By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Guncangan Ontologis Bangsa dan Krisis Kepercayaan pada Negara Hukum
Berangkat dari Keterusiran Kaum Marhaen, Disitulah Jiwa Sang Pejuang Benar-Benar Diuji
Nubuat Bung Karno Terbukti: Saat Bangsa Sendiri Menjadi Algojo Bagi Nalar dan Demokrasi Rakyat
DPC GMNI Jeneponto Bedah Film ‘Pesta Babi’, Soroti Praktik Kolonialisme Modern di Daerah
DPD GMNI Sultra Buka Posko Pengaduan Tenaga Kerja, Perkuat Perjuangan Hak Buruh di Sulawesi Tenggara

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Fadli Zon dan Sikap Anti Kritik

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 22 Februari 2025 | 15:39 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Karkatur Fadli Zon/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Pernyataan Fadli Zon mengenai kerugian institusi ketika dikritik mengandung problematika logis dan filosofis dalam hal kebebasan berekspresi serta batasan kritik terhadap institusi.

Fadli Zon menyatakan bahwa mengkritik individu atau oknum tidak masalah, tetapi jika berdampak pada institusi, maka itu bisa menjadi masalah. Padahal, dalam banyak kasus, individu atau oknum yang dikritik adalah bagian dari institusi.

Jika institusi tersebut memiliki tanggung jawab terhadap tindakan oknum, maka kritik terhadap individu secara inheren juga mencerminkan kritik terhadap institusi yang menaunginya. Membedakan keduanya seolah-olah terpisah adalah dikotomi yang tidak realistis.

Hal yang perlu di catat yaitu dalam demokrasi, kritik terhadap institusi adalah bagian dari mekanisme check and balance. Menyatakan bahwa kritik yang berdampak pada institusi bisa menjadi masalah menunjukkan adanya upaya pembatasan terhadap kebebasan berekspresi.

Jika kritik terhadap institusi dilarang hanya karena institusi merasa dirugikan, maka ini bisa menjadi bentuk pembungkaman yang bertentangan dengan prinsip demokrasi itu sendiri.

Foto: Edi Subroto/MARHAENIST.

Selain itu, institusi bukanlah entitas yang bebas dari kritik, terutama jika institusi tersebut memiliki kewenangan publik. Institusi harus selalu terbuka terhadap kritik agar tidak menjadi otoriter. Jika kritik terhadap institusi dianggap sebagai masalah hanya karena membawa dampak, maka tentu hal ini bisa menjadi dasar bagi penyalahgunaan kekuasaan untuk menekan kritik yang sah.

Kritik yang membawa dampak terhadap institusi seharusnya tidak serta-merta dianggap sebagai masalah, tetapi sebagai peluang untuk perbaikan. Institusi yang baik tidak akan berusaha menghindari kritik, melainkan meresponsnya dengan introspeksi dan perbaikan. Menjadikan dampak terhadap institusi sebagai ukuran sah atau tidaknya kritik justru mengaburkan substansi kritik itu sendiri.

Atas hal tersebut, pernyataan Fadli Zon akan kita anggap berpotensi membatasi kebebasan berekspresi dengan alasan perlindungan institusi. Padahal, kritik terhadap institusi adalah bagian dari proses demokrasi dan upaya membangun tata kelola yang lebih baik.

Baca Juga:   Tragedi Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana Depok: Luka Mendalam dan Evaluasi Total!

Sayang sekali, Fadli Zon dengan segudang koleksi bukunya yang memuat banyak buku-buku pergerakan Indonesia, bahkan dunia menjadi kehilangan kendali atas pikirannya sendiri yang kritis. Dan tentu saja kondisi itu terjadi ketika ia sudah duduk di atas kursi kekuasaan yang empuk.

Sontoloyo!


Penulis: Edi Subroto, Alumni GMNI Yogyakarta.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Guncangan Ontologis Bangsa dan Krisis Kepercayaan pada Negara Hukum
Kamis, 14 Mei 2026 | 21:29 WIB
Berangkat dari Keterusiran Kaum Marhaen, Disitulah Jiwa Sang Pejuang Benar-Benar Diuji
Kamis, 14 Mei 2026 | 11:06 WIB
Nubuat Bung Karno Terbukti: Saat Bangsa Sendiri Menjadi Algojo Bagi Nalar dan Demokrasi Rakyat
Rabu, 13 Mei 2026 | 15:49 WIB
DPC GMNI Jeneponto Bedah Film ‘Pesta Babi’, Soroti Praktik Kolonialisme Modern di Daerah
Rabu, 13 Mei 2026 | 14:23 WIB
DPD GMNI Sultra Buka Posko Pengaduan Tenaga Kerja, Perkuat Perjuangan Hak Buruh di Sulawesi Tenggara
Rabu, 13 Mei 2026 | 13:11 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

GMNI Minta Jokowi Evaluasi Kinerja Menkominfo Terkait Amburadulnya Penghentian Siaran TV Analog

Marhaenist - Kebijakan penghentian siaran TV analog atau Analog Swicth Off (ASO)…

Hadiri Aksi 1000 Lilin di Nagekeo, GMNI NTT Desak Proses Hukum Para Pelaku Penganiayaan Prada Lucky

Marhaenist.id, Nagekeo - Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI)…

Ironi Sebuah Nasionalisme

Marhaenist.id - Di sebuah negeri yang kaya akan janji, seorang pejabat berdiri…

Ibu, Ibu, dan Sejarah Hari Ibu

Marhaenist.id - Setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Peringatan Hari…

DPD dan DPC GMNI Se-Indonesia Kecam Tindakan Represif Aparat dan Tuntut Keadilan atas Gugurnya Kawan Ojol Pejuang Demokrasi

Marhaenist.id - Sebanyak 89 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD)…

Konfercab Ke-I GMNI Kotawaringin Timur, Momentum Regenerasi dan Kebersamaan

Marhaenist.id, Kotawaringin Timur - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

GMNI Rokan Hulu Tegas Tolak Wacana Penempatan Polri di Bawah Kementerian

Marhaenist.id, Rokan Hulu — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional…

Moment Ganjar Lamar Aktivis Perempuan Jogjakarta

Marhaenist.id, Jogjakarta - Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo punya cara jitu…

Talkshow Kartini Hari Ini, GERAK Jakarta: Perempuan Bisa Memimpin, Ruang Publik Harus Aman

Marhaenist.id, Jakarta - Isu kepemimpinan perempuan dan keamanan ruang publik menjadi sorotan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?