By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Gelar Seri Diskusi Publik Edisi V, PA GMNI Jakarta Raya Tekankan Front Marhaenis Ambil Peran untuk Berdaulat, Berdikari, Berbudaya
Program PKPA Beasiswa Peradi Utama Berlanjut, 140 Kader Ikuti Pertemuan Keempat dengan Materi Tata Acara Pengadilan Pidana
Front Marhaenis Ditengah Kekacauan Politik, Hukum, dan Ekonomi Indonesia Hari Ini
Republik Jenderal Multitasking
DPC PA GMNI Humbahas Ajak Kampus di Sumut Gerakkan Mahasiswa sebagai Relawan Pemulihan Psikologis Anak Korban Bencana

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Cegah Korupsi, GMNI Desak KPK & Kejaksaan Lakukan Pengawasan Ketat pada Program Air Bersih Gratis di PPU

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 26 Februari 2025 | 19:47 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Ega, Sekretaris GMNI PPU/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Penajam Paser Utara – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Penajam Paser Utara (PPU) menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan Program Air Bersih Gratis di PPU yang memiliki potensi besar untuk terjadinya praktik korupsi yang dapat menyebabkan kerugian daerah.

Sekertaris Umum GMNI PPU, Ega mengatakan bahwa Program Air Bersih Gratis di PPU merupakan angin baru untuk masyarakat yang dapat membantu masyarakat dalam menyelesaikan kebutuhan bakunya.

“Program ini merupakan salah satu trobosan baru yang dicanangkan pemerintah untuk menyelesaikan kebutuhan dasar masyarakat, bagus sekali untuk disambut oleh masyarakat,” Ega.

Dalam pelaksanaan program air bersih ini memiliki potensi-potensi konflik tehadap pembengkakan anggaran, realiasi program yang tidak tepat sasaran dan penjelasan terhadap warga-warga yang belum teraliri PDAM, sehingga GMNI PPU khawatir dengan edukasi yang tidak matang dari Pemerintah dapat menyebabkan terjadi pembengkakan pengunaan kubik air di masyarakat.

“Adapun dengan antisipasinya menggunakan sistem Subsidi Kubik dalam menjalankan program yang dapat dilakukan oleh Pemkab, sebenarnya makin menambahkan kebingungan atas asas manfaat dalam realisasi Program Air Bersih Gratis sehingga kami mengajak masyarakat untuk lebih peka dalam melihat program ini, agar dapat dirasakan manfaatnya,” sambung Ega

Ega menyebut bahwa dalam menjalankan program, Pemerintah PPU perlu untuk memperketat dan memperhatikan pengawasannya pada Program Air Bersih Gratis, karena berpotensi besar untuk terjadinya praktik-praktik korupsi, maka sangat memungkinkan terjadinya kebocoran anggaran atau penyalahgunaan anggaran dalam program tersebut.

Oleh karena itu, pengawasan dalam pelaksanaan program harus lebih diperhatikan oleh pihak-pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, Kejaksaan Negeri, Badan Pengawasan Keuangan & Pembangunan (BPKP) untuk meminimalisir potensi terjadinya praktik-praktik korupsi.

“Progaram ini sangat berpotensi terjadinya praktik-pratrik Koropsi. Dari itu, kami mendesak KPK dan Kejaksaan, serta BPKP untuk melakukan pengawasan ketat pada jalannya program ini di Penajam Paser Utara,” tambah Ega.

Baca Juga:   Kawal Putusan MK, GMNI Jember Gelar Unjuk Rasa

GMNI PPU melihat bahwa skema program air bersih gratis masih perlu pengakajian secara lebih mendalam sehingga mereka berharap program ini tidak menjadi program asal-asalan seperti Makan Bergizi Gratis yang pada akhirnya membebankan anggaran Nasional.

“Hari ini kita bisa lihat imbas program gratisan yang tidak memiliki kajian komperhensif, sehingga menimbulkan beban anggaran untuk negara. Semoga ini tidak terjadi untuk Penajam Paser Utara,” lanjut Ega

Ega menuturkan perlu adanya pengujian ulang dalam realisasi program tersebut sehingga pentingnya pengawasan, transparansi, dan penerapan hukum yang sesuai, dalam setiap tahap pengembangan program di PUU agat dapat memeberikan kemaslahatan bagi masyarakat.

“Saya sangat berharap instansi-instansi yang berkaitan dapat melakukan pengkajian mendalam kembali. Semoga kedepannya pemerintah bisa lebih transparan dalam pelaksanaan program,” tutup Ega.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Gelar Seri Diskusi Publik Edisi V, PA GMNI Jakarta Raya Tekankan Front Marhaenis Ambil Peran untuk Berdaulat, Berdikari, Berbudaya
Sabtu, 6 Desember 2025 | 23:40 WIB
Program PKPA Beasiswa Peradi Utama Berlanjut, 140 Kader Ikuti Pertemuan Keempat dengan Materi Tata Acara Pengadilan Pidana
Sabtu, 6 Desember 2025 | 23:04 WIB
Front Marhaenis Ditengah Kekacauan Politik, Hukum, dan Ekonomi Indonesia Hari Ini
Sabtu, 6 Desember 2025 | 22:30 WIB
Republik Jenderal Multitasking
Sabtu, 6 Desember 2025 | 12:46 WIB
DPC PA GMNI Humbahas Ajak Kampus di Sumut Gerakkan Mahasiswa sebagai Relawan Pemulihan Psikologis Anak Korban Bencana
Sabtu, 6 Desember 2025 | 12:24 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Dugaan Kasus Pelecehan Seksual di Rumah Sakit Malang, GMNI Jatim: Desak Penegakan Hukum Tegas

Marhaenist.id, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Pernyataan Sikap SP-NTT: Polemik Geothermal Flores-Lembata dan Polemik Investasi di Pulau Padar Taman Nasional Komodo

Marhaenist.id, Jakarta - Serikat Pemuda Nusa Tenggara Timur (SP-NTT) menilai gempuran investasi…

PA GMNI Touna Tantang Kepala-Kepala Dinas yang Baru di Lantik Prioritaskan Kepentingan Kaum Marhaen

Marhaenist.id, Touna - Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) memasuki babak baru dengan adanya…

Menjelang 100 Hari Pemerintahan WS-HADIR, GMNI Mamasa Serukan Refleksi Pancasila sebagai Dasar Kepemimpinan

Marhaenist.id, Mamasa - Jelang Hari Lahir Pancasila, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Aktualisasi Marhaenisme dalam Gerakan, GMNI Malang Gelar KTD

Marhaenist.id, Malang - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Gerak Cepat, GMNI Bengkalis Selenggarakan PPAB Ke 2

Marhaenist.id, Bengkalis - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Alumni GMNI Pemalang Hadiri Acara Ziarah Makam Bung Karno Dengan Khidmat

Marhaenist - Puluhan alumni dan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten…

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI

Marhaenist.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) adalah salah satu organisasi mahasiswa…

Kooperasi dan Hegemoni Kapitalisme

Marhaenist.id - Sadar atau tidak, sistem kapitalisme hari ini telah menghegemoni manusia…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?