By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Tragedi PRT Benhil, Koalisi Masyarakat Sipil: Jangan Lindungi Pelaku, Negara Harus Berdiri di Pihak Korban
Kedaulatan Rakyat Digugat, DPD GMNI Jakarta: Mengapa Pengadilan Militer Memperlakukan Korban Seperti Terpidana?
Soroti Kebijakan Menteri HAM, DPP GMNI: Perjuangan HAM Adalah Hak Setiap Warga Negara, Bukan Hak Formalitas yang Harus Disertifikasi oleh Negara
GMNI: Dana Abadi Kebudayaan Rp6 Triliun Harus Kembali ke Rakyat untuk Perluas Lapangan Kerja dan Perkuat Kedaulatan Bangsa
DPP GMNI Soroti Intimidasi dan Kekerasan terhadap Insan Pers di Indonesia

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Marhaenis

Narasi Kedaulatan Pangan Dinilai Tak Sejalan dengan Realitas Lapangan

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 4 Mei 2026 | 00:21 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Saat diskusi publik digelar oleh Institut Marhaenisme 27 (IM27) bersama Algemene Studyclub bertajuk “Fatamorgana Lumbung Pangan: Menelan Lahan, Memenjarakan Pikiran”, Minggu (3/5/2026) (Foto:: Dendy Se)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Di tengah gencarnya narasi kedaulatan pangan, sejumlah kalangan menilai berbagai kebijakan justru memunculkan persoalan baru, mulai dari alih fungsi lahan hingga menyempitnya ruang berpikir kritis.

Hal itu mengemuka dalam diskusi publik yang digelar Institut Marhaenisme 27 (IM27) bersama Algemene Studyclub bertajuk “Fatamorgana Lumbung Pangan: Menelan Lahan, Memenjarakan Pikiran”, Minggu (3/5/2026).

Sekretaris Jenderal PP Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Saiful Wathoni, menilai data pangan yang disampaikan pemerintah tidak konsisten dan sulit dijadikan acuan.

Menurut dia, angka produksi dan ketersediaan pangan kerap berubah dan tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Ia menyoroti penyempitan lahan pertanian rakyat yang seharusnya menjadi basis utama lumbung pangan.

“Lahan semakin menyempit akibat monopoli dan perampasan tanah,” ujarnya.

Thoni juga menyinggung penyitaan lebih dari 5 juta hektar lahan melalui Satgas PKH pada era Prabowo Subianto.

Ia menyebut lahan yang terdampak tidak hanya milik korporasi, tetapi juga mencakup tanah produktif milik rakyat.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945 tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Negara dinilai hanya menguasai sumber-sumber agraria tanpa memastikan pemanfaatannya untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Ia juga mengkritik skema hak pengelolaan lahan (HPL) yang dinilai memperluas kontrol negara hingga menyerupai kepemilikan.

“Berbagai instrumen seperti agrinas, Satgas PKH, dan bank tanah menunjukkan kecenderungan negara sebagai tuan tanah,” kata Thoni.

Sementara itu, Direktur Eksekutif IM27, Deodatus Sunda Se, menambahkan, terdapat ketimpangan antara klaim surplus pangan dengan realitas harga beras yang tetap tinggi.

Ia mengutip pernyataan Feri Amsari yang mempertanyakan validitas data pemerintah di tengah menyusutnya lahan sawah.

“Jika produksi tinggi, mengapa harga beras tetap mahal,” ujarnya.

Baca Juga:   Dari Desa Hadapi Perubahan Iklim, Akar Desa Indonesia Teken MoU dengan Kemendes PDT

Dendy juga menilai pemerintah belum mampu menjelaskan perbedaan antara data dan kondisi lapangan, yang menurutnya dipengaruhi praktik mafia komoditas.

Selain itu, ia menyoroti meningkatnya tekanan terhadap akademisi yang menyampaikan kritik, terutama sejak periode kedua pemerintahan Joko Widodo hingga masa pemerintahan Prabowo.

Ia menilai arah kebijakan agraria semakin menjauh dari semangat Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960.

Distribusi tanah dinilai kian sulit di tengah menyusutnya lahan dan dominasi sektor industri serta perkebunan.

Lebih lanjut, Dendy mengingatkan potensi konflik vertikal dalam pengelolaan agraria yang melibatkan berbagai institusi, termasuk peran TNI, kementerian, dan skema korporasi seperti agrinas.

Model tersebut dinilai berpotensi berbenturan dengan prinsip koperasi yang menekankan pengelolaan kolektif.

Diskusi ini menegaskan adanya kesenjangan antara narasi kedaulatan pangan dan realitas di lapangan, mulai dari persoalan data, penyempitan lahan, hingga arah kebijakan yang dinilai menjauh dari mandat konstitusi.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Tragedi PRT Benhil, Koalisi Masyarakat Sipil: Jangan Lindungi Pelaku, Negara Harus Berdiri di Pihak Korban
Senin, 4 Mei 2026 | 17:38 WIB
Kedaulatan Rakyat Digugat, DPD GMNI Jakarta: Mengapa Pengadilan Militer Memperlakukan Korban Seperti Terpidana?
Senin, 4 Mei 2026 | 13:43 WIB
Soroti Kebijakan Menteri HAM, DPP GMNI: Perjuangan HAM Adalah Hak Setiap Warga Negara, Bukan Hak Formalitas yang Harus Disertifikasi oleh Negara
Senin, 4 Mei 2026 | 12:49 WIB
GMNI: Dana Abadi Kebudayaan Rp6 Triliun Harus Kembali ke Rakyat untuk Perluas Lapangan Kerja dan Perkuat Kedaulatan Bangsa
Senin, 4 Mei 2026 | 12:22 WIB
DPP GMNI Soroti Intimidasi dan Kekerasan terhadap Insan Pers di Indonesia
Senin, 4 Mei 2026 | 04:12 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Studi Terhadap Prilaku Keserakahan, Seberapa Mengerikannya Manusia? (Bagian 2)

<<....Sambungan Hal ini juga terjadi pada kita selaku manusia, walau tidak dapat…

Puluhan Jenderal Dukung Ganjar, Siap Lawan Segala Bentuk Intervensi

Marhaenist.id, Karangayar - Puluhan Jenderal dari TNI dan Polri menegaskan siap mengawal…

Ketika Kapital Nasional Menguat: Apakah Marhaen Ikut Bangkit?

Marhaenist.id, Jakarta – Akuisisi 75 persen saham Blok Duyung di Natuna oleh…

Cegah Korupsi, GMNI Desak KPK & Kejaksaan Lakukan Pengawasan Ketat pada Program Air Bersih Gratis di PPU

Marhaenist.id, Penajam Paser Utara - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Penajam Paser…

DPP GMNI Kutuk Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis, Desak Pengusutan Cepat dan Transparan

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Ribuan Kader dan Alumni GMNI Napak Tilas Ziarahi Makam Bung Karno

Marhaenist - Ribuan kader dan alumni dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Kembali Gelar PPAB, DPC GMNI Salatiga Targetkan KTD Sebelum Juni

Marhaenist.id, Salatiga - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI)…

Gelar Rangkaian Pra Konferda V, DPD PA GMNI Jakarta: Paradigma Baru Perjuangan di Kota Global

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Wacana Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, GSNI Surabaya Khawatir Bentuk Pengkhianatan Integritas Bangsa

Marhaenist.id, Surabaya - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?