By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Benarkah Soekarno Komunis?
Diplomasi Kesehatan Indonesia di Masa Transisi Global Pasca Keluarnya AS Dari WHO
Herwyn J. H. Malonda Resmi Menjabat sebagai Anggota DKPP RI Ex Officio Bawaslu RI
DPD GMNI DKI Jakarta Bakal Gelar Konferda I Tahun 2026, Dorong Transformasi Menuju Jakarta Kota Global
Proyek Pembangunan Daerah dan Kewenangan Eksekutif Tanpa Persetujuan DPRD

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

DPK GMNI FAPERTASAINSTEK UNARS Situbondo Kritisi Penulisan Ulang Sejarah: ‘Siapa yang Mengontrol Narasi, Mengontrol Ingatan Kolektif?’

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 22 Juni 2025 | 22:19 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Stempel DPK GMNI Faperta-Sainstek UNARS Situbondo/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Situbondo : Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Pertanian dan Teknologi Sains (FAPERTASAINSTEK) Universitas Abdurachman Saleh (UNARS) Situbondo secara resmi menyatakan sikap kritis terhadap upaya penulisan ulang sejarah yang dinilai mengabdi pada kekuasaan dan menjauh dari kebenaran rakyat.

Dengan mengangkat tema “Sejarah sebagai Alat Kekuasaan: Siapa yang Mengontrol Narasi, Mengontrol Ingatan Kolektif?”, GMNI menyoroti bahaya sejarah yang dipolitisasi sebagai alat pembenaran kekuasaan, serta menolak narasi tunggal yang mendominasi historiografi Indonesia.

“Sejarah tidak pernah netral. Ia ditulis oleh yang berkuasa, dan seringkali menghapus suara mereka yang tertindas. Jika kita membiarkan narasi sejarah dikuasai oleh elite, maka kita sedang membiarkan ingatan kolektif kita dibentuk oleh kebohongan,” tegas Hazriel, Ketua DPK GMNI FAPERTASAINSTEK UNARS Situbondo, Minggu (22/6/2025).

Lima Poin Pernyataan Sikap

Dalam rilis resminya, DPK GMNI FAPERTASAINSTEK UNARS Situbondo menegaskan lima poin sikap tentang penulisan kembali sejarah bangsa:

1. Menolak monopoli sejarah oleh negara atau elite tertentu yang menghapus peran rakyat dan kelompok marginal dari narasi besar bangsa.

2. Mengecam pengaburan pelanggaran HAM dan kekerasan negara, termasuk peristiwa 1965 dan Reformasi 1998, dari buku-buku dan kurikulum sejarah resmi.

3. Menuntut penulisan sejarah yang kritis, terbuka, dan berpihak pada kebenaran, berdasarkan suara korban dan fakta lapangan, bukan hanya dokumen negara.

4. Mendorong dekolonisasi historiografi nasional, dengan membongkar warisan narasi kolonial yang masih membentuk pola pikir institusional.

5. Mengajak mahasiswa dan akademisi untuk menjadi bagian dari gerakan melawan narasi dominan yang menindas dan membatasi pemahaman sejarah yang adil.

Ajak Mahasiswa Bangkit dan Membaca Ulang Sejarah Secara Kritis!

DPK GMNI FAPERTASAINSTEK UNARS Situbondo menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab sejarah untuk tidak tunduk pada narasi kekuasaan yang menyesatkan. Sejarah harus menjadi alat pembebasan, bukan propaganda.

Baca Juga:   Papua Bukan Tanah Kosong!

“Sebagai bagian dari gerakan nasionalis dan progresif, GMNI akan terus mendorong kajian kritis sejarah, membela suara yang dibungkam, dan melawan pelupaan yang disengaja oleh penguasa,” pungkas Hazriel.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Benarkah Soekarno Komunis?
Jumat, 23 Januari 2026 | 01:44 WIB
Diplomasi Kesehatan Indonesia di Masa Transisi Global Pasca Keluarnya AS Dari WHO
Kamis, 22 Januari 2026 | 19:43 WIB
Herwyn J. H. Malonda Resmi Menjabat sebagai Anggota DKPP RI Ex Officio Bawaslu RI
Kamis, 22 Januari 2026 | 16:35 WIB
DPD GMNI DKI Jakarta Bakal Gelar Konferda I Tahun 2026, Dorong Transformasi Menuju Jakarta Kota Global
Kamis, 22 Januari 2026 | 14:52 WIB
Proyek Pembangunan Daerah dan Kewenangan Eksekutif Tanpa Persetujuan DPRD
Kamis, 22 Januari 2026 | 10:55 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Sujahri Somar Tegaskan Arah Baru Kaderisasi GMNI lewat GMNI.AI: Demokratisasi Ide di Era Data dan Algoritma

Marhaenist.id, Jakarta — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menegaskan reposisi strategis kaderisasi…

Bukan Lenin Kepala Negara Resmi Soviet, Lalu Siapakah?

Marhaenist.id - Ketika kaum Bolshevik memperoleh kekuasaan di Rusia pada tahun 1917,…

Menuju Jalan Rekonsoliasi Nasional, Ketum Terpilih Kongres GMNI Bandung dan Kubu Arjuna – Dendy Sepakat Menyulam Persatuan

Marhaenist.id, Jakarta – Di tengah riuh dinamika pasca Kongres Gerakan Mahasiswa Nasional…

Cipayung Plus Kendari Gelar Doa Bersama di Depan Polda Sultra Peringati 6 Tahun Gugurnya Randi-Yusuf

Marhaenist.id, Kendari - Organisasi Kemahasiswaan Cipayung Plus Kota Kendari yang terdiri dari…

Elemen Perjuangan Kelas Dalam Perjuangan Pembebasan Rakyat Indonesia, Henk Sneevliet 1926

Marhaenist - Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet atau lebih dikenal sebagai Henk…

Foto: GMNI Jaksel saat Melaporkan Dugaan Skandal Korupsi PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk/MARHAENIST

GMNI Jaksel Tuntut Polri Usut Tuntas Skandal Mobil Mewah 5 Direksi PT ATPI

Marhaenist.id, Jakarta - Bobrok pengelolaan BUMN kembali terbongkar! Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Tiada Hukuman yang Paling Layak Buat Perusak Hutan Kecuali Hukuman Mati

Marhaenist.id - Merusak hutan is not funny.”.Itu kalimat yang pernah dilontarkan Harrison…

Gelar Halal Bilhalal, PA GMNI Banten Kokohkan Persatuan Kader Nasionalis

Marhaenist.id, Tangsel - Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banten…

“Merahnya Ajaran Bung Karno” Sebuah Refleksi Pembebasan Ala Indonesia

Marhaenist.id, Lebak - Dalam rangka menyambut bulan kemerdekaan RI dan sekaligus sebagai…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?