By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Teguhkan Marhaenisme, PPAB III Komisariat Bung Tomo Manajemen Konsolidasikan Gerakan Perubahan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Sukarnoisme

Saat Bokek, Soekarno Sering Minta Duit ke Temannya Yang Kaya Ini

Marhaenist ID
Marhaenist ID Diterbitkan : Kamis, 4 Juli 2024 | 15:38 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Presiden Soekarno dan PM Zhou Enlai pada kunjunganya yang pertama kali ke RRC tahun 1956. FILE/Marhaenist
Bagikan

Marhaenist – Semua orang mengetahui bahwa Soekarno adalah salah satu tokoh sentral dalam pergerakan mengusir penjajah hingga terwujudnya kemerdekaan Indonesia.

Daftar Konten
Crazy Rich SumatraSumber Uang Soekarno

Akan tetapi, proses itu semua tak hanya modal dengkul dan otak. Satu hal yang seringkali luput adalah terkait pendanaan. Sebagai manusia, Soekarno juga butuh uang untuk hidup sehari-hari.

Dia memang pernah bekerja sebagai guru hingga arsitek, tapi itu tak membuatnya cukup. Di masa kolonial, Soekarno lebih sering tak punya uang alias bokek. Pada kondisi ini, dia beruntung ada seorang pengusaha kaya raya yang menjadi sumber uang bagi dirinya.

Crazy Rich Sumatra

Agoes Moesin Dasaad lahir di Filipina, 25 Agustus 1905. Saat usia 1 tahun dia pindah ke Lampung, kota yang kelak jadi tempat bernaung seumur hidup. Di kota ini pula, saat usia belasan tahun, dia berdagang hasil bumi hingga Palembang.

Dari perdagangan biasa Dasaad kemudian mendirikan perusahaan sendiri pada 1921. Namanya, Dasaad Moesin Concern.

Sejarawan Mestika Zed dalam Kepialangan Politik dan Revolusi Palembang 1900-1950 (2003) menceritakan, perusahaan Dasaad dengan cepat tumbuh besar hingga Asia Tenggara dan Afrika. Selain itu dia juga sukses menjalin kerjasama dengan perusahaan Jepang. Sementara di Indonesia, cabang perusahaannya tersebar luas di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, hingga Solo.

Kebesaran bisnis praktis membuat harta pribadi Dasaad bertambah.

Mestika Zed mencatat kalau Dasaad menyandang gelar sebagai salah satu miliuner asal Sumatra sampai tahun 1942. Namanya juga dikelompokan sebagai pengusaha pribumi terbesar di era penjajahan Belanda.

Sumber Uang Soekarno

Sebagai orang asli Indonesia, Dasaad juga ingin Tanah Airnya merdeka. Dia lantas memanfaatkan pengaruhnya di dunia pergerakan nasional. Tak hanya lewat politik, tapi juga secara ekonomi, yakni aktif sebagai sumber uang atau donatur bagi tokoh sentral, seperti Soekarno.

Baca Juga:   Mengenal Kehidupan Pribadi Ir. Soekarno

Soekarno, yang sering dikejar-kejar kompeni, mengaku tak mementingkan uang. Dia pernah berkata dalam otobiografinya “hanya kemerdekaan yang membuat aku hidup.” Namun, kita semua tahu itu hanya retoris saja.

Faktanya, sebagai manusia biasa dia membutuhkan uang untuk hidup. Di kondisi inilah secercah harapan dimunculkan oleh Dasaad. Dia secara sukarela menjadi donatur Soekarno. Pria kelahiran 1901 itu masih ingat bagaimana Dasaad yang belum pernah bertemu menyelamatkan hidupnya sesaat setelah keluar penjara pada 1931.

“Pagi-pagi ketika aku berjalan keluar dari penjara sebagai orang bebas, seorang laki-laki yang belum pernah kulihat sebelumnya, memasukkan ke genggamanku uang 400 rupiah begitu saja, karena dia tahu aku tak punya uang,” kata Soekarno dalam otobiografinya Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (1965).

