi atas dasar federalisme, dan tidak ada satu suku atau pulau yg rela berkorban untuk seluruh Indonesia.

Tapi, pada tahun 1928, Ide kesukuan dan kepulauan itu hilang lenyap laksana embun kena sinar daripada matahari. Pada tahun 1928 itu turunlah ide baru mewahyui angkatan pemuda, yaitu Ide persatuan dan kesatuan bangsa, kesatuan tanah air dan kesatuan bahasa.

Pada tanggal 28 Oktober 1928 angkatan pemuda mengikrarkan sumpahnya yg termasyur: Kami setanah air, tanah air Indonesia; Kami sebangsa, bangsa Indonesia; kami sebahasa, bahasa Indonesia.

Dengan terbitnya matahari kebangsaan Indonesia yg bulat dan bersatu itu, hilanglah hak sejarah bagi Ide Kesukuan, Ide Kepulauan, Ide federalisme dan Ide Provincialisme.

Maka, barang siapa sekarang ini membangkitkan kembali Ide kepulauan, Ide kesukuaan atau Ide federalisme, orang itu adalah seperti orang yg menggali kubur dan mencoba menghidupkan kembali tulang dari orang yg dikuburkan 28 tahun yg lampau.

Lima tahun setelah 1928, yaitu tahun 1933, Ide itu meningkat lagi, yaitu bahwa bangsa Indonesia yg berbangsa satu, bertanah air satu dan berbahasa satu, itu harus disusun dalam satu negara yg berbentuk Republik. Dan Proklamasi kita pada tanggal 17 Agustus 1945 itu adalah pangkal pelaksanaan bagi Ide kebangsaan Indonesia yg bulat dan bersatu disusun dalam satu negara yg berbentuk Republik.

Segala darah, segala air mata, segala pengorbanan, dan segala jiwa yg telah tewas sejak tanggal 17 Agustus 1945 itu adalah untuk Ide: Bangsa Indonesia Bersatu Tidak Berpecah Belah, Dalam Satu Negara Nasional Merdeka Yang Berbentuk Republik. Merdeka!***

Baca Juga:   Bung Karno dan Ibundanya Tercinta Ida Ayu Nyomang Rai

Dikutip kembali oleh La Ode Mustawwdhaar dari Kumpulan-Kumpulan Pidato Bung Karno.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Minggu, 19 April 2026 | 19:29 WIB
Jelang Konfercab GMNI Purwokerto 2026, Eks Ketua DPK GMNI Humaniora UMP Tekankan Tiga Pilar Regenerasi
Sabtu, 18 April 2026 | 17:53 WIB
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Sabtu, 18 April 2026 | 10:23 WIB
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Sabtu, 18 April 2026 | 10:01 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Erick Thohir dan Serangkaian Keputusan Aneh

Marhaenist.id - Beberapa hari ini, saya membaca kembali rekam jejak bisnis dan…

Materialisme Ala Karl Marx dan Syech Siti Jenar

Marhaenist.id - Kalau diamati Karl Marx dan Syech Siti Jenar itu sama-sama…

Jokowi Kecam Israel Atas Pembunuhan Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh

Marhaenist - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras pembunuhan pemimpin Hamas Ismail…

KNPI Kabupaten Lebak Batal Aksi, Ganti dengan Dialog Semu: Cermin Kemunduran Gerakan Pemuda

Marhaenist.id, Lebak - Di tengah suhu politik nasional yang memanas dan berbagai…

Menag Adakan Natal Bersama: Simbol Kecil, Dampak Besar — Asal Jangan Sekadar Panggung Saja

Marhaenist.id - Ketika Kementerian Agama menetapkan tema “C-LIGHT: Christmas — Love in…

GMNI Tegaskan RUU Daerah Kepulauan Merupakan Keharusan Sejarah

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Refleksi 80 Tahun Indonesia Merdeka

Marhaenist.id - Indonesia bagiku bukan sekadar tanah kelahiran. Indonesia adalah anugerah tuhan…

Program Beasiswa PKPA Peradi Utama–PA GMNI Resmi Ditutup, Sekjend Tekankan Integritas dan Etika Advokat

Marhaenist.id, Jakarta — Program Beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Peradi Utama…

Mari Mengenal 9 Istri Bung Karno!

Marhaenist.id - Dalam perjalanan hidupnya, Soekarno atau akrab disebut Bung Karno sering…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?