By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Nubuat Bung Karno Terbukti: Saat Bangsa Sendiri Menjadi Algojo Bagi Nalar dan Demokrasi Rakyat
DPC GMNI Jeneponto Bedah Film ‘Pesta Babi’, Soroti Praktik Kolonialisme Modern di Daerah
DPD GMNI Sultra Buka Posko Pengaduan Tenaga Kerja, Perkuat Perjuangan Hak Buruh di Sulawesi Tenggara
DPC GMNI Jember Tolak Tegas Wacana Reduksi Kampus sebagai Instrumen Industri
DPC GMNI Jember Kecam Krisis Etika DPRD Jember: Legislator Gen Z Gagal Menjadi Teladan Politik

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

DPP GMNI Kutuk Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis, Desak Pengusutan Cepat dan Transparan

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 19 Maret 2026 | 16:56 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Sujarhi Somar, Ketua Umum DPP GMNI (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dibawah kepemimpinan Sujarhi-Amir mengutuk keras tindakan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Peristiwa tersebut dinilai sebagai bentuk kekerasan serius yang mengancam tidak hanya keselamatan individu, tetapi juga ruang demokrasi dan kebebasan sipil di Indonesia.

Ketua Umum DPP GMNI, Sujahri Somar, menegaskan bahwa insiden penyiraman air keras tersebut tidak dapat dipandang sebagai tindak pidana kriminal biasa.

Menurutnya, terdapat indikasi yang perlu ditelusuri lebih jauh, termasuk kemungkinan motif terstruktur yang berkaitan dengan aktivitas korban sebagai aktivis hak asasi manusia (HAM).

“Ini bukan sekadar kekerasan fisik, melainkan bentuk intimidasi yang berpotensi mengancam kebebasan berpendapat warga negara, khususnya bagi para aktivis yang menyuarakan kepentingan publik. Peristiwa ini mencoreng jati diri Indonesia sebagai negara hukum dan demokratis,” ujar Sujahri dalam keterangan resminya, Kamis (19/3/2026).

DPP GMNI juga menyoroti informasi yang disampaikan Komandan Pusat Polisi Militer TNI (Danpuspom TNI) Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto, yang menyebut bahwa empat terduga pelaku merupakan anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, dengan rincian satu orang berpangkat Kapten, dua Letnan Satu (Lettu), dan satu Sersan Dua (Serda).

Fakta ini dinilai sangat sensitif dan berdampak besar terhadap kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Lebih lanjut, GMNI memandang bahwa kasus ini merupakan ujian terhadap komitmen pemerintah dalam menegakkan HAM.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, yang menilai peristiwa tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap agenda perlindungan HAM dalam visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Penyiraman air keras termasuk kategori kejahatan berat (violent crime) yang berdampak multidimensional, mulai dari kerusakan fisik permanen hingga trauma psikologis. Oleh karena itu, penyidikan harus dilakukan secara cepat, komprehensif, dan transparan,” tegas Sujahri.

Baca Juga:   GMNI-PERMAHI Desak Partai Perindo Lakukan PAW Terhadap Alm Leonardus Kocu dari Anggota DPRD Mimika

DPP GMNI mendesak aparat penegak hukum untuk tidak berhenti pada pelaku lapangan, melainkan juga mengusut kemungkinan adanya aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.

“Penegakan hukum tidak boleh setengah-setengah. Harus ada keberanian untuk mengungkap siapa pun yang berada di balik kejadian ini demi mewujudkan keadilan substantif dan mencegah impunitas,” lanjutnya.

Selain itu, GMNI menekankan pentingnya transparansi dalam proses hukum guna menjaga kepercayaan publik.

Keterbukaan informasi dinilai sebagai prasyarat utama agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Proses hukum harus berjalan secara akuntabel dan terbuka. Negara harus hadir dengan kejelasan, bukan ketidakpastian,” ujarnya.

Di sisi lain, GMNI juga mengingatkan negara untuk memastikan perlindungan maksimal terhadap korban, termasuk penanganan medis, pendampingan psikologis, serta jaminan keamanan selama proses hukum berlangsung.

