By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kunjungan DPK GMNI UBP Karawang ke DPP GMNI Jadi Ruang Refleksi Kepemimpinan Berbasis Marhaenisme
Tanggapi Dugaan Keracunan Massal MBG di Duren Sawit, Direktur Eksekutif Sentra Institute Soroti Lemahnya Pengawasan dan Transparansi Vendor
RTH Penting, GMNI Jakarta Timur: Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Korupsi
Tan Malaka Bukan Pendiri Republik?
Soroti Kemacetan Ketapang, Sonny T. Danaparamita: Ini Kegagalan Manajemen Logistik

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Rawe-Rawe Rantas, Malang-Malang Putung: Refleksi Kepemimpinan dalam Perjuangan Ber-GMNI

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 10 Maret 2026 | 14:52 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Jeje Zaenudin, Ketua DPK GMNI UBP Karawang dengan kaos polo putih dan gordon GMNI menjadi pemantik diskusi bersama kader-kader DPK GMNI UBP Karawang (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist id – Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, pidato-pidato Soekarno selalu menjadi sumber inspirasi bagi banyak generasi. Salah satu pidato penting yang sering dikutip adalah pidato beliau di Yogyakarta pada 17 Agustus 1947 yang kemudian dimuat dalam buku Pedoman untuk Melaksanakan Amanat Penderitaan Rakyat jilid 2 cetakan ke-3 yang disusun oleh Moch. Said dari Seksi B.K.I Peperda/Pedarmilda Jawa Timur. Selain itu, ungkapan tersebut juga dapat ditemukan dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi jilid II cetakan ke-2 yang diterbitkan oleh Panitia Penerbit Di Bawah Bendera Revolusi.

Dalam pidato tersebut, Bung Karno menutup dengan kalimat yang sangat terkenal: “Rawe-rawe rantas, malang-malang putung.” Ungkapan ini memiliki makna mendalam: setiap rintangan harus disapu bersih, setiap penghalang harus dipatahkan. Kalimat tersebut lahir dalam situasi revolusi ketika Indonesia yang baru merdeka harus menghadapi ancaman dari kembalinya kolonialisme, yang kemudian meletus dalam Agresi Militer Belanda I. Dalam kondisi genting itu, Bung Karno mengingatkan rakyat bahwa perjuangan mempertahankan
kemerdekaan membutuhkan keteguhan, keberanian, dan konsistensi.

Semangat inilah yang sebenarnya tidak hanya relevan dalam perjuangan bangsa, tetapi juga dalam kehidupan organisasi, termasuk di tubuh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Organisasi kader seperti GMNI dibangun di atas semangat perjuangan ideologis dan keberanian untuk menghadapi tantangan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam organisasi itu sendiri.

Sebagai Ketua Dewan Pengurus Komisariat GMNI di Universitas Buana Perjuangan Karawang, saya merasakan secara langsung bagaimana dinamika organisasi tidak selalu berjalan mulus. Dalam perjalanan kepemimpinan, tidak jarang muncul berbagai bentuk “jegalan” atau hambatan, bahkan dari mereka yang lebih dahulu berproses di GMNI. Para senior yang seharusnya menjadi pembimbing dan penguat kaderisasi, terkadang justru menjadi pihak yang tidak mendukung atau meragukan arah kepemimpinan di era sekarang.

Baca Juga:   Pemilu 2024 dan Tiktok

Fenomena seperti ini sebenarnya bukan hal baru dalam organisasi kader. Setiap generasi memiliki cara pandang dan pendekatan yang berbeda dalam menjalankan organisasi. Namun perbedaan tersebut sering kali berubah menjadi resistensi ketika ada ketidakpercayaan terhadap generasi penerus. Di sinilah makna dari kalimat Bung Karno tadi menjadi sangat relevan.

“Rawe-rawe rantas, malang-malang putung” tidak harus dimaknai sebagai sikap konfrontatif terhadap sesama kader atau senior. Sebaliknya, ia dapat dimaknai sebagai keteguhan untuk tetap menjalankan amanat organisasi dengan penuh tanggung jawab, meskipun dihadapkan pada keraguan, kritik, atau bahkan hambatan internal.

Kepemimpinan bukanlah soal mencari dukungan dari semua pihak, tetapi tentang kemampuan untuk tetap berdiri tegak ketika dukungan tidak selalu datang dari arah yang diharapkan. Dalam organisasi kader seperti GMNI, kepemimpinan juga berarti berani mengambil keputusan, menjaga marwah organisasi, dan memastikan proses kaderisasi tetap berjalan.

Justru dalam situasi seperti inilah nilai-nilai perjuangan diuji. Jika setiap hambatan membuat kita mundur, maka organisasi tidak akan pernah berkembang. Namun jika setiap rintangan dijadikan pelajaran untuk memperkuat konsolidasi kader, maka organisasi akan tumbuh lebih matang.

