By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Lanjutkan Program Bersama PA GMNI, PERADI UTAMA Buka PKPA Beasiswa Murni Batch 3 untuk Kader GMNI se-Indonesia
Negara Hukum Indonesia Bukan Negara Undang-Undang
Marhaenist.id dan Segelas Kopi: Pengabdian Tanpa Batas
DPC GMNI Jakarta Timur Gelar Aksi di Kantor Pusat Panin Bank, Soroti Dugaan Perampasan Hak Debitur
Nusantara dan Krisis Peradaban Modern

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Toleransi Beragama: Jalan Hidup Damai Antar Umat Beragama di Indonesia

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 6 April 2025 | 10:12 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Foto: Saman Amirudin Patty, Kader GMNI Ambon Provinsi Maluku/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Ketika anda menganggap pemeluk agama lain adalah sesat, memangnya mereka memandang anda tidak sesat? Ketika anda menghakimi pemeluk agama lain akan masuk neraka, memangnya mereka memandang anda tidak akan masuk neraka? Jika anda menganggap yang paling beruntung karena agama anda, bukankah orang lain juga merasa beruntung dengan agama mereka?

Berkeyakinan itu cara kerjanya sejak dulu ya begitu: agama yang dipeluknya pasti dianggap yang paling benar. Lalu, untuk apa kita saling benci dan saling menghakimi karena sama-sama merasa paling benar? Karena Tuhan hanya satu, maka akan terus menjadi rebutan. Lalu, sampai kapan kita akan terus menjadikan Tuhan sebagai obyek sengketa?

Jika kita menyadari bahwa Tuhan hanya satu, maka seharusnya kita juga sadar bahwa semua manusia diciptakan oleh Tuhan yang sama. Jika demikian, mengapa agama manusia harus berbeda-beda? Kalaupun agama dan kitab sucinya sama, mengapa tafsirnya bisa berbeda-beda?

Tuhan mentakdirkan manusia untuk lahir dari orang tua beragama apa saja, dimana selanjutnya takdir kelahiran akan menentukan agama dan keyakinan manusia. Takdir kelahiran itu sendiri hanya Tuhan yang menentukan. Salahkah Tuhan karena membuat agama manusia menjadi tidak sama? Adilkah kita jika menghakimi mereka yang berbeda sebagai “kaum celaka yang pasti akan masuk neraka”?

Saudaraku. Tuhan menjadikan manusia berbeda-beda bukan untuk saling bertikai, bukan untuk saling klaim soal kebenaran, melainkan agar manusia bisa mengidentifikasi satu sama lain dan saling berinteraksi. Silakan menganggap keyakinan yang kita peluk adalah yang paling benar, tanpa harus menyalah-nyalahkan keyakinan orang lain.

Menghakimi orang lain sebagai yang “paling salah”, tidak akan serta merta membuat kita yang “paling benar”. “Bukankah penyakit manusia adalah “merasa paling”? kata Jalaluddin Rumi.

Baca Juga:   Tan Malaka Bukan Pendiri Republik?

Kebenaran agama yang kita peluk tidak perlu ditunjukkan dengan arogansi dan urat leher, tapi tunjukkan dengan akhlak yang baik dan rasa damai. Karena kebenaran sejati dari segala perbedaan pasti berbasis cinta dan empati kemanusiaan. Itulah tujuan Tuhan dalam membuat perbedaan.

Salam damai buat kita samua🙏🏽


Penulis: Saman Amirudin Patty, Kader GMNI Ambon.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Lanjutkan Program Bersama PA GMNI, PERADI UTAMA Buka PKPA Beasiswa Murni Batch 3 untuk Kader GMNI se-Indonesia
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:02 WIB
Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M. S. (Foto: Sang)/MARHAENIST.
Negara Hukum Indonesia Bukan Negara Undang-Undang
Jumat, 8 Mei 2026 | 20:07 WIB
Marhaenist.id dan Segelas Kopi: Pengabdian Tanpa Batas
Jumat, 8 Mei 2026 | 16:29 WIB
DPC GMNI Jakarta Timur Gelar Aksi di Kantor Pusat Panin Bank, Soroti Dugaan Perampasan Hak Debitur
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:42 WIB
Nusantara dan Krisis Peradaban Modern
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:39 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Manifesto Politik Konsolidasi Nasional GMNI 2025 di Blitar

"SATU GMNI SATU PERJUANGAN, MARHAENISME SEBAGAI KEKUATAN NASIONAL" Salam Marhaen, Merdeka! Kami,…

GMNI Situbondo Tolak Pemberian Gelar Pahlawan Nasional Kepada Soeharto

Marhaenist.id, Situbondo - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Mahasiswa Perlu Sederhanakan Istilah Bahasa Agar Mudah Dipahami Masyarakat

Marhaenist.id - Kadangkala mahasiswa organisasi gerakan menggunakan bahasa akademis yang sulit dipahami…

Dr. H. Sutrisno: Revisi UU Persaingan Usaha Mendesak di Era Ekonomi Digital

Marhaenist.id, Jakarta – Maraknya dominasi pasar digital yang menyalahgunakan data, diskriminasi algoritma,…

DPD GMNI Sulbar Soroti Program Makanan Bergizi Gratis Pemerintah

Marhaenist.id, Mamuju - Pemerintah pusat gencar melakukan efisiensi anggaran untuk mendukung program…

Mengapa AS Berani Menangkap Maduro?

Marhaenist.id - Secara sejarah mereka punya legal precedent (1961 bay of pigs…

Hari Perempuan Internasional Dalam Perspektif Sarinah : Emansipasi Yang Berpihak Pada Kaum Tertindas

Marhaenist.id - Setiap tanggal 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional sebagai…

Saat Bokek, Soekarno Sering Minta Duit ke Temannya Yang Kaya Ini

Marhaenist - Semua orang mengetahui bahwa Soekarno adalah salah satu tokoh sentral…

Pleno Timsel Calon Anggota Bawaslu Banten Tetapkan Fahmi Sebagai Ketua

Marhaenist - Pleno Tim Seleksi (timsel) calon anggota Bawaslu Provinsi Banten menetapkan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?