Dia lantas mengetahui bahwa laki-laki misterius itu adalah Dasaad, orang terkaya di Indonesia. Dari perkenalan itu keduanya menjadi sahabat akrab. Hubungannya berlanjut di ranah politik. Dasaad menjadi tokoh Badan Usaha Penyelidikan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Sedangkan, kita semua tahu Soekarno jadi Presiden.

Persahabatan ini terjalin juga dalam relasi ekonomi. Dasaad jadi salah satu orang yang sering bolak-balik Istana Negara, sehingga mendapat julukan pengusaha Istana. Saat itu dia memang sedang berjaya. Peter Post dalam “The Formation of the Pribumi business élite in Indonesia, 1930s-1940s” (1996) menyebut Dasaad dan keluarganya masuk dalam jajaran orang terkaya Indonesia tahun 1950-an.

Sekalipun sudah jadi penguasa, Soekarno mengaku masih sering meminta tolong kepada Dasaad kalau dana pribadinya habis. Maksudnya, tentu saja berhadap dikirimi uang. Hal ini diungkapkan sendiri saat diwawancara jurnalis AS, Cindy Adams, untuk penulisan buku biografinya pada 1964.

“Sekarang, aku masih saja minjam kepadannya,” kata Soekarno.

Kendati disebut “minjam”, pemberian Dasaad kepada Soekarno tak dianggapnya sebagai piutang. Dia ikhlas menjadi sumber harta bagi Soekarno. Menurut Soekarno, “Dia tak pernah berharap akan memperolehnya kembali. Tentang uang, dia benar-benar tak pernah menerima uang itu kembali.”

Baca Juga:   Sukarno dan Islam Sontoloyo

Loyalitas serupa dilakukan pengusaha Lampung itu kepada para pejuang lain. Diketahui, dia sering membagikan uang kepada teman-teman dan banyak organisasi kemanusiaan sampai akhir hayatnya pada 11 November 1970. Disarikan dari berbagai sumber.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Rabu, 20 Mei 2026 | 15:32 WIB
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:23 WIB
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Selasa, 19 Mei 2026 | 18:30 WIB
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB
Teguhkan Marhaenisme, PPAB III Komisariat Bung Tomo Manajemen Konsolidasikan Gerakan Perubahan
Senin, 18 Mei 2026 | 23:28 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Semarak Dies Natalies GMNI ke 71 Tahun, GMNI Touna Berbagi Takjil dan Berbuka Puasa bersama Pihak Kepolisian

Marhaenist.id, Touna - Dalam rangka memperingati Dies Natalis GMNI ke 71 Tahun, Gerakan…

Meskipun Kepastian Kemenangannya Diluar Negeri Belum Final, Ganjar Mengaku Sudah Kantongi Hasil Exit Poll

Marhaenist.id, Solo - Pencoblosan Pemilu 2024 di luar negeri sudah dimulai sejak awal…

Gelar Mimbar Bebas, AMPERA Tojo Una-Una Respons Tragedi Bunuh Diri Siswa SD di NTT

Marhaenist id, Ampana – Di bawah langit Tojo Una-Una, suara perlawanan menggema…

Pidato Sukarno di PBB: Zaman Baru Datang, Penjajahan Telah Usang 30 September 1960

Marhaenist.id - Satu bulan setelah memutuskan hubungan diplomatik dengan Kerajaan Belanda pada…

Tangan Halus Pemerintah di Balik Pecahnya Nasionalisme dalam GMNI?

Marhaenist.id – Kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) versi Imanuel-Sujarhi yang digelar…

Namanya Tan Malaka!

Marhaenist.id - Tokoh ini namanya seolah terkubur selama puluhan tahun. Setelah reformasi…

Ketika Khamenei Muda Menjelaskan Bung Karno di Penjara

Marhaenist.id - Kekaguman terhadap Sukarno dengan penyebutan namanya dengan hormat banyak saya…

Donald Trump Ditembak Saat Sedang Berpidato di Pennsylvania

Marhaenist - Tembakan muncul saat Donald Trump berpidato di Pennsylvania, dan mantan…

Surat Megawati ke Iran Jadi Perhatian Internasional, Pesannya Dinilai Mewakili Suara Moral Indonesia

Marhaenist.id, Jakarta — Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?