Semangat yang diwariskan oleh Bung Karno bukanlah semangat untuk memecah belah, melainkan semangat untuk tetap teguh dalam perjuangan demi tujuan yang lebih besar. Dalam konteks GMNI, tujuan itu adalah mencetak kader-kader yang berideologi, berpihak pada rakyat, dan mampu melanjutkan cita-cita kemerdekaan.

Oleh karena itu, setiap tantangan dalam kepemimpinan harus dilihat sebagai bagian dari proses perjuangan. Seperti pesan Bung Karno dalam pidatonya di Yogyakarta tahun 1947, rintangan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti. Sebaliknya, rintangan adalah ujian yang justru menegaskan komitmen kita terhadap perjuangan.

Pada akhirnya, kepemimpinan di organisasi bukanlah tentang siapa yang paling lama berproses, tetapi tentang siapa yang paling siap memikul tanggung jawab perjuangan pada zamannya. Dan selama perjuangan itu masih berpihak pada nilai-nilai organisasi dan kepentingan rakyat, maka semangat “rawe-rawe rantas, malang-malang putung” akan selalu menemukan relevansinya.***

Baca Juga:   Ancaman Pidana dan Krisis Penegakan Hukum: Vakum Badan Sengketa PDP

Penulis: Jeje Zaenudin, Ketua DPK GMNI Universitas Buana Perjuangan Karawang.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Kunjungan DPK GMNI UBP Karawang ke DPP GMNI Jadi Ruang Refleksi Kepemimpinan Berbasis Marhaenisme
Sabtu, 4 April 2026 | 08:53 WIB
Tanggapi Dugaan Keracunan Massal MBG di Duren Sawit, Direktur Eksekutif Sentra Institute Soroti Lemahnya Pengawasan dan Transparansi Vendor
Jumat, 3 April 2026 | 21:24 WIB
RTH Penting, GMNI Jakarta Timur: Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Korupsi
Jumat, 3 April 2026 | 20:00 WIB
Tan Malaka Bukan Pendiri Republik?
Jumat, 3 April 2026 | 18:34 WIB
Foto: Sonny T Danaparamita, Anggota DPR RI (Dokpri)/MARHAENIST.
Soroti Kemacetan Ketapang, Sonny T. Danaparamita: Ini Kegagalan Manajemen Logistik
Kamis, 2 April 2026 | 11:45 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Koalisi Masyarakat Peduli Hukum melaksanakan aksi demonstrasi di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setiabudi, Jakarta Selatan (20/08/2024). Marhaenist.id

Koalisi Masyarakat Peduli Hukum Menilai KPK Menjadi Alat Kekuasaan Jokowi

Marhaenist.id, Jakarta - Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Hukum…

Foto: Kosmas Mus Guntur, Praktisi Hukum Asal NTT/MARHAENIST.

Praktisi Hukum Desak Kapolda NTT & Kapolres Manggarai Barat Serius Tangani Dugaan Tambang Emas Ilegal di Dekat TNK

Marhaenist.id, Manggarai Barat – Praktisi hukum asal Nusa Tenggara Timur, Kosmas Mus…

Foto: Sonny T Danaparamita, Anggota DPR RI (Dokpri)/MARHAENIST.

Petani Tebu Marhaen Masa Kini, Sonny T Danaparamita Ingatkan Negara Soal Impor Gula dan Pupuk Subsidi

Marhaenist.id, Pasuruan — Menutup akhir tahun 2025, persoalan klasik sektor gula nasional…

GMNI Batam: Jangan Terlena Propaganda, Negara Harus Kembali ke Jalan Keadilan Sosial

Marhaenist.id, Batam – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Rayakan Dies Natalis GMNI Ke-70, DPK GMNI UIN Jakarta Bagikan Takjil Gratis di Ciputat

Marhaenis.id, Jakarta - Dewan Pengurus Komisariat GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Universitas…

Wabup Ngawi Anto Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua PA GMNI Ngawi

Marhaenist - Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko terpilih sebagai Ketua Persatuan…

Di Hari Lahir Pancasila, GMNI Kendari Harapkan Nilai Pancasila harus Mampu Diimplementasikan Pemangku Kebijakan di Sultra

Marhaenist.id, Kendari - Dewan pimpinan cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

GMNI Harus Wajib Tolak Kader ‘Naturalisasi’!

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) adalah salah satu organisasi mahasiswa…

Sukses Laksanakan Simposium dan KTD, GMNI Jambi Persiapkan Kader Membumikan Marhaenisme di Provinsi Jambi

Marhaenist.id, Jambi – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?