Peristiwa ini, menurut GMNI, menjadi refleksi serius terhadap kondisi demokrasi di Indonesia. Kekerasan terhadap aktivis dinilai berpotensi menciptakan efek jera (chilling effect) yang membungkam partisipasi publik dalam menyampaikan aspirasi.

“Jika tidak diusut tuntas, yang terancam bukan hanya satu individu, tetapi keberanian publik dalam bersuara. Ini berbahaya bagi kehidupan demokrasi,” kata Sujahri.

Sebagai penutup, DPP GMNI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal proses hukum secara kritis dan konstruktif, guna memastikan keadilan benar-benar ditegakkan.

“Kasus ini harus diusut hingga tuntas, terang, dan adil. Ini menjadi ujian bagi komitmen pemerintah dalam menegakkan hukum dan melindungi warganya. Kami yakin pemerintah mampu melewati ujian ini dengan baik,” tutupnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Nubuat Bung Karno Terbukti: Saat Bangsa Sendiri Menjadi Algojo Bagi Nalar dan Demokrasi Rakyat
Rabu, 13 Mei 2026 | 15:49 WIB
DPC GMNI Jeneponto Bedah Film ‘Pesta Babi’, Soroti Praktik Kolonialisme Modern di Daerah
Rabu, 13 Mei 2026 | 14:23 WIB
DPD GMNI Sultra Buka Posko Pengaduan Tenaga Kerja, Perkuat Perjuangan Hak Buruh di Sulawesi Tenggara
Rabu, 13 Mei 2026 | 13:11 WIB
DPC GMNI Jember Tolak Tegas Wacana Reduksi Kampus sebagai Instrumen Industri
Rabu, 13 Mei 2026 | 00:57 WIB
DPC GMNI Jember Kecam Krisis Etika DPRD Jember: Legislator Gen Z Gagal Menjadi Teladan Politik
Selasa, 12 Mei 2026 | 22:06 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

17 Agustus 1945: Salah Kaprah Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia menjadi HUT RI

Marhaenist.id - Banyak yang masih salah kaprah menganggapi tanggal 17 Agustus 1945…

Para aktivis berkumpul selama pertemuan musim gugur tahunan IMF untuk memprotes pendanaan bahan bakar fosil di seluruh dunia. FOTO: AFP

IMF dan Bank Dunia Dituntut Tangani Perubahan Iklim

Marhaenist - Puluhan pengunjuk rasa berdemonstrasi di luar tempat pertemuan tahunan Dana…

Foto: Sonny T Danaparamita, Anggota DPR RI (Dokpri)/MARHAENIST.

Petani Tebu Marhaen Masa Kini, Sonny T Danaparamita Ingatkan Negara Soal Impor Gula dan Pupuk Subsidi

Marhaenist.id, Pasuruan — Menutup akhir tahun 2025, persoalan klasik sektor gula nasional…

GMNI Malang Desak DPR RI Segera Mengesahkan RUU PPRT

Marhaenist.id, Kota Malang - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Pernyataan Sikap SP-NTT: Polemik Geothermal Flores-Lembata dan Polemik Investasi di Pulau Padar Taman Nasional Komodo

Marhaenist.id, Jakarta - Serikat Pemuda Nusa Tenggara Timur (SP-NTT) menilai gempuran investasi…

Dana Bawaslu tak Terbayar, GMNI Sulbar Nilai Pj Bupati Mamasa dan Pj Gubernur Sulbar tak Serius Laksanakan Perintah Mendagri

Marhaenist.id, Mamasa - Polemik Dana Pilkada Bawaslu Mamasa tidak terbayarkan, Gerakan Mahasiswa…

Bung Karno: Semboyan Kita Banyak Bicara, Banyak Bekerja

Marhaenist.id - Salah besar jika kita berpegang pada perkataan: "jangan banyak bicara…

Sukses Gelar PPAB, GMNI UIN Jakarta Bentuk Kader Progresif Berjiwa Kerakyatan

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa

Marhaenist.id, Jakarta - Ekspansi tambang nikel di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?