By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Menuju Kematian Marhaenisme
Turut Berbelasungkawa atas Tragedi Kereta di Bekasi Timur, Marhaenist.id Dorong Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Perkeretaapian
Malaka Strait: Kebangkitan Ekonomi Indonesia
Talkshow Kartini Hari Ini, GERAK Jakarta: Perempuan Bisa Memimpin, Ruang Publik Harus Aman
Persatuan GMNI se-Indonesia: Belajar dari Konferda Persatuan GMNI Sulbar

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Hari Perempuan Internasional Dalam Perspektif Sarinah : Emansipasi Yang Berpihak Pada Kaum Tertindas

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 8 Maret 2026 | 02:16 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Jhonson Marbun, Wakil Sekretaris DPC GMNI Medan (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Setiap tanggal 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional sebagai momentum refleksi terhadap perjuangan perempuan dalam memperoleh keadilan, kesetaraan, dan pengakuan atas perannya dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi. Namun dalam konteks Indonesia, peringatan ini seharusnya tidak hanya dipahami sebagai seremoni simbolik, melainkan sebagai pengingat atas gagasan pembebasan perempuan yang pernah dirumuskan secara tajam oleh Soekarno melalui pemikirannya dalam buku Sarinah.

Dalam Sarinah, Soekarno menegaskan bahwa persoalan perempuan bukan semata-mata soal kesetaraan formal antara laki-laki dan perempuan. Lebih dari itu, penindasan terhadap perempuan berkaitan erat dengan struktur sosial dan ekonomi yang tidak adil. Perempuan, terutama dari kalangan rakyat kecil, seringkali mengalami penindasan berlapis: sebagai perempuan, sebagai pekerja, dan sebagai bagian dari kelas masyarakat yang termarginalkan.

Melalui perspektif Sarinah, perempuan tidak ditempatkan sebagai kelompok yang hanya menuntut hak, tetapi sebagai kekuatan sosial yang memiliki peran strategis dalam perjuangan pembebasan rakyat. Soekarno melihat perempuan sebagai bagian dari kekuatan revolusioner bangsa. Ia menolak pandangan yang menempatkan perempuan hanya sebagai pelengkap dalam ruang domestik, sebab menurutnya perempuan adalah subjek sejarah yang ikut menentukan arah perubahan sosial.

Karena itu, memperingati Hari Perempuan Internasional dalam perspektif Sarinah berarti mengingat kembali bahwa perjuangan perempuan tidak bisa dipisahkan dari perjuangan melawan kemiskinan, ketidakadilan ekonomi, dan ketimpangan sosial. Perempuan pedagang kecil di pasar, buruh pabrik, petani perempuan, hingga pekerja sektor informal adalah wajah nyata dari Sarinah di Indonesia hari ini—mereka bekerja keras menopang kehidupan keluarga dan ekonomi bangsa, namun seringkali masih berada dalam posisi yang rentan dan kurang terlindungi.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, tantangan perempuan pun semakin kompleks. Ketimpangan upah, kekerasan berbasis gender, hingga marginalisasi dalam pengambilan keputusan masih menjadi realitas yang dihadapi banyak perempuan. Dalam kondisi ini, gagasan Sarinah tetap relevan: bahwa pembebasan perempuan harus berjalan seiring dengan pembebasan masyarakat dari struktur ketidakadilan.

Baca Juga:   Brave Pink, Hero Green, dan SEAbling

Oleh sebab itu, Hari Perempuan Internasional tidak cukup dirayakan dengan slogan atau seremoni belaka. Ia harus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa perempuan adalah bagian penting dari perjuangan sosial dan pembangunan bangsa. Negara, masyarakat, dan gerakan sosial perlu memastikan bahwa perempuan memperoleh ruang yang adil untuk berkembang, berpendapat, dan menentukan masa depannya.

Pada akhirnya, perspektif Sarinah mengingatkan kita bahwa perempuan bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek perubahan. Ketika perempuan bergerak dan diberdayakan, maka bukan hanya perempuan yang merdeka—tetapi seluruh rakyat ikut melangkah menuju masyarakat yang lebih adil dan manusiawi.***


Penulis: Jhonson Marbun, Wakil Sekretaris DPC GMNI Medan.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Menuju Kematian Marhaenisme
Kamis, 30 April 2026 | 01:41 WIB
Turut Berbelasungkawa atas Tragedi Kereta di Bekasi Timur, Marhaenist.id Dorong Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Perkeretaapian
Kamis, 30 April 2026 | 01:00 WIB
Malaka Strait: Kebangkitan Ekonomi Indonesia
Rabu, 29 April 2026 | 21:09 WIB
Talkshow Kartini Hari Ini, GERAK Jakarta: Perempuan Bisa Memimpin, Ruang Publik Harus Aman
Selasa, 28 April 2026 | 14:52 WIB
Momentum Konferda Persatuan GMNI Sulbar, nampak dua Ketua DPD GMNI Sulbar demisioner bersama dengan Ketua dan Sekretaris terpilih sambil memegang bendera (Dok. GMNI Sulbar)/MARHAENIST.
Persatuan GMNI se-Indonesia: Belajar dari Konferda Persatuan GMNI Sulbar
Senin, 27 April 2026 | 22:22 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Hadiri Kaderisari GMNI, Bawaslu Kota Bekasi Dorong Mahasiswa Jadi Agen Perubahan dan Aktif Laporkan Masalah Kebencanaan

Marhaenist.id, Bekasi – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi mendorong kalangan mahasiswa untuk…

GMNI Gelar Dialog Terbuka Kader, Bahas Tantangan dan Potensi Organisasi Ideologis

Marhaenist.id, Jakarta – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kembali menegaskan komitmennya sebagai…

DPD GMNI DKI Jakarta Peringatkan Ancaman “Bunuh Diri Fiskal” Pemerintah di Tengah Konflik Global 2026

Marharnist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI)…

Nominasi OCCRP dan Beban Berat Presiden Prabowo

Marhaenist.id - Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) adalah lembaga independen jaringan…

GMNI Jaksel Desak Kapolri Segera Copot Kapolres Kota Sukabumi atas Tindakan Represif Terhadap GMNI Sukabumi

Marhaenist. id, Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Isi Masa Tenang, Ganjar Pilih Kongkow Lesehan Bareng Warga

Marhaenist.id, Semarang - Ganjar Pranowo mengisi masa tenang kampanye menonton Slank bersama…

TAP MPRS MPRS 33/1967 Dicabut, Bung Karno Bebas Dari Segala Tuduhan Terkait Komunisme

MARHANEIST - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyerahkan surat pimpinan MPR…

DPD PA GMNI Jakarta Raya Audiensi ke Gubernur DKI Jakarta: Siap Kawal Jakarta Menuju Kota Global yang Berkeadilan Sosial

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Institut Sarinah Dukung Marsinah Sebagai Pahlawan Nasional dan Nyatakan Siap Tulis Buku tentang Perjalanan Perjuangannya

Marhaenist.id, Nganjuk - Pada Hari Senin siang (6/10/25) Sugesti dari Rampak Sarinah